
Tabib Kuntala menceritakan pesan yang di minta oleh guru nya yaitu meminta ijin mambawa Pangeran Pratama ke tempat meditasi sang guru yang berada di gunung Nagara Siang Padang secepatnya karna di khawatirkan kondisi Pangeran Pratama makin buruk.
Dengan berat hati Raja Prayoga dan Permaisuri Melati mengijinkan anak pertamanya dibawa dalam keadaan tak sadarkan diri ke Gunung Nagara Siang Padang yang akan di dampingi oleh Tabib kuntala dan Ki Joko sebagai guru nya.
Beberapa hari kemudian terlihat kereta kuda kerjaan yang didalamnya terbujur kaku tubuh Pangeran Pratama beserta tiga orang dayang istana yang menjaganya, di sisi luar sudah bersiap Tabib kuntala dan Ki Joko serta 10.000 prajurit khusus, setelah pamit mohon ijin kepada raja dan permaisuri, mereka pun berangkat secara perlahan.
Terlihat wajah sedih Permaisuri Melati melepas keberangkatan anak pertamanya, "Selamat Jalan nanda Pratama dan segera kembali dengan keadaan sehat, bunda akan selalu menantimu di sini nak" gumam Melati dalam hati sambil berurai air mata melepas kepergian rombongan Pratama, berbeda dengan Melati, Prayoga dan Wira bersikap tegar di depan para pejabat, pasukan dan rakyatnya saat melepaskan rombongan Pratama.
####
16x Terbit matahari (16 hari) berlalu tiba lah rombongan di kaki Gunung Nagara Siang Padang, karna kondisi gunung yang terjal maka hanya Tabib Kuntala dan Ki Joko serta satu dayang yang mengantar tubuh Tama ke puncak gunung supaya waktu bisa lebih efektif dengan memakai kuda yang masih bertenaga, kereta kuda dan pengawal prajurit hanya bisa kembali dan menunggu di desa kaki bukit gunung Nagara Siang Padang.
Sesampainya di puncak Gunung Nagara Siang Padang sudah di sambut oleh guru tabib kuntala yang bernama Ki Jati Panghuripan.
Ki Jati seorang tabib juga petapa yang berusia 300 th melakukan langkah pertama dengan menyegel pusaran cahaya dalam tubuh Tama dengan ajian Tunggeng mogok sehingga orang disekitarnya yang mempunyai tenaga dalam tak terhisap energinya, lalu Ki Jati menyalurkan tenaga dalamnya pada tubuh Tama tuk memulihkan kondisi tubuhnya, tak lama kemudian tubuh Tama terasa menghangat dan wajah pucatnya berubah terlihat sehat namun belum terlihat sadar.
"Pangeran akan segera sadar dan kalian bisa berada di dekatnya tanpa terhisap inti energi karna pusaran cahaya sudah tersegel" Ucap Ki Jati.
"Sesepuh Ki Jati,,, Sebenarnya kenapa pusaran cahaya mampu menghisap energi orang yang ada di dekatnya?". Tanya Ki Joko.
Ki Jati menceritakan bahwa pusaran cahaya di dalam tubuh Tama bukan saja mampu menghisap energi orang didekatnya tapi juga mampu menghisap energi alam tanpa batas dan akan memberikan energi dari pusaran cahaya kepada orang yang di inginkannya karna di dalam pusaran cahaya tersebut terdapat energi jiwa Raja Kegelapan.
__ADS_1
"Aku yakin segel pelindung di goa hutan larangan sudah berhasil di hancurkan". Ucap Ki Jati.
Ki Jati pun meyakinkan bahwa saat ini pendekar dari penganut iblis sedang melakukan ritual pembangkitan Jiwa Raja Kegelapan dengan cara menyiapkan 1000 tubuh manusia yang telah mencapai minimal tingkat awan tahap 4, baik hidup maupun mati untuk di hisap energi inti tubuhnya sekaligus harus mencari tubuh manusia yang sudah mencapai tingkat suci untuk di jadikan wadah dari Jiwa Raja Kegelapan.
"Apa yang harus kita lakukan supaya kebangkitan Jiwa Kegelapan tidak terjadi". Tanya Kuntala.
Ki Alam menjelaskan akan sangat sulit mencegahnya kecuali mengetahui tempat persembahan dan membunuh semua ketua aliran pemuja iblis yang mempunyai Ajian penghancur segel Jiwa Raja Kegelapan.
Sejenak Ki Jati terdiam lalu berkata, "Dampak kehancuran yang dahsyat apabila Jiwa Raja Kegelapan bangkit dengan sempurna, sedangkan saat ini belum terdengar ada pendekar yang telah mencapai tingkat surgawi, benar benar akan menjadi malapetaka besar buat kehidupan manusia".
"Satu satunya harapan saat ini hanya pada tubuh ini". Lanjut Ki Jati sambil memegang kepala Tama yang masih terbaring lemas.
"Maksud Sesepuh?". Tanya Ki Joko.
"Kita harus menjadikan Pangeran Tama yang mempunyai pusaran cahaya sebagai pendekar yang mampu memusnahkan Jiwa Raja Kegelapan". Ucap Ki Jati.
Ki Jati meminta Ki Joko untuk mengajarkan semua kemampuannya kepada Tama dan memerintahkan kuntala dan rombongan kembali ke istana serta memberitahukan segalanya sesuai cerita yang sudah disampaikan kepada keluarga istana.
####
Tak terasa sudah 150x Terbit Matahari ( 5 bulan) Tama berada di Gunung Nagara Siang Padang, Saat ini Tama terlihat sangat gagah dan mempunyai kemampuan mencapai Tingkat Awan Tahap 5 serta telah menguasai Ajian Pedang Gaib (pedang langit, energi cahaya pedang, 1000 pedang Malaikat) secara sempurna, Ajian Tunggeng Mogok (pengunci jiwa, pengunci raga), Ajian Lampah Lumpuh (peremuk tulang) dan Ajian Kidang Kuning (ilmu meringankan tubuh).
__ADS_1
***
Di kerajaan Tur sudah berkumpul pasukan aliansi yang siap menghadang serangan Pasukan Raja William, Perwakilan semua kerajaan dan suku yang tergabung dalam aliansi sedang membahas strategi militer untuk menahan gerakan pasukan kerajaan Anarki.
Perintah pengerahan pasukan saat ini berada di tangan Raja Prayoga sebagai ketua aliansi dan mempunyai wakil ketua yaitu Raja Ashar sebagai Tuan rumah pertahanan.
####
Ditempat lain (kerajaam Armen).
Pasukan gabungan yang berjumlah 210.000 prajurit berhasil di desak mundur ke wilayah benteng pertahanan terakhir kerajaan Armen oleh Pasukan kerajaan Anarki dengan cepat, satu persatu kota dalam kerajaan Armen berhasil di taklukkan namun kota tersebut seperti kota mati tanpa penduduk yang sebelumnya sudah di ungsikan ke kerajaan gopal.
Sisa Pasukan gabungan yang bertahan di istana kerajaan Armen perlahan mundur ke dua sisi yang sudah disepakati, tak lama kemudian istana berhasil di duduki pasukan Raja William tanpa perlawanan berarti.
"Para pengecut sudah berlari tunggang langgang tanpa induk dan istana kerajaan Armen dapat kita kuasai tanpa perlawanan" Ucap salah satu jendral utama memberikan laporan kepada panglima perangnya.
"Hhhhmmm ada sesuatu yang aneh dengan ini, Jendral perintahkan pasukan beristirahat disini tuk beberapa hari sebelum bergerak ke kerajaan Tur". Perintah Panglima perang kerajaan Anarki sambil memikirkan situasi yang di anggap aneh ini.
Beberapa hari kemudian Pasukan kerajaan Anarki mulai bergerak.
Memasuki dalam lorong perbukitan sempit pasukan kerajaan Anarki di hadang oleh sejumlah jebakan yang sudah di siapkan dan mendapat serangan cepat dari prajurit suku Syah dengan cara gerilya.
__ADS_1
Pasukan garda depan pasukan kerajaan Anarki yang tidak menyangka akan mendapat serangan cepat dari musuh terlihat panik karna salah satu komandan perangnya terbunuh dalam serangan senyap musuh, Pasukan barisan depan kerajaan Anarki yang berasal dari rekrutan pasukan kerajaan yang berhasil ditundukkan oleh kerajaan Anarki memang di jadikan sebagai tameng pasukan inti kerajaan Anarki sebagai penyapu jebakan dan penghadang pasukan musuh sehingga korban yang berjatuhan tidak menimbulkan kerugian yang serius bagi kerajaan Anarki.