SANG PENGHIBUR

SANG PENGHIBUR
BAB 34


__ADS_3

“Ayahku, William Elmer, adalah pebisnis handal. Meskipun begitu, ayahku juga memulai bisnisnya sendiri, dengan berbekal privillage dan nama besar dari kakekku, Aldric Elmer, membuat perusahaan ayahku berkembang dengan sangat cepat. Tidak ada yang tidak mengenal nama Elmer di dunia bisnis.”


“Hingga suatu hari, ibuku, Katherine dijodohkan dengan ayahku. Mereka menikah, dan melahirkan aku. Saat aku berumur 5 tahun, bisnis ayahku sempat goyah. Sejak saat itu, rumah yang seharusnya menjadi tempatku pulang, menjadi tempat yang paling kubenci.”


“Ayahku selalu bertengkar dengan ibuku. Yang kudengar setiap hari adalah makian dan tamparan dari ayahku untuk ibuku, kejadian itu terjadi selama bertahun-tahun. Aku sendiri tidak mengerti, kenapa ibuku tidak mengajukan perceraian. Padahal sudah sangat terluka.”


“Aku yang masih kecil, tidak bisa berbuat apa-apa. Aku diasuh oleh asisten rumah tangga saat mental ibuku semakin terpuruk. Bagian paling buruknya adalah, ketika ayahku tidak kembali ke rumah berminggu-minggu, ternyata ibuku mengetahui kalau ayahku sudah mempunyai wanita simpanan lain. Hingga suatu malam, saat aku berusia 10 tahun, ayahku pertama kali membawa wanita simpanannya itu ke dalam rumah kami.”


Naya tersentak.


“Itu adalah pertama kalinya juga, aku melihat ibuku kehilangan kendali sampai hampir membunuh ayahku dan wanita pelacur itu.”


Luka itu terlalu dalam untuk Noah. Menceritakannya kembali seperti mengiris luka ditempat yang sama. Sangat perih dan sakit.


“Ayahku merasa ibuku sudah gila. Malam itu sangat kacau, aku masih bisa mengingat dengan jelas, darah yang berjatuhan dan pecahan kaca di mana-mana. Kalau bukan karena para pekerja di rumah saat itu, mungkin ibuku sudah berada di dalam penjara sekarang.”


“Jadi ibu anda sudah berada di rumah sakit jiwa sejak saat itu?”


Noah mengangguk kecil. “Ayahku tidak pernah sekali pun datang menjenguknya. Mungkin karena ayahku tidak terima dibuat lumpuh oleh ibuku. Alasan ayahku berada di kursi roda adalah karena malam itu, ibuku menikam kaki ayahku hingga kerusakannya sangat parah.”


Kepala Naya berdenyut sakit. Rasanya sangat memilukan. Malam itu mungkin terasa seperti neraka bagi anak yang masih berusia 10 tahun.


“Dan apa kamu mau tau apa alasan ayahku tidak menceraikan ibuku dan memilih meninggalkan para pelacur itu? Karena dia ingin menciptakan image sebagai suami terbaik. Tidak meninggalkan istrinya yang gila. Hasilnya? Dia dipuji-puji rekan bisnisnya, bahkan mendapat kehormatan sebagai pebisnis yang berhasil mempertahankan rumah tangganya.”


Tiba-tiba Noah tertawa nyaring. “Padahal dia sendiri yang memasukan istrinya ke sana, bahkan membuat berita palsu seperti kemarin.”


“Lalu apa yang terjadi dengan anda? Bukankah seharusnya anda membenci pelacur?”


Noah memberinya senyuman kecil. “Benar. Itulah yang harusnya aku lakukan. Aku sangat membenci wanita penggoda. Ibuku sangat menderita. Entah apa yang ada di otak laki-laki brengsek itu. Aku yang masih kecil tidak bisa berbuat apa-apa. Ibuku juga sudah tidak punya siapa-siapa. Baginya, ayahku adalah rumahnya.”

__ADS_1


Naya paham perasaan yang sangat familiar itu.


