
Pagi hari Prayoga dan 2 orang kepercayaannya yang tak lain jendral Mada dan panglima Kusuma sudah duduk di ruangan istana kerajaan menunggu kedatangan dari raja raja dan ketua daratan tengah tuk membahas kemungkinan penyerangan pasukan kerajaan Anarki, mereka berdiskusi santai sambil meminum arak terbaik kerajaan yang harus dan manis.
tidak lama kemudian pengawal menghadap "lapor yang mulia, diluar telah datang beberapa raja dan ketua dari daratan tengah, mohon petunjuknya", pengawal sambil menundukan kepalanya.
"Suruh masuk" tanpa basa basi Prayoga memberi perintah kepada pengawalnya.
"Baik yang mulia" pengawal mundur ke belakang.
Tak lama pintu terbuka dan sapaan hangat nan khas di awali dengan tertawa dari Ashar cukup menggema dalam ruangan "ha ha ha ha maafkan aku sobat lama menunggu" diantara asha dibelakangnya ada beberapa orang yang mengikuti.
__ADS_1
Prayoga tersenyum lihat kelakuan sahabatnya ini dan berkata "Silahkan duduk sobat, kita akan segera membahas sesuatu hal yang penting sebelum kalian berangkat pulang", mereka adalah raja Tur, raja Gopala, raja Armen, suku Kurdi dan suku Syah duduk persis di hadapan Prayoga, Mada, Kusuma yang terhalang meja besar berisikan minuman dan buah buahan khas kerajaan.
Sedikit mereka berbasa basi tuk mencairkan suasana supaya tidak kaku dan menjurus pembicaraan pada hal inti, Ashar bertanya pada Prayoga "jadi bagaimana menurutmu sobat rencana kedepannya menghalau pasukan Anarki?".
"Aku ingin mendengar tata letak wilayah kalian yang telah menjadi anggota aliansi dari garis kerajaan Anarki yang bergerak ke kerajaan Monarki?".
Ashar meminta prajurit pengawal yg berjaga pintu tuk menyingkirkan makanan di meja, setelah itu ashar membuka gulungan terbuat dari kulit ternyata sebuah peta wilayah dunia, Ashar menjelaskan tata letak wilayah kerajaan dan suku yang tergabung dalam aliansi.
"Benar sekali sobat" jawab Ashar dan disetujui oleh gopal, aldo, Sayid (ketua suku Syah) dan Razak (ketua suku kurdi) dengan anggukan kepala.
__ADS_1
Prayoga menanyakan total kekuatan dari 4 anggota aliansi yang siap tempur, mereka menjawab satu persatu secara rinci, ashar dan gopal menambahkan akan adanya pasukan cadangan dari laki laki rakyatnya yang akan diwajibkan tuk mempertahankan bentengnya.
"Hhhhmmm kalo pun kalian menggabungkan seluruh pasukan tanpa pasukan cadangan masih kalah jauh dibandingkan kemungkinan pasukan yang dibawa oleh Raja William, belum termasuk pasukan jajahan yang ditaklukan akan dijadikan pasukan garda terdepan mereka sebagai korban awal peperangan", Prayoga sambil melihat ke arah peta yang membentang di atas meja besar.
Sedikit besar Prayoga paham atas kemampuan strategi dari William dan jendralnya karna pernah sekali bertempur saat Prayoga membantu kerajaan sahabatnya, "Kemungkinan besar Anarki akan mengirimkan pasukan besar berjumlah 600.000 prajurit", terka Prayoga.
Semua yang mendengar tersentak kaget, bagaimana mungkin kerajaan Anarki yang mempunyai pasukan 800.000 prajurit akan mengerahkan 3/4 dari total pasukan yang dipunya.
Gopal pun bertanya "Bukankah itu berlebihan, mengingat kerajaan besar hanya menyisakan 200.000 prajuritnya di dalam kerajaan, bagaimana jika kerajaan tersebut diserang gabungan dari kerajaan tetangganya dari arah timur?".
__ADS_1
"Pertama,,, prajurit Anarki adalah orang orang pilihan yang ditempa dengan keras oleh para jendralnya tuk mempunyai jiwa dan mental sekaligus fisik yang kuat, melawan kerajaan tetangga bisa dipastikan 1 prajurit Anarki setara 5 prajurit biasa, belum termasuk para pendekar kerajaan Anarki yg terkenal punya tingkatan tinggi, jadi bila itu terjadi maka pasukan gabungan harus menyiapkan pasukan setidaknya 1.000.000 prajurit untuk bisa mengalahkan 200.000 prajurit, cadangan pendekar sekaligus menaklukan benteng pertahanan kerajaan Anarki".
"Kedua... prinsip strategi kerajaan Anarki adalah menyerang dengan pasukan besar guna meminimalisir korban dan mempercepat waktu peperangan".