Sang Panglima Bayangan

Sang Panglima Bayangan
Peperangan Seimbang #1


__ADS_3

"Selama ini tak ada manusia yang mampu bertahan oleh Ajian Lampah Lumpuh ini, Kecuali............... ". Sejenak Ki Jati berhenti berbicara sambil menoleh ke wajah Tama yang sedang menahan sakitnya.


"Kecuali apa Sesepuh". Ki Joko menatap dengan penuh harapan.


"Kecuali Awaking mampu mengendalikan pusaran cahaya didalam tubuhnya dan menyalurkan ke semua tubuhnya".


Tama menatap Ki Jati penuh harap, "apa aaa ya aang harrruuss kuu laakukan Kii". Tanya Tama terbata bata.


"Awaking pejamkan matamu, lalu temukan titik pusat pusaran cahaya ditubuhmu dan kendalikan dengan jiwamu untuk menyalurkan ke seluruh tubuhmu". Ki Jati menatap penuh pada Tama.


"Saat cahaya itu menyelimuti tubuhmu akan sangat menyakitkanmu karna cahaya itu akan sedikit demi sedikit menyembuhkan organ tubuhmu".


Tama mengedipkan mata tanda mengerti.


"Tapi ingatlah nak, kamu tidak boleh sampai kehilangan ingatanmu, jika itu terjadi maka tubuhmu akan di jadikan wadah sementara sisa Jiwa Raja Kegelapan, Paham nak?".


"Kami hanya bisa mengawasi dari kejauhan nak, karna dengan keluarnya pusaran cahaya di tubuhmu maka energi inti yang ada di dekatmu akan terhisap". Tambah Ki Jati.


"Aaaakkaaan Kuuuuu cobbbaaa kii" sambil menutup matanya Tama mencoba berkonsentrasi penuh.


Segera Ki Jati dan Ki Joko melesat dengan cepat ke arah gazebo dengan sikap waspada, Ki Jati lalu duduk bersila dengan tangannya mengeluarkan bentuk tasbih, lalu memejamkan matanya seperti saat bermeditasi dengan tangan menggerak gerakkan tasbihnya.


Tama yang sedang mencoba mengalirkan pusaran cahaya ke seluruh tubuhnya dengan energi jiwanya terlihat penuh keringat.


Tiba tiba tubuh Tama di selimuti cahaya lalu melayang di udara dengan sikap berdiri, Tak lama kemudian Tama berteriak keras menahan rasa sakit teramat dalam.


"Aaaaaaaaarrrrgggggggggggggg".


Cahaya makin tebal menyelimuti tubuhnya, terlihat Tama membuka matanya yang berubah menjadi hitam penuh misteri dengan cahaya menyelimuti seluruh matanya.


Inti energi alam di sekitarnya Tama berputar putar dan perlahan masuk ke dalam lubang putih di kening Tama.


Kepala Tama terlihat menatap langit, tak lama kemudian cahaya dari langit melesat turun ke arah kening Tama.


Beberapa jam kemudian Tama semakin berteriak hebat menahan sakit dari datangnya cahaya dari langit.


"Aaaaaaaarrrrrrrrrggggggggggggggg".


Hampir 6 jam proses itu berlangsung, Tubuh Tama perlahan turun ke tanah dengan posisi duduk bersila, dan cahaya pun berangsur angsur menghilang terhisap oleh lubang yang ada di keningnya.


Tak lama Tama membuka mata dan menggerakan jari jari tangannya.


Ki Jati yang melihat itu segera menghampiri Tama, di ikuti ki Joko yang masih heran dengan kejadian ini.

__ADS_1


Tama segera berdiri menatap Ki Jati yang tersenyum puas.


"Guru Sesepuh,,, Tubuhku terasa semakin ringan". Jawab Tama yang tiba tiba memanggil Ki Jati dengan sebutan guru sesepuh.


Ki Jati menjelaskan bahwa dia sengaja menyerang Tama untuk menghancurkan organ tubuhnya, karna hanya dengan rasa sakit yang luar biasa maka pusaran cahaya dapat di kendalikan.


"Awaking itu salah satu kehebatan pusaran cahaya di tubuhmu, Dapat me regenerasi tubuh dalam dan tubuh luarmu dengan cepat, sekaligus menyerap inti energi alam". Ki Jati menjelaskan hasil proses yang dilakukan Tama.


"Bila kelak Awaking sudah menguasai Ajian Nur Muhammad, maka proses seperti tadi hanya membutuhkan 5 detik saja". Tambah Ki Jati


#####


Di Gerbang Kerajaan Tur.


"Jendral segera kirim prajurit infantri, pasukan gajah dan pemanah". Perintah Panglima Xerox kepada jendralnya.


