
"Jadi apa yang harus kita lakukan ketua?". Tanya salah satu anggota aliansi.
Prayoga segera menjelaskan strategi selanjutnya, yaitu memerintahkan mengosongkan kota yang berada di dalam wilayah benteng pertahanan luar.
Sambil menunjukan pedangnya ke arah peta besar, menjelaskan secara rincian strategi besok yang akan dijalankan.
"Hidup mati kita bergantung pada peperangan esok hari". Prayoga meyakinkan semua anggota yang hadir.
"Bila strategi ini sukses maka kemungkinan pasukan kerajaan Anarki akan kehilangan banyak prajurit dan mundur, kemungkinan besar kita bisa pukul mundur serta mengambil kembali semua wilayah aliansi yang sudah di duduki mereka". Tambah Prayoga memberikan semangat kepada para anggotanya.
Prayoga memerintahkan setiap anggota aliansi yang hadir memegang kendali pasukan pasukan kecil yang di pecah ke arah gerbang utara, selatan dan timur.
( Note : Saat peperangan sebelumnya sedang terjadi, sebagian para prajurit menghancurkan sisa sisa bangunan kokoh di dalam benteng pertahanan Tur.)
#####
Matahari telah bersinar, genderang perang dan terompet berbunyi saling sahut menyahut tanda kedua belah pihak sudah bersiap melanjutkan pertempuran.
Tanpa di sadari oleh musuh, Di dalam benteng pasukan Aliansi terlihat kosong, hanya sekitar 50.000 prajurit, 40 pendekar tingkat langit dan pilih tanding yang tinggal di wilayah benteng serta 8 buah Catalpul yang masih kokoh berdiri di bawah komando langsung Panglima Kusuma, sisanya sudah bergerak mundur tuk menjalankan misi yang sudah di atur sebelumnya.
Pasukan musuh yang tadinya mencapai 820.000 prajurit, di perkirakan sisa 500.000 prajurit (pasukan gajah, kavaleri, pemanah, infantri), 400 pendekar tingkat langit dan pilih tanding serta 60 catalpul.
Berkat kepiawaian Prayoga yang dijuluki Panglima Strategi, membuat Pasukan Kerajaan Anarki mengalami kerugian hampir 50% dari total pasukan yang dibawanya, sedangkan pasukan aliansi mengalami kerugian mencapai 15% dari total pasukan yang di miliki.
Dengan penuh amarah, Panglima Xerox memerintahkan 80% sisa pasukanya tuk menyerang dengan cara ber zig zag, dengan harapan dapat meminimalisir korban dari pasukannya, tidak lupa Panglima Xerox mengerahkan 300 pendekarnya dan mengerahkan semua catalpul ke garda depan dalam peperangan.
"Hari ini tamatlah riwayat kalian". Teriak Panglima Xerox sambil berseru "Seraaaaaaaang,,,, Hadiah besar untuk kalian yang dapat membawa kepala Prayoga, Ashar dan Kusuma".
Deru suara menggema sangat terasa oleh pasukan Aliansi di dalam benteng.
"Bersiaaaap". Perintah Kusuma kepada prajuritnya.
Melihat pasukan musuh yang makin mendekat.
Kusuma berteriak "Divisi catalpul dan pemanah, tembaaaaaaak".
Desingan kembali memekakan telinga, Ribuan panah meluncur dari atas benteng ke arah musuh, begitu pun sebaliknya, musuh membalas dengan tembakan 60 catelpul dan ribuan panah yang melesat tak beraturan.
Korban berjatuhan dari kedua belah pihak, khususnya pihak musuh mengalami cukup banyak korban karena serangan bubuk mesiu yang di padatkan menyembur ke arena terbuka musuh dan meledak setelah panah api mengenai mesiu tersebut.
karna catalpul yang di gerakan musuh terlalu banyak akhirnya korban pun berjatuhan dari kubu aliansi, sekaligus mampu merobohkan benteng Tur yang terkenal sangat kokoh.
"Munduuuuuurrrrrrrr". Perintah Kusuma pada pasukannya.
Tak lama pasukan Aliansi mundur sesuai arahan dari strategi Prayoga, hanya meninggalkan catalpul di atas benteng.
__ADS_1
Pasukan musuh berhasil masuk ke dalam. benteng dengan mudah melalui lubang lubang yang hancur karna serangan catalpul.
Mereka hampir semua merangsek masuk kedalam benteng pertahanan tanpa tau jebakan telah menunggunya.
Panglima Xerox yang melihat debu debu tebal berterbangan di sisi luar benteng selatan dan utara, baru menyadari bahwa sebagian pasukannya masuk dalam jebakan, Panglima Xerox pun memerintahkan pasukannya tuk mundur.
Tapi terlambat......
Lobang lobang benteng yang hancur segera di tutup oleh batu batu besar yang di tembakan catalpul Aliansi yang berada di sisi luar benteng.
Asap kuning yang di tembakan ke atas langit oleh salah satu jendral dari aliansi, sedikit memecah konsentrasi musuh yang sedang panik.
Tak lama desingan suara dan ribuan panah api meluncur ke dalam benteng pertahanan, sedangkan sisa pasukan musuh yang masih berada di luar, segera di hadang oleh pasukan besar aliansi yang keluar dari arah selatan dan utara.
Setelah serangan catalpul dan panah berhenti, Kusuma yang mundur ke arah timur segera merangsek kembali ke dalam benteng pertahanan.
