
"Bagaimana kabarnya Rai Mada?" Raja Prayoga bertanya pada Jendral khusus Pangeran Mada yang tak lain adik yang sangat disayanginya.
"Seperti yang paduka liat saat ini hamba dalam keadaan sehat" jawab Mada tersenyum sambil menundukan kepala tanda pemberian hormat pada kakaknya, Raja Prayoga bergumam dalam hatinya "Rai Mada ingin sekali aku berbincang seperti dulu tanpa memanggil baginda padaku, aku rindu Rai sebagai adikku bukan sebagai jendralku" tatapan kosong raja Prayoga mengarah pada sosok adiknya sambil membayangkan masa masa kecil bahagia bersama adiknya tanpa beban apapun.
Raja Prayoga pun membuka pembicaraan serius tapi santai dengan para pejabatnya dan satu persatu para pejabatnya menjabarkan secara detail keadaan dan situasi kerajaan diluar istana, dengan suasana hangat mereka semua berbincang bincang karna keramahan Raja Prayoga dan Para Pangeran mampu menghilangkan segala kasta dalam kerajaan.
Raja Prayoga mengernyitkan dahinya disaat mendengarkan penjelasan dari jendral khusus "kami mendapatkan informasi dari telik sandi bahwa pasukan kerajaan Anarki akan bergerak berangkat menyerang kerajaan monarki dalam 5 bulan kedepan, menurut informasi dari telik sandi bahwa kerajaan monarki tidak mau tunduk pada Raja William dan kemungkinan besar awal invasi ke arah daratan tengah paduka"
(kerajaan monarki adalah salah satu kerajaan berkekuatan menengah yang berada di sebelah timur kerajaan Anarki).
Raja sejenak berpikir "hhhhmmm sepertinya target utama raja william adalah menduduki kerajaan Tur karna dari segi jarak dan kerajaan tetangga lebih sedikit jd akan sangat efisien dan tidak memakan korban banyak dipihak kerajaan Anarki".
"Panglima kusuma bagaimana jawaban undangan kita kepada para raja dan ketua suku tuk berdiskusi menjadi sekutu?" tanya Raja Prayoga.
"Mohon maaf Paduka, seluruh undangan telah disebar kepada semua kerajaan dan semua suku asli namun baru ada beberapa balasan surat undangan dari kerajaan serta suku asli termasuk kerajaan Tur telah membalas surat keterangan undangan dari kita yang Mulia" jawab Kusuma sambil menyerahkan surat jawaban dari masing masing kerajaan dan suku asli.
__ADS_1
"Syukurlah sebagian sudah ada jawabannya, khususnya dari Raja Ashar dengan begitu dalam pertemuan nanti kita akan bentuk koalisi tuk menghadang pasukan Anarki" Raja prayoga sedikit bernafas lega karna ada harapan tuk bisa bertahan dari serangan Kerajaan Anarki sambil membuka satu persatu surat balasan dari para kerajaan tetangga, bibirnya tersenyum dikala raja Prayoga membaca surat dari sahabatnya yaitu Raja Ashar dari Kerajaan Tur.
melihat kakaknya tersenyum maka Mada memberanikan diri bertanya "maafkan hamba paduka, apakah ada sesuatu hal yang membuat paduka bahagia saat membaca surat jawaban itu?" Mada menatap kakaknya dengan penuh penasaran.
Raja Prayoga yang sedang membayangkan sesuatu sedikit kaget dan menjawab pertanyaan Mada dengan santai "Surat dari raja Ashar mengatakan bahwa dia akan datang langsung dalam pertemuan nanti, disamping aku bahagia bisa bertemu sahabat lama juga akan jauh lebih cepat proses terbentuknya aliansi karna akan di dukung langsung oleh raja dari kerajaan besar, dengan kekuatan penuh maka ada harapan kita mampu menghadang pasukan Anarki".
"Mentri pertahanan perketat penjagaan gerbang kota pusat saat para tamu datang, pertemuan akan diselenggarakan 90x Terbi matahati ( 3 bulan ) kedepan" titah Raja Prayoga.
"Laksanakan paduka". Jawab mentri pertahanan dengan tegas.
"Panglima perkuat armada laut dan pasukan berkuda saat rapat aliansi berlangsung dan perintahkan semua senopati dalam keadaan waspada dan siap tempur pada masing masing kota". Titah raja Prayoga pada panglima kusuma.
"Rai Mada pastikan pasukan khususmu supaya tidak ada telik sandi musuh berada di wilayah kita".
"Hamba akan lakukan yang terbaik paduka" jawab Tama.
__ADS_1
Para pejabat yang hadir masih menerka apa yang menjadi strategi dari raja Prayoga dalam menghadapi invasi kerajaan terkuat dunia namun Mada dan Kusuma tersenyum karna sudah memahami arah dari strategi yang akan diterapkan dalam aliansi kelak.
Lalu Raja Prayoga memerintahkan kembali panglima Kusuma tuk memastikan kerajaan Manggala yang berada disebelah timur kerajaan Cakrabuana dan kerajaan Galah yang berada disebelah barat kerajaan Cakrabuana menjadi sekutu utama "Aku perintahkan panglima kusuma tuk bernegosiasi secara khusus dengan baik terhadap kerajaan Manggala dan Galah serta suku asli disekitarnya, bila mereka tidak mau bersekutu dengan kita dan tidak mau mengikuti sesuai aturan serta arahan kita maka berikan peringatan pada mereka bahwa kita akan segera menyerang mereka semua", Dengan nada serius dan penuh wibawa serta mengeluarkan 20% hawa emasnya dalam ruangan memastikan titahnya harus dilaksanakan dengan baik.
###
Hawa terbagi tiga unsur yaitu :
Hawa hitam adalah energi murni hasil dari penyerapan energi makhluk yang dibunuhnya,
Hawa putih adalah energi murni hasil dari penyerapan energi alam/meditasi,
Hawa emas adalah energi murni yang diwariskan dari leluhur yang memiliki ilmu tingkat surgawi**.
###
__ADS_1
Sontak semua pejabat yang hadir termasuk para Pangeran kaget mendengarkan titah Raja Prayoga yang biasanya santun dan penuh kedamaian, sekaligus para pejabat harus bersusah payah menahan hawa emas yang dikeluarkan oleh sang Raja dengan tenaga dalamnya masing masing, Jendral Mada yang sudah waspada langsung mengalirkan energi pertahanan untuk Pangeran Pratama sedangkan Panglima Kusuma mengalirkan energi pertahanan kepada Pangeran Prawira supaya tidak jatuh pingsan, beberapa pejabat menilai hari ini raja Prayoga terlihat begitu berwibawa sekaligus merinding saat mengeluarkan titahnya.
"Segera hamba laksanakan yang Mulia". Jawab Kusuma dengan kata kata yang bergetar