Jendral segera mengibarkan bendera merah dan langsung di ikuti suara terompet berbunyi sebanyak tiga kali.


Di sisi lain,,,


Tak lama tanah yang di pijak didalam benteng kerajaan Tur terasa bergetar, Prajurit pemanah dan katalpul terlihat siap siaga menunggu perintah dari panglimanya, melihat dari kejauhan Armada besar mendekati.


Kusuma yang saat ini menjadi Panglima perang aliansi menatap tajam ke arah armada besar musuh, sambil mengangkat tangan kanannya ke atas tanda bersiap menyerang.


"Katalpul divisi 4 dan 5, Seraaaaaang". Perintah Kusuma.


Tak lama kemudian bunyi desingan meluncur dari arah benteng ke arena armada musuh.


Terlihat jelas kepanikan armada musuh melihat batu batu besar bermunculan di atas langit mengarah kepada mereka.


Teriakan dan tangis para prajurit yang terkena batu batu besar sangat menyayat hati, sebagian besar armada tetap mengarah benteng pertahanan Tur dengan tameng pasukan gajah yang ada di depannya.


Terdengar teriakan komandan perang musuh di atas punggung gajah untuk tetap maju menyerang.


Di atas benteng, Kusuma yang melihat Armada musuh mulai mendekati benteng, kembali memerintahkan tuk menyerang.


"Catalpul divisi 2 dan 3 serta divisi pemanah, Seraaaaaaaang".


Desingan di udara kali ini bukan saja batu yang berterbangan tapi juga besi, panah api dan beberapa bahan mudah terbakar yang sudah di padatkan.


Seketikan arena pertempuran terbakat hebat, armada yang sudah bergerak maju seperti terjebak dalam pusaran api tanpa bisa bergerak.


Teriakan manusia dan ringkihan suara gajah sahut menyahut terdengar menemui ajalnya,

__ADS_1


Hampir setengah pasukan yang di kirim musuh berhasil di hanguskan tanpa bisa menyentuh benteng.


Mental prajurit musuh terlihat hancur saat melihat komandan mereka ambruk bersama pasukan gajahnya, mereka lari kesana kemari mencoba menyelamatkan diri dengan penuh kebingungan tanpa perintah komando.


Melihat hal itu, Panglima Xerox memerintahkan jendralnya untuk menarik pasukannya mundur.


Terompet dengan suara panjaaaaaaaang berbunyi dan tak lama kemudian pasukan musuh berangsur mundur ke belakang.


"Adanya Prayoga di kubu musuh benar benar sangat merepotkan, senjata apa tadi yang mereka tembakan mampu menjadi serpihan api dan membakar area di sekitarnya". Gumam Panglima Xerox.


Di sisi benteng pertahanan Tur,


Para prajurit Aliansi bersorak penuh semangat atas kemenangan awal yang di raihnya.


Waktu terlihat mulai gelap.


"Panglima Kusuma,,, Perintahkan penjagaan ketat di setiap wilayah benteng dan pastikan setiap wilayah benteng pertahanan terdapat pendekar tingkat langit dan pendekar tingkat pilih tanding". Perintah Prayoga dalam tenda yang di kelilingi para anggota Aliansi.


"Laksanakan yang mulia". Jawab Kusuma segera undur diri.


Di dalam tenda terlihat mereka bercakap sangat serius serta sesekali melihat peta besar yang berada di bawah kaki mereka duduk.


######


Waktu ke waktu tak terasa peperangan telah berlangsung hampir 240x Terbit Matahari (8 Bulan).


Panah balas panah,


Katalpul balas Katalpul,


Namun sampai saat ini pasukan Kerajaan Anarki belum mampu menghancurkan benteng terkuat Kerajaan Tur yang sangat kokoh.


Terlihat mental para prajurit semakin menurun karna setiap aksi penyerangan memakan korban banyak di pihak kerajaan Anarki.


Dalam tenda terlihat para jendral serta komandan perang melakukan briefing yang di pimpin oleh Panglima Xerox, mereka mencoba berbagai strategi untuk mampu menjebol pertahanan benteng musuh.


Begitu pun di tenda milik Aliansi terdapat beberapa punggawa yang melakukan briefing yang di pimpin oleh Prayoga.


"Ini lah Akhir dari peperangan di luar benteng kita". Ucap Prayoga sambil menatap peta besar di bawahnya.


Meraka yang mendengarkanya paham, bahwa amunisi yang selama ini menjadi andalannya hanya tinggal beberapa x tembakan saja, dan itu sangatlah tidak cukup untuk menahan serangan sisa pasukan kerajaan Anarki.


"Jadi apa yang harus kita lakukan ketua?". Tanya salah satu anggota aliansi.

__ADS_1


__ADS_2