
Waktu ke waktu ke dua Pangeran menempa dasar fisik tuk menunjang kekuatan jurus dan tenaga dalam yang akan di pelajari, tak terasa sudah tiga bulan mereka melakukan rutinitas latihan dasar fisik sehingga mulai terlihat otot otot kejantanan yang cukup atletis pada tubuhnya serta memperlihatkan wajah wajah nan tampan dan berwibawa, mereka diberikan istirahat 3 hari setelah tiga bulan lamanya melatih fisik dasar tuk memulihkan stamina.
###
Di Istana Kerajaan Cakrabuana sudah mulai terlihat keramaian pejabat pejabat yang berlalu lalang menyiapkan segala sesuatu tuk menunjang pertemuan antar kerajaan dan suku.
Di sisi lain Raja Prayoga dan Jendral Mada berjalan sambil memastikan keadaan berjalan lancar, "Rai Mada apakah pasukanmu sudah dalam posisi siaga di dalam Istana?". Raja bertanya sambil berjalan mengawasi ruangan pertemuan yang akan di selenggarakan besok hari, "Hamba sudah kerahkan seluruh prajurit khusus pengawal istana dalam keadaan waspada di dalam istana paduka",
__ADS_1
"Hhhmmm bagus Rai.....", Sambil mengelus jenggotnya yang panjang.
"Di luar hal resmi, Aku minta Rai panggil aku kakang seperti hal nya dulu kita berbicara tanpa ada garis batas". Sejenak Mada berpikir dan menjawab "Mohon maaf paduka suasana dulu dan sekarang berbeda, hamba tidak berani".
Raja Prayoga tersenyum ramah "Ini Titahku Rai, apa masih mau membantah?", sambil melirik ke arah Mada "Hamba tidak berani membantah padu eh eh ka ka kakang", sambil terbata bata Mada memberanikan diri menjawab, Raja Prayoga pun tersenyum sambil menepuk bahu Mada "Aku bahagia bila Rai menganggapku kakak bukan raja", Sedikit tersenyum sekaligus ada gurat kesedihan di wajah Mada "Selamanya kakang adalah kakak yang akan selalu ku jaga sampai nyawa taruhannya, aku tak mau lengah dan kehilangan kakang Prayoga seperti kita dulu kehilangan kakang Surya dengan tragis".
### Flash back ###
__ADS_1
Suatu waktu Pangeran Mada akan merayakan hari kelahirannya di istana kerajaan Cakrabuana, Pangeran Surya dan istrinya yang mendengar berita itu berencana menghadiri perayaan tersebut tanpa memberi tahu kerajaan Cakrabuana dengan maksud memberikan kejutan untuk sang adik.
Tiba waktunya Pangeran Surya beserta istri dan kedua anaknya berangkat menuju kerajaan Cakrabuana dengan dikawal pasukan sebanyak 4.000 prajurit yang membutuhkan waktu 3 bulan perjalanan dikarenakan Pangeran Surya membawa Istri dan anaknya, andaikan hanya Surya yang berangkat hanya membutuhkan 30x terbit matahari (satu bulan) perjalanan dengan ilmu meringankan tubuhnya.
Di awal perjalanan mereka cukup lancar dan aman tanpa terkendala apapun namun mereka tidak menyadari bahwa situasi kerajaan Manggala yang akan dilewatinya itu sedang bergejolak terjadi penumpasan pemberontakan, setelah Pangeran Surya mengetahui hal tersebut dan segera bertemu raja dari kerajaan Manggala akhirnya mereka diantar oleh pasukan kerajaan Manggala sebanyak 30.000 prajurit dengan aman sampai gerbang keluar kerajaan Manggala menuju perbatasan dengan kerajaan Cakrabuana, prajurit Manggala kembali ke istananya di karenakan situasi dalam keadaan darurat, perbatasan kedua kerajaan berupa wilayah hutan lebat seluas sekitar 200.000 tombak dengan panjang jarak dari gerbang terluar kerajaan Manggala dengan gerbang terluar kerajaan Cakrabuana sekitar 5.000 tombak (1 tombak \= 4 meter).
Ditengah hutan perbatasan Pangeran dihadang oleh pemberontak dengan jumlah pasukan -/+ 15.000 prajurit, terjadilah pertempuran tak seimbang dimana pasukan pangeran Surya hanya berjumlah 4.000 prajurit melawan pasukan pemberontak sebanyak 15.000 prajurit, walau pun Pangeran Surya mempunyai ilmu cukup tinggi mencapai tingkat langit tahap 7 namun melawan pasukan musuh dengan jumlah 15.000 prajurit di tambah para pendekar bayaran tingkat awan tahap 1 - 7 dan tingkat langit tahap 1 - 4 membuat Surya dan pasukannya terpojok, hingga Surya merasakan kewalahan lalu memerintahkan pengawal pribadinya menyelamatkan istri dan anaknya ke arah kerajaan Cakrabuana, tapi sayangnya mereka hilang bak ditelan bumi, Kerajaan Cakrabuana yang mendapatkan informasi seperti itu segera mengirim jendral Mada beserta masukannya sebanyak 50.000 prajurit, namun yang terlihat adalah mayat mayat yang bergeletakan tak menyisakan satu pun yang hidup, termasuk rombongan pengawal pribadi Surya menjadi korban pemberontak dengan keji membakar mayat mayat dari rombongan pengawal pribadi Pangeran Surya sampai menjadi abu.
__ADS_1
### kembali ###
Raja Prayoga terduduk di kursi dengan pikiran kosong mengenang masa lalu kakaknya dan tak terasa air matanya mengalir dalam pelupuk mata tanpa bisa dihentikan.