Sang Panglima Bayangan

Sang Panglima Bayangan
Perkembangan Para Pangeran Kerajaan


__ADS_3

### Pangeran Prawira


Diruangan khusus istana Prawira sedang meningkatkan tenaga dalamnya yang saat ini telah mencapai tingkat Bumi tahap 7, dengan didampingi gurunya ki Alam dengan seksama memperhatikan setiap perkembangan muridnya, dalam hati ki Alam berkata "Hmmm bakat alamnya cukup baik untuk se usia pangeran Prawira, sangat pesat dalam pencapaian tingkatan tenaga dalamnya dan cerdas dalam memahami setiap jurus yang diberikan".


"Pangeran pusatkan titik fokus kepada 3 titik utama dantian yang ada di kepala, dada dan perut, salurkan semua tenaga dalammu kesana, sebentar lagi ananda akan berhasil mencapai tingkatan awan tahap 1". ki alam berbicara melalui teleport ke pikiran Prayoga.


Ki alam sangat terkejut melihat tubuh Prawira mengeluarkan hawa emas untuk pertama kali nya yang sedang menyalurkan tenaga dalam ke 3 titik dantian yang di minta guru nya itu, tak lama Prawira berkeringat dan wajahnya memerah seperti menahan rasa sakit, tubuhnya bergetar hebat dalam meditasi yang dilakukannya dan tak lama kemudian ada bunyi letupan dalam tubuhnya sebanyak 3x "tup... tup... tup", suara itu seperti bunyi daging yang meletus saat di panggang, tak lama kemudian wajah merahnya mulai memudar dan kembali cerah seperti biasanya.

__ADS_1


Prawira membuka mata setelah meditasinya selesai dan tenaga dalamnya naik mencapai tingkat awan tahap 1, Prawira terlihat sangat kelelahan seakan akan mau pingsan, dengan segera ki alam menyalurkan tenaga dalamnya ke punggung Pratama untuk menstabilkan kondisi tubuh muridnya, tak lama kemudian tubuh Prawira berangsur angsur pulih dan memiliki tenaga tuk berdiri.


"Istirahat sejenak nak, tubuhmu masih lemas setelah meningkatkan tenaga dalammu". Ucap ki alam kepada muridnya.


"Baik guru". Jawab Prawira sambil duduk kembali dan mengatur nafasnya secara perlahan.


"Selamat nak, kamu berhasil meningkatkan tenaga dalammu dan ingatlah bahwa ini baru awal dari segalanya". Ucap ki alam.

__ADS_1


Ki Alam yang tadinya berpikir hawa emas akan terwariskan pada tubuh Pangeran Pratama namun kenyataannya bahwa hawa emas terwariskan pada muridnya, semakin antusias ki Alam tuk berniat mengajarkan berbagai macam jurus dan meningkatkan tenaga dalam muridnya ini karna melihat hawa emas yang muncul menandakan masa depan muridnya ini bisa mencapai tingkat suci secara cepat, "Anak yang berbakat seperti kakeknya dulu". Ucap ki Alam dalam hatinya, kakeknya Prawira yang tak lain mendiang raja kerajaan Cakrabuan adalah seorang pendekar aliran putih yang telah mencapai tingkat suci.


Hawa emas itu sendiri adalah inti energi murni warisan dari leluhur yang menunjuk salah satu keturunannya dalam setiap generasinya, generasi pertama yang diwariskan hawa emas adalah raja Prayoga yang tak lain adalah ayah dari Prawira, dua generasi telah di anugrahi hawa emas yang menjadikan mereka akan melangkah lebih cepat dalam peningkatan tenaga dalam dan menyatukan dengan jurus jurus yang dikuasainya, sayangnya raja Prayoga tidak memiliki ambisi untuk meningkatkan tenaga dalamnya sehingga saat ini setara dengan adiknya Mada yang selalu bekerja keras melatih tenaga dalam secara rutin.


Saat ini Prawira telah mencapai tenaga dalam tingkat awan tahap 1, menguasai jurus saepi angin, menguasai jurus tapak Harimau tahap sempurna (ada 3 tahap) serta menguasai jurus brajamusti tahap 2 (ada 4 tahap).


"Istirahatlah nak, esok guru ingin melihat kemampuanmu menggunakan jurus jurus yang telah di kuasai olehmu". Ucap ki Alam.

__ADS_1


"Baik guru dan terima kasih atas bimbingan guru selama ini, murid tidak akan mengecewakan harapan guru dan ayahanda prabu". Jawab Prawira sambil menundukan kepala dan mengepalkan tangan di dadanya.


"ha... ha... ha... ha... ha... Tak perlu sungkan seperti itu muridku, sudah sepantasnya kamu mendapatkan yang terbaik di wilayah kerajaan ini" Ucap ki Alam sambil berjalan keluar untuk memberikan waktu Prawira beristirahat.


__ADS_2