Sang Panglima Bayangan

Sang Panglima Bayangan
Kerajaan Cakrabuana #2


__ADS_3

Di ruang pertemuan Istana raja Prayoga sedang berbincang dengan permaisuri serta anak anaknya sambil menunggu para jendral, penasehat dan mentri menghadap.


"Anakku Pratama dan Anakku Prawira sudah waktunya kalian belajar olah kanuragan supaya masa depan kerajaan tetap terjaga" ungkap Raja Prayoga kepada kedua anak laki laki nya.


Pangeran Pratama dan Pangeran Prawira menganggukan kepala tanda paham dan setuju.


"Ayahanda bolehkah Ananda Rai bertanya??" Pangeran Prawira mengajukan pertanyaan sambil menoleh kakak nya Pangeran Pratama


"Ananda mau tanyakan perihal apa?" jawab Raja tersenyum.


"Apa bedanya aliran putih dan hitam dan kenapa ayahanda membolehkan kakang Pratama berguru pada aliran hitam, Ananda Rai pernah mendengar bahwa Aliran hitam adalah aliran sesat ?" tanya Pangeran Prawira


"Hahahaha pertanyaan bagus Ananda Prawira, Ayahanda jelaskan bahwa tidak semua perguruan aliran hitam itu sesat, pada dasarnya Ilmu apa pun berasal dari yang Maha Kuasa dan semua ilmu itu baik hanya saja setiap manusia mempunyai karakter dan sifat yang berbeda" jawab raja Prayoga


"Maafkan ananda kurang mengerti dengan jawaban ayahanda" sela Prawira


"Begini anakku, manusia dianugrahi akal dan pikiran serta hawa nafsu dan sebagian manusia dirasuki keserakahan dan ketamakan yang menjadikan manusia ingin menguasai apapun yang di inginkan dengan cara tak terpuji, oleh karena nya bukan ilmunya yang sesat tapi manusia pengguna ilmu itu yang sesat karna keserakahan dan ambisi dalam jiwanya telah dikuasai oleh hawa nafsu" jawab raja Prayoga sambil melihat semua keluarganya menganggukan kepala tanda mengerti.

__ADS_1


"lalu kenapa aliran hitam bersekutu dengan Iblis?" tanya Pangeran Prawira


"Itulah anandaku yang disebut hawa nafsu Manusia tanpa berpikir dengan akal pikiran, mereka ingin menjadi yang terhebat dengan cara cepat yaitu bersekutu dengan Iblis dan keturunannya, walaupun harus mengorbankan hal yang besar untuk mendapatkan itu seperti membunuh warga tak berdosa tuk persembahan Iblis atau bahkan mengorbankan keluarganya bahkan diri sendiri bila diminta oleh Iblis " jawab raja Prayoga.


"Apakah sesepuh Joko melakukan seperti itu?" tanya Pratama terlihat gelisah sekaligus memotong pertanyaan Prawira.


"hhhhmmmm tidak Ananda Pratama" jawab raja Prayogi dengan tersenyum


"Lalu kenapa perguruan pedang terbang disebut aliran hitam?" dengan rasa penasaran Pratama bertanya.


akhirnya singkat cerita terjadi peperangan 2 pihak antara yang setuju dan yang tidak setuju" jawab raja sambil mengenang mendiang ayahnya yang menjadi penengah perdamaian antar kubu waktu itu.


"Perguruan pedang terbang berada di pihak perguruan yang beraliran racun karna dianggap perguruan beraliran racun tidak mengganggu warga, dengan kejadian itu perguruan pedang terbang disebut perguruan aliran hitam sampai saat ini, yang perlu dipahami ananda adalah apa pun ilmunya yang terpenting adalah kebersihan hati dan jiwa dari hawa nafsu yang berlebihan supaya bisa melindungi yang lemah dan tidak bersekutu dengan Iblis" tambah Raja Prayoga.


Pratama, Prawira dan Prameswari menganggukan kepala bersamaan.


tatapan Raja melihat satu persatu anaknya sambil berkata "Semoga suatu saat kalian akan benar benar memahami dan menjadi manusia yang barguna tuk rakyat serta saling melindungi diantara kalian"

__ADS_1


serentak menjawab "Ananda akan selalu mengingat Titah Ayahanda"


"Baiklah mulai besok Pangeran Pratama dan Pangeran Prawira harus giat belajar olah kanuragan pada Sesepuh Joko dan Sesepuh Alam sebagai guru ananda dan jadilah pendekar yang dicintai rakyat" sambil tersenyum serta menoleh permaisuri tercinta dengan tatapan sejuk nan damai.


"Kanda tak terasa anak anak kita sudah terlihat dewasa dan semoga mereka selalu dilindungi yang Kuasa" tatapan penuh makna Permaisuri terhadap Suaminya.


"Percayalah Dinda, Anak anak kita telah di didik dengan tatakrama yang baik" sambil tersenyum raja dan memeluk Permaisuri tercinta nya.


sambil bercengkraman antara raja dan permaisuri, raja Prayoga meminta pengawalnya tuk memanggil panglima, jendral khusus, penasihat serta para mentri yang sudah menunggu diluar, raja Pratama ingin mengetahui keadaan kerajaan diluar istana.


Permaisuri dan anak anak nya pamit undur diri dari hadapan Raja namun Raja Prayoga meminta Pratama dan Prawira tetap duduk disebelahnya "Ananda Pratama dan Ananda Prawira tetaplah disini bersama ayahanda dan dengarkan baik baik dan jadikan pelajaran hidup kelak.


tak lama para punggawa datang menundukan tubuh mereka sambil mengepalkan tangan didada masing masing "sembah hormat kami kepada baginda dan kepada para pangeran".


"bangkitlah kalian dan silahkan duduk" pinta Raja Prayoga sambil berdiri dari duduknya.


"terima kasih paduka" serentak mereka bersamaan menjawab dan duduk pada kursi masing masing sesuai dengan jabatannya.

__ADS_1


__ADS_2