“Setelah kejadian itu, ayahku langsung mengirimku ke luar negeri untuk belajar. Aku tidak punya kekuatan dan kekuasaan apa pun. Karena itu aku belajar dengan mati-matian di sana. Aku selalu mempunyai cita-cita membangun perusahaanku sendiri, daripada mewarisi perusahaan milik ayahku. Tapi, semuanya hanya cita-cita yang tidak bisa kucapai. Ayahku selalu menghalangi semua usahaku. Sangat sulit untuk memulai ketika sainganmu adalah seorang pemilik perusahaan besar yang memiliki koneksi dan relasi yang tinggi.”


“Dan ketika kembali, aku melihat kondisi ibuku yang masih sama saat terakhir aku meninggalkannya, saat itulah aku memberontak. Aku menjadi pelanggan di satu rumah pelacuran. Aku ingin membuat ayahku marah dan sadar akan perbuatannya dulu adalah salah.”


“Apa yang anda maksud adalah …?


Noah mengangguk. “Awalnya aku hanya ingin menghabiskan uang banyak di sana. Tanpa berpikir untuk tidur dengan siapa pun. Mereka terlalu menjijikkan untukku. Aku sangat membenci mereka. Karena itu, sekeras apa pun mereka menggodaku, aku tidak menyentuh mereka.”


Persis seperti cerita Clara dulu. Kecuali Freya. Nama Jallang yang berhasil membuat Noah bertekuk lutut.


“Hingga Riya menyewa satu pelacur dari luar. Namanya Freya. Wanita yang menculik dan menyakitimu. Wanita itu memasukkan obat di minumanku. Aku kehilangan kendali.” Suara Noah memelan. Naya harusnya tau apa yang ia maksud.


“Jadi, karena itu ia menjadi sangat terobsesi dengan anda?”


Naya tau, kedua alasan itu adalah jawabannya. Sangat mudah menebak wanita seperti Freya. Banyak wanita seperti itu di tempatnya kerja dulu.


“Lalu kenapa anda membayarku seharga 1 Miliar? Itu adalah uang yang sangat banyak untuk pelacur.”


“Awalnya aku kasihan padamu, Riya menceritakan tentang suami dan keluargamu. Alasan keduanya adalah, aku sudah bilangkan, aku ingin membuat ayahku marah. Menghamburkan uang di rumah pelacuran, aku menunggu ayahku sadar dengan perbuatannya dahulu.”


Naya mengangguk, tidak ada alasan spesial untuk pertemuan pertama mereka. Namun, sesuatu mengganggu logikanya.


“Lalu, kenapa anda ingin tidur denganku di hari pertama kita bertemu? Bukankah anda tidak menyukainya?”


Noah tergelak. “Aku tidak bisa mengatakannya. Anggap saja, sejak aku melihatmu, aku merasakan sesuatu.”


Noah tidak berbohong. Sejak melihat Naya menari dengan malu-malu di tiang dansa, dan sejak melihat tubuh polos Naya dengan pipi yang bersemu merah. Semuanya berubah. Noah hanya menginginkan Naya sejak saat itu. Ia masih membenci pelacur, tapi tidak dengan Naya. Semua kisah Naya mendiskualifiksi dirinya dari daftar kebencian Noah. Baginya, Naya hanya terjebak.

__ADS_1


Noah menarik Naya agar duduk lebih dekat dengannya. “Itulah yang terjadi di keluargaku. Aku juga kadang iri dengan keluarga kecil yang harmonis.”


Lampu pijar samping bangku tempat mereka duduk tiba-tiba menyala, cahaya keemasan menerpa wajah mereka dengan indah. Begitu pula dengan lampu-lampu lain yang berwarna warni di sekitaran taman hiburan itu. Sangat cantik dan mengagumkan. Langit sudah berubah menjadi biru gelap. Naya sadar, waktunya untuk bersama Noah tidak lama lagi.


“Sudah hampir malam, sebentar lagi acara kembang apinya,” ucap Noah yang sengaja mengalihkan deep talk itu.


Tanpa peringatan, Naya malah mendekat dan menutup kedua wajah mereka agar tidak terlihat dari pengunjung yang sibuk berlalu-lalang, menggunakan kertas peta yang sedari tadi ia pegang. Naya mencium singkat bibir Noah di sana.


Noah terkejut karena tidak siap, ketika Naya mundur, Noah malