Saka, My Cool Husband

Saka, My Cool Husband
Episode 18


__ADS_3

Josep berhenti di sepan sebuah kamar yang ada di lantai khusus kamar vvip. Safina ikut berhenti.


" Ini kamar tuan, Nona. " Kata Josep.


" Apa Saka di dalam? " Tanya Safina.


" Iya Nona. " Jawab Josep kemudian mengeluarkan sebuah kartu dan menempelkannya di pintu. Pintu kamar terbuka. " Silahkan masuk Nona. " Ucap Josep.


Josep memang diberi kepercayaan memegang kartu cadangan kamar tuannya jika sewaktu-waktu Saka membutuhkannya.


Safina masuk, tak lama terdengar pintu yang tertutup. Dia kembali melangkahkan kakinya, matanya dibuat kagum dengan desain kamar ini. Benar-benar mewah. Berbeda dengan kamar yang diberikan kepada karyawan. Kamar karyawan tidak akan semewah ini.


Muncul seseorang dari pintu kamar mandi dengan pakaian santai, celana pendek selutut dan kaos yang terlihat pas di tubuh pria itu sehingga menampakkan otot-otot yang kekar. Safina terpesona dengan pemandangan yang ada di depannya.


Saka menggosok-nggosok rambutnya dengan handuk kecil, dia memang baru saja melakukan mandi secara kilat.


" Sudah puas melihatnya? " Ucap Saka berjalan menghampiri Safina.


Safina mengalihkan pandangannya. Dia datang kesini kan mau protes, kenapa jadi terpesona dengan Saka?


Saka meletakan handuk kecilnya di atas kursi yang ada di depan meja rias, lalu memeluk Safina dan membenamkan kepala Safina di dada bidangnya. Dia benar-benar merindukan Safina, padahal baru sehari semalam tidak bertemu.


Safina mencium aroma wangi khas laki-laki dari tubuh suaminya. Berada di pelukan Saka benar-benar nyaman. Tapi dia tiba-tiba sadar dengan tujuannya. Didorongnya tubuh Saka sampai pelukannya terlepas.


" Sayang? " Saka ingin protes pelukannya dilepas.


" Aku kesini bukan minta dipeluk. " Kata Safina sambil berkacak pinggang.

__ADS_1


Saka menyerngit heran. Ada apa dengan istrinya, kenapa terlihat marah.


" Saka, aku ini istrimu bukan? " Tanya Safina dengan nanda sedikit tinggi.


" Tentu sayang. Memang istriku siapa lagi. " Jawab Saka dengan sedikit bingung akan pertanyaan istrinya.


" Kau mencintai istrimu ini kan? " Tanya Safina lagi masih dengan posisi berkacak pinggang.


Saka semakin bingung. " Iya itu pasti. " Jawab saka mantap.


" Tapi kenapa kau membiarkan aku tidak dapat kamar. Kau mau aku tidur di luar? Untung Laras mau berbagi kasur denganku. " Kata Safina sambil menunjukan wajah yang kesal.


Saka tersenyum lalu memeluk Safina dengan gemas. Safina ingin menolak tapi kali ini Saka memeluknya erat sampai Safina tidak mampu melepaskan diri.


" Mana mungkin aku membiarkan istriku tersayang ini tidur di luar. " Ucap Saka masih memeluk Safina.


" Ck. Omong kosong. " Gerutu Safina.


" Hei. Kau sudah berani ya berbicara seperti itu pada suamimu. Hm. " Ucap Saka.


Safina mencebik kesal lalu mengalihkan pandangannya, tidak mau menatap Saka.


" Apa kamar ini kurang bagus hm? Kau tidak suka kamarnya? " Tanya Saka, lalu berpindah posisi berada di belakang Safina agar Safina lebih leluasa melihat isi kamar.


Saka memeluk Safina dari belakang dan menaruh dagunya di atas kepala Safina.


" Kau mau tidur dimana lagi? Sayang.. Tentu kau akan tidur disini denganku. " Mengecup singkat pipi Safina.

__ADS_1


Safina sedikit gugup dengan perlakukan Saka. Apalagi dengan posisi seperti ini.


" Ta.. tapi akuu.. mau tidur dengan teman-temanku.." Ucap Safina gugup.


Saka membungkukan badannya agar bisa menjangkau wajah istrinya dari samping,


" Lalu kau akan membiarkan suami tampanmu ini tidur sendiri? " Bisik Saka pada telinga Safina.


" Bu.. bukan begitu.. " Safina benar-benar gugup.


" Lalu? " Ucap Saka pelan masih dengan posisi yang sama.


" Sa.. sayang.. Tasku masih ada di kamar Laras. Aku mau mengambilnya " Kata Safina beralasan agar bisa kabur dari Saka.


Saka melepaskan pelukannya. " Yasudah sana, pergilah. " Dengan wajah yang cemberut.


Safina terpana dengan ekspresi wajah Saka yang benar-benar menggemaskan. Seorang Saka Nugraha bisa menampilkan ekspresi seimut itu? Dia merajuk ya?


Safina berjinjit lalu meraih kedua pipi Saka dan sedikit menekannya sehingga membuat mulut Saka manyun ke depan. " Jangan marah. Setelah makan aku akan kesini. Aku keluar dulu ya sayang? Emuahh" Meninggalkan ciuman singkat di bibir Saka.


Saka memegang bibirnya yang baru saja dicium Safina. Dia benar-benar bahagia, ini pertama kalinya Safina yang menciumnya duluan.


" Sayang... Tolong bukakan pintunya. " Kesadaran Saka kembali karena mendengar panggilan Safina. Safina berada di dekat pintu, tidak bisa keluar karena pintunya terkunci.


Saka menghampiri istrinya. Bukannya membukakan pintu, Saka malah mengangkat istrinya..


Safina terkejut karena tiba-tiba Saka menggendongnya, lalu membawanya ke kasur. Niat hati mau keluar, Safina malah terkurung semalaman di kamar bersama Saka. Kelakuan Sakaaa......

__ADS_1


Bersambung....


Maaf kalau kurang mesra.. Segitu aja author bener-bener berat banget nulisnya. Malu aja gitu nulisnya.. Wkwkwk...


__ADS_2