Tak disangka, ternyata di dalam benteng pertahanan terdapat lebih dari 100 pendekar tingkat langit dan tingkat pilih tanding musuh,
maka benturan ilmu pun tak dapat di elakkan.
Kusuma bersama puluhan pendekarnya bertarung tak seimbang dengan pendekar musuh.
Ajian demi Ajian di rapalkan oleh kedua kubu, akhirnya Kusuma dan pendekarnya terpojok, satu persatu pendekar dari Aliansi tumbang.
sebelum salah satu pendekar musuh menebaskan pedang ke leher Kusuma, segera kusuma menembakan panahnya ke langit dan,
"Duaaaaaaaaaarrrrr"
Terlihat asap hitam mengepul di langit.
Di saat yang sama Kepala Kusuma telah lepas dari raga nya.
Prayoga yang melihat tanda itu langsung memejamkan matanya dan keluarlah butiran air matanya.
Tak lama kemudian dari dua arah yang berbeda, Ribuan anak panah dan puluhan batu berterbangan ke dalam benteng pertahanan Tur, Hingga di dalam benteng Tur sudah tak ada lagi suara teriakan apa pun.
Sedangkan di luar pintu gerbang barat terlihat pertempuran seimbang, hingga terompet musuh berbunyi panjang.
Tak lama kemudian pasukan musuh mundur ke arah Panglima Xerox, dan suasana pun kembali hening.
######
Di Gunung Nagara Siang Padang terlihat Tama sedang berlatih Ajian yang baru di pelajarinya.
Gerakan demi gerakan sangat luwes dan lincah di peragakan Tama.
__ADS_1
"Anak ini sungguh berbakat".Gumam Ki Joko yang sedang memperhatikannya.
"Ajian Rongrong, Menyatu dengan alam".
Tiba tiba Tama menghilang di telan tanah, Tak lama kemudian Tama muncul dan meloncat terbang sambil membuka telapak tangannya ke arah pohon beringin yang sangat besar.
"Ajian Srigunting, Tapak api".
Duuuuuaaaarrrrrrrr
Pohon beringin itu tumbang seketika dengan asap mengepul dari telapak tangan Tama dan di kedua sisi patahan batang pohon yang tumbang, terlihat tiba tiba batang pohon yang tumbang perlahan jadi abu yang hilang di terpa angin.
Ki Joko yang melihat hal itu serasa merinding, terbayangkan tubuh manusia yang terkena Tapak ajian srigunting pasti tak bersisa.
Tak lama kemudian terdengar tawa puas menggema di area itu, "Ha ha ha ha".
"Eyang Guru?". Tama bingung melihat kanan, kiri, atas mencari wujud dari Ki Jati, begitu pun ki Joko melakukan hal sama.
Tiba tiba Ki Jati sudah berada di sebelah Tama sambil menepuk pundak Tama.
"Anaking kenapa terlihat begitu bingung". Tanya Ki Jati penuh canda.
"Aaiiihhhh Eyang Guru ini sepertinya siluman, mampu menghilang dan muncul tiba tiba". Tama yang kaget dengan polosnya menjawab.
"Selamat Anaking sekarang sudah memahami Ajian Rongrong dan Srigunting". Ki Jati sambil mengelus janggut panjangnya dan tersenyum.
Ki Joko pun merasa heran dengan kehadiran Ki Jati yang tiba tiba muncul.
"Selama di Rimba persilatan belum pernah aku melihat ajian meringankan tubuh sehebat ini". Gumam Ki Joko dalam hati sambil mendekati dua sosok tersebut.
"Maaf Sesepuh, Ajian apa yang barusan sesepuh gunakan sampai aku tak merasakan sama sekali hawa dari sesepuh sebelum muncul". Tanya Ki Joko kepada Ki Jati penuh heran.
"Ini Adalah salah satu teknik dari Ajian Nur Muhammad".Jawab Ki Jati dengan santainya.
"Ajian ini mempunyai Teknik yang cukup beragam, Bahkan di daratan tempat aku dilahirkan, hanya dengan mempelajari ajian ini, maka orang itu bisa tak terkalahkan, karna di dalam ajian ini terdapat puluhan teknik yang berbeda beda kegunaannya". Lanjut Ki Jati.
"Lalu kenapa Sesepuh menurunkan ajian yang lain kepada Nak Tama, kalo Ajian ini cukup sempurna?". Ki Joko bertanya seperti pertanyaan anak kecil kepada bapa nya :)
"Ha ha ha ha Ajian ini masuk pada tingkat langka, Tidak sembarang orang bisa mempelajarinya". Ki Jati sedikit memberikan menjelaskan.
"Setiap Manusia di wajibkan mencari ilmu kemana pun dan apa pun jenisnya selama itu mampu memberikan keberkahan bagi umat Manusia, maka dari itu selama masih hidup pelajarilah berbagai ilmu yang baik, karna dibalik kekurangan ilmu tersebut, terdapat kelebihan yang tidak di miliki ilmu yang lainnya".
"Seperti halnya Ajian Nur Muhammad yang mempunyai banyak kelebihan, sekaligus ada kekurangannya, yaitu tidak semua manusia dapat mempelajarinya, hanya orang orang yang di pilihlah maka ajian ini mampu di kuasainya". Ki Jati memberikan penjelasan sekaligus wajangan kepada kedua juniornya.
mereka pun berbincang sambil berjalan menuju gazebo biasa mereka bersantai.
__ADS_1