SANG PENGHIBUR

SANG PENGHIBUR
BAB 20


__ADS_3

“Naya, ada tamu yang mencarimu di ruangan VVIP 1.” Clarissa, seorang wanita dengan pekerjaan yang sama dengan Naya menghampiri Naya yang baru saja mengantar tamu terakhirnya di depan pintu utama.


“Siapa? Tamu yang barusan adalah tamu terakhirku.”


Clarissa menggeleng. “Nggak tau, Madam Riya yang menyuruhmu segera ke sana.”


Clarissa berbalik dan berjalan pergi. Sementara Naya menebak-nebak dalam pikirannya. Apakah itu adalah Noah? Hanya Noah yang sering menunggunya di kamar itu. Tiba-tiba jantung Naya berdegup kencang, ia merasakan gugup. Naya tersenyum kecil, tapi kemudian memukul keras dadanya sendiri. Menyadarkan jantungnya untuk tidak memulai sesuatu yang akan mereka sesali.


Meskipun begitu, Naya melangkah dengan penuh semangat hingga sedikit berlari. Sebelum membuka pintu, jantung Naya semakin ribut sendiri. Naya menarik napasnya dan menyunggingkan senyum terbaiknya. Saat ia membuka pintu itu, wajah cerahnya berubah menjadi penuh tanya. Kepalanya berusaha mengingat wajah yang tersenyum ke arahnya. Wajah yang sudah lama tidak ia lihat, beberapa tahun yang lalu.


“Mike?” tanya Naya dengan hati-hati.


“Senang bertemu denganmu, Naya.”


——


Freya mengikuti mobil yang melaju cepat di depannya menggunakan taksi. Firasatnya benar, saat mobil di depannya berhenti di tempat yang sudah lama ia tidak kunjungi.


Noah keluar dari mobil itu dan segera memasuki gedung. Freya ikut turun setelah membayar taksinya.


“Di mana Naya?” tanya Noah kepada salah satu pekerja yang berpapasan dengannya.


“Saya tidak tau, Tuan.” Wanita itu berlalu.


Noah sedikit merasakan tidak enak di perasaannya. Riya tidak bisa ia hubungi, hampir tidak pernah Riya mengabaikan panggilannya. Dengan tergesa-gesa, Noah mencari siapa pun yang bisa ia tanyai. Entah kenapa, Noah melangkah ke dalam lift untuk menuju ke lantai dua. Sebelum pintu lift tertutup, Freya muncul di depannya, dan ikut masuk ke dalam sana.


“Apa yang kau lakukan di sini?” Noah terkejut.


“Mengikuti anda, apalagi?” Freya mendekat dengan gerakan memprovokasi. Ia melepas jaketnya, hingga atasan crop tee-nya yang menempel sempurna di kulitnya terlihat meliuk mengikuti tubuh ramping dan dadanya yang berisi.


“Kau jangan macam-macam.”

__ADS_1


“Anda bisa mendorongku, Tuan.” Freya semakin mendekat.


Noah mendengus kesal. Hingga saat bunyi lift berdenting, Noah ingin segera keluar dari sana, Freya yang melihat kesempatan langsung berdiri di depan Noah dan menabrakan dirinya untuk meraih wajah Noah. Sialnya, Naya berdiri di depan pintu itu dengan air mata di wajahnya dan bajunya yang robek. Naya tersentak melihat kejadian itu. Noah sedang berciuman dengan wanita di dalam lift tepat di depan matanya.


Naya terkejut, begitu pula Noah. Dengan dorongan yang keras dari Noah, Freya terjatuh ke atas lantai lift yang dingin.


“Naya,” lirih Noah.


Sementara Naya sudah berlari menuju pintu exit, yang memiliki tangga di baliknya. Noah yang akan berlari mengejar Naya, teralihkan oleh seseorang yang keluar dari pintu ruangan yang biasa ia tempati.


“Brengsek!” geram Noah, ia langsung berlari mendekati Mike untuk menghadiahinya sebuah pukulan keras.


Mike jatuh tersungkur menerima hantaman di wajahnya, tapi ia malah tertawa nyaring.


“Apa yang kau lakukan, hah?”


Mike berdiri kembali dengan angkuh. “Kenapa kau marah? Dia pelacur, sudah sewajarnya aku memakainya, kan?”


Mike tersenyum senang lagi. “Kau benar-benar bodoh, Noah. Kau baru saja mengatakan kalau Naya adalah kelemahanmu.”


Mike mendorong keras Noah agar cengkeramannya terlepas dari kerah bajunya.


“Aku memperingatimu, Mike. Jangan pernah kau mengusikku.” Noah berbalik ingin mengejar Naya. Tapi kalimat Mike menghentikannya.


“Apa kau pikir keluargamu akan menerima wanita pelacur itu? Kita sama-sama tau, seperti apa keluargamu.”


Sial, kalimat Mike tidak bisa ia bantah. Itu benar. Sampai saat ini pun ia masih belum menemukan cara bagaimana membawa Naya ke kehidupannya. Noah mengepalkan jari-jarinya hingga urat nadinya mencuat keluar.


Noah memilih meninggalkan Mike, dan Freya yang sudah berdiri di depan lift sedari tadi. Menyaksikan semua drama itu.


——

__ADS_1


Noah membuka semua pintu yang berada di lantai satu. Beberapa teriakan protes tidak ia indahkan. Hingga akhirnya ia berhasil menemukan Naya yang sedang menangis di pelukan Clara. Bukan ini yang sebenarnya Noah rencanakan. Ia ingin memberi kejutan kepada Naya dengan pulang lebih cepat tanpa memberitahunya. Tapi, malah ia sendiri yang harus terkejut dengan kejadian tidak terduga malam ini.


“Naya, aku benar-benar minta maaf.” Noah mendekati Naya.


Naya menggeleng sambil mengusap air matanya. Bajunya yang sobek berusaha ia tutupi dengan tangannya. Noah melepas jaketnya dan memakaikannya kepada Naya.


Clara yang mengerti, meninggalkan Naya dan Noah di kamar itu. Kamar yang menjadi tempat terakhir Clara melayani tamunya.


Noah menekuk lututnya untuk menyamakan ratanya dengan Naya yang sedang duduk di atas sofa.


“Apa yang Mike lakukan padamu?”


“Tidak ada, dia hanya memaksaku …” Naya menghentikan kalimatnya. “Bagaimana anda bisa mengenal Mike?”


Noah menatap mata sayu Naya yang meminta penjelasan.


“Mike adalah orang yang membawamu kepada Riya. Suamimu menandatangani surat perjanjian dengan Mike saat perusahaan suamimu kesulitan keuangan.”


Air mata Naya jatuh. Wajahnya mematung tidak percaya.


“Apa isi perjanjiannya adalah menjualku?”


Noah menggeleng. “Aku tidak tau persis apa isi perjanjian itu. Tapi, satu hal yang pasti. Mike sudah merencanakan ini sejak dulu.”


Naya menunduk dalam lalu menutup matanya dan menarik napasnya dalam. Hening sejenak. Namun, saat Naya mengangkat wajahnya, senyumnya sudah kembali.


“Naya.” Noah memanggil dengan lembut.


“Aku tidak apa-apa, Tuan. Memangnya fakta itu akan merubah apa? Suamiku sedang bahagia di luar sana bersama sahabatku. Dan Mike? Aku tau dia dari keluarga kaya sejak dulu. Aku hanya perlu terbiasa dengan semua kesialan ini.”


Rahang Noah mengeras. Hatinya begitu perih. Ia berdiri dengan marah lalu berkata, “Berdirilah. Ini malam terakhir kau bekerja di sini.”

__ADS_1


...****************...


__ADS_2