
Hari berganti hari.
Tidak terasa sudah 150x terbit matahari (5 bulan) berlalu semenjak pertemuan aliansi di gelar.
Prayoga berjalan di arena lapangan tempat latihan para prajurit di dampingi oleh Kusuma, Mada serta para Nasehat kerajaan, prajurit yang melihat junjunannya berada di sana makin bersemangat berlatih yang di pimpin oleh para jendral utama, sejenak Prayoga berhenti di depan prajurit yang sedang berlatih, lalu panglima mengangkat tangan kanannya ke atas pertanda perintah kepada para jendral untuk menghentikan latihan prajuritnya sejenak, dengan sigap para prajurit berbaris di belakang para jendral dengan berdiri tegak penuh semangat, "Apakah kalian prajuritku yang setia untuk negara, tanah kelahiran dan keluarga kalian?", Tegas Prayoga berteriak dengan dialiri sedikit tenaga dalamnya.
"Panjang umur yang mulia raja, hidup kami untuk melindungi kerajaan dan keluarga tercinta serta tercipta kedamaian". Serentak prajurit menjawab dengan semboyan prajurit kerajaan.
"Kalian adalah prajurit terhebat kerajaan Cakrabuana, tanpa pamrih melindungi siapa pun yang tersakiti, kalian adalah keluarga besar dalam kerajaan tercinta ini, jangan sia sia kan hidup kalian dengan berdiam diri melihat angkara murka di depan mata kita".
"Hidup Yang Mulia Raja Prayoga, kejayaan kerajaan Cakrabuana". Teriak pasukan sambil membenturkan pedangnya ditangan kanan ke tameng di tangan kirinya.
"Segera kita akan berangkat bergabung dengan kerajaan Tur di daratan tengah tuk meredam ambisi kerajaan Anarki tuk menjajah kerajaan kita, harga diri kita akan dipertaruhkan disana untuk kelangsungan kehidupan keluarga kita dimasa datang, prajurit yang ku cintai persiapkan diri kalian menjadi pasukan terhebat dunia dan harumkan nama kerajaan kita dengan kemampuan kita dalam berperang dengan gagah berani tanpa mengenal takut, kita adalah kumpulan kawanan Harimau yang mematikan lawannya dalam satu langkah". Ucap prayoga penuh dengan semangat dihadapan prajuritnya.
"Hidup yang mulia....".
"Hidup kerajaan Cakrabuana...".
Prajurit semakin bersemangat melihat raja nya lantang menyerukan kata kata semangat penuh kewibawaan dengan diselimuti pancaran hawa emas nya.
__ADS_1
"Ingatlah prajuritku, kita datang kesana bukan untuk menyerahkan nyawa tapi untuk mendapatkan kemenangan dan kembali dengan selamat serta berkumpul lagi dengan keluarga tercinta, jadi tempa diri dengan latihan fisik, mental, jiwa dan tenaga dalam kalian dengan sungguh sungguh, ceritakan pada anak cucu kalian kelak tentang kehebatan para Harimau Cakrabuana ini".
"Hidup yang mulia raja...".
"Hidup Kerajaan Cakrabuana...".
kembali suara prajurit menggema dalam arena latihan.
Prayoga tersenyum lantas memberikan isyarat tuk melanjutkan latihan kembali.
Prayoga dan rombongan kembali berjalan menuju ruangan istana tuk melakukan pertemuan dengan para pejabat kerajaan.
Di ruangan istana sang raja sedang berkumpul dengan para pejabat kerajaan, satu persatu para pejabat menyerahkan salinan berupa gulungan yang isi nya segala bentuk pekerjaan masing masing secara rutin dilaporkan kepada raja.
Prayoga membuka satu persatu gulungan dan membacanya sambil menganguk anggukan kepala tanda menyetujui hasil kerja para pejabatnya.
"Jendral Mada, apakah ada informasi dari telik sandimu terkait berlangsungnya serangan pasukan Anarki terhadap kerajaan monarki?". Tanya Prayoga kepada adiknya karna pasukan rahasia dan pasukan khusus berada di bawah pimpinan Mada.
"Hamba sudah mendapatkan informasi dari telik sandi bahwa pasukan Anarki sudah menghancurkan benteng pertahanan Monarki dan menurut perhitungan hamba dalam waktu 14x terbit matahari (2 minggu) pasukan Anarki sudah menaklukan secara total kerajaan Monarki". Jawab Mada.
__ADS_1
"Hhhhhmmm sesuai dugaanku pasukan Anarki akan mampu menaklukan monarki kurang dari 90x terbit matahari (3 bln) dari dimulainya pertempuran dibenteng terluar kerajaan Monarki". Ucap Prayoga sambil mengelus jenggotnya.
"Menurut perhitunganku pasukan Anarki akan beristirahat memulihkan kekuatannya -/+ 30x terbit matahari (1 bln) sekaligus merekrut pasukan baru dari rakyat dan sisa pasukan Monarki yang selamat tuk dijadikan tameng depan dalam pertempuran berikutnya". Ucap Prayoga sambil membuka gulungan peta dunia miliknya.
lalu prayoga berdiri di ikuti para pejabat lainnya memperhatikan secara seksama arahan dari raja yang menjelaskan sesuatu sambil pengarahkan pedangnya ke area peta dunia dalam gulungan.
"Kemungkinan besar pasukan Anarki akan berada pada benteng terluar kerajaan armen sekitar -/+ 480x terbit matahari (16 bln ) dari sekarang setelah menaklukan kerajaan kerajaan dan suku suku yang dilewatinya". ucap Prayoga sambil mencoba merencanakan strategi selanjutnya.
"Jendral Mada, pastikan telik sandi mu selalu memberikan informasi setiap pergerakan pasukan Anarki, jangan sampai ada yang terlewatkan dan kirim surat kepada perwakilan anggota aliansi yang ada di sini untuk memberangkatkan pasukan yang akan dikirimnya ke kerajaan Tur terhitung 360x terbit matahari (12 bln) dari saat ini". Perintah Prayoga kepada Mada.
"Akan segera dilaksanakan Titah paduka". Jawab Mada sambil menunduk.
"Para penasehat dan panglima, bagaimana hasil penempaan prajurit kita?". Tanya Prayoga.
Satu persatu penasehat dan panglima menjelaskan hasil dari arahan latihan fisik, mental, jiwa dan tenaga dalam prajurit selama ini mendapatkan kemajuan pesat, Prayoga cukup puas dengan hasil yang dilakukan para penasehat dan panglima nya serta tidak lupa Prayoga juga memastikan pemakaian pill penunjang untuk kemajuan kemampuan para prajurit dan para pendekar secara akurat dan efisien.
Tidak lupa Prayoga memberikan titahnya kepada Panglima dan para jendral utama nya untuk merekrut sebanyak banyaknya prajurit baru guna memperkuat barisan pasukan yang akan berangkat maupun pasukan yang akan menjaga kedaulatan kerajaan.
#####
__ADS_1
Di sisi lain pada waktu yang sama para pangeran sudah mulai menunjukan bakatnya masing masing dalam memahami berbagai macam jurus dan tenaga dalam yang di ajarkan oleh gurunya masing masing.