
Keesokan hari dipagi yang cerah ki Joko sudah menunggu dipelantara luas dibelakang istana, tak lama kemudian Pratama muncul dihadapannya sambil menundukan kepala "Maafkan murid terlambat guru", ki Joko tersenyum sambil berjalan kearah Pratama "Tidak apa apa nak, guru juga belum lama datang kesini" sambil menepuk punggung Pratama murid pertama nya.
Ki Joko dan Pratama duduk di gazebo belakang istana sambil merasakan udara segar dipagi hari, Ki Joko memulai percakapan dengan Pratama "Nak sekarang kamu resmi jadi muridku tapi sebelum memulai penempaan fisik dengarkan guru ini menjelaskan dasar dasar memahami jurus dan tenaga dalam yang nanti kamu pelajari".
Ki Joko menjelaskan secara rinci pemahaman dasar tentang jurus dan olah tenaga dalam, Prawira fokus mendengarkan dan sekali kali menganggukan kepalanya, "Mengerti nak apa yang guru jelaskan tadi?".
"Paham guru", dengan penuh keyakinan Prawira menjawab dengan tegas.
"Baiklah, sebelum memulai latihan fisik, guru ingin tau kenapa nak Pratama memilih aku menjadi guru mu?, Padahal perguruanku dianggap beraliran hitam".
Pratama menjelaskan maksud dan tujuan memilih Ki Joko menjadi guru nya dan alangkah terkejutnya saat Pratama menyebutkan ingin menguasai jurus pedang gaib, "Dari mana nak Pratama tau tentang jurus pedang gaib padahal ilmu itu sudah terkubur lama bersama kematian guruku 50th yang lalu?" tanya ki Joko penuh keheranan.
Pratama menjelaskan bahwa dia mengetahui kehebatan jurus tersebut dari cerita ayahandanya waktu dulu saat beliau menceritakan sedikit kehidupan mendiang kakeknya.
Sambil menganguk angguk ki Joko akhirnya menceritakan tentang kakek Pratama semasa jadi raja Cakrabuana dan gurunya "Mereka adalah sosok pemuda yang hebat dan bersahabat walo berbeda kasta dan berbeda kerajaan, kakekmu dulu selain seorang raja juga seorang pendekar aliran putih tingkat suci tahap 4 dan guruku pendekar tingkat suci tahap 4, mereka mempunyai ilmu sangat tinggi bahkan bisa dikatakan lawan yang seimbang di dunia ini bisa dihitung jari dan tidak lebih dari 5 pendekar".
__ADS_1
Sambil menghela nafas ki Joko meneruskan ceritanya "Tapi sungguh disayangkan sampai akhirnya mereka dipanggil yang Maha Kuasa tidak satu pewaris pun yang mendapatkan ilmu dari kedua kita langka tersebut".
"Kenapa kakek dan kakek guru tidak menurunkan ilmunya?" Pratama penuh penasaran.
Ki Joko terdiam dan sedikit mengingat masa lalu gurunya " kakekmu memiliki jurus hebat bernama tapak suci dan guruku memiliki jurus hebat bernama pedang gaib, dengan jurus itu tak ada yang mampu mengalahkan mereka, menurut guruku ilmu itu tidak bisa diturunkan secara langsung tapi harus belajar dari kitab jurusnya tersebut karna kitab tersebut akan mengikat kontrak selama hidupnya dan memilih sendiri pewarisnya setelah pemakai jurus sebelumnya telah meninggal atau meleburkan ilmu itu dalam dirinya dan sampai saat ini belum ada pewaris dari masing masing kitab itu".
Pratama merasa bingung dengan kitab yang memilih pewarisnya sendiri "Guru, apakah kitab itu dijaga siluman?".
Ki Joko tersenyum "Bukan nak tapi kitab itu memiliki roh, jika roh itu menunjuk pewarisnya maka jurus dan roh itu akan masuk kedalam tubuh pewarisnya dan akan berdiam diri pada jiwa pewarisnya tanpa mengganggu kehidupan pewarisnya".
"Menurut guru ada berapa didunia ini ilmu tingkat langka yang seperti itu?" tanya Prarama.
"Menurut sepengetahuan guru ada 4 jurus unik dari 4 kitab tingkat langka".
"Saya tidak paham guru" Pratama sambil berpikir.
__ADS_1
" 4 jurus unik dari 4 kitab adalah jurus unik karna pemakainya akan diwarisi kekuatan tenaga dalam setara tingkat suci tahap 4 dari kitab yang dipelajarinya, disebut unik karna pemakainya mampu menyerap energi alam dan satu jurus bernama jurus Nur Muhammad salah satu tahapnya mampu mengambil energi musuh untuk mengembalikan bahkan menambah tenaga dalam dirinya secara cepat, karna tenaga dalam dari 4 jurus tersebut bersumber dari penyerapan alam disekitar tanpa akan kehabisan tenaga dalam di tubuh pewarisnya walaupun jurus itu setiap saat digunakan dalam bertarung, ke 4 jurus langka itu bernama jurus pukulan bumi, jurus Nur Muhammad, jurus tapak suci dan jurus pedang gaib".
(jurus paling terendah yaitu Pukulan Bumi,Tapak Suci, Pedang Gaib dan paling tinggi Nur Muhammad).
Pratama melamun tanda tak paham :)
"Nak apa sekarang bisa kita mulai latihan fisiknya?" tanya ki Joko sekaligus membuyarkan lamunan Pratama.
"Baik guru, murid siap memulai latihan"
Sambil berdiri ki Joko meminta Pratama berlari mengelilingi setiap sudut kota kerajaan sebanyak 2 putaran.
Alangkah kagetnya Pratama yang membayangkan luasnya area kota pusat kerajaan yang harus dia kelilingi dengan berlari, namun tekad kuat yang menjadikannya siap melakukan apapun dengan cara yang terbaik tuk jadi pendekar hebat.
*****
__ADS_1
Ternyata di sisi lain Prawira juga diminta gurunya yang bernama Ki Alam tuk melakukan hal yang sama seperti kakaknya Pratama, ternyata mengolahan dasar fisik dari setiap perguruan caranya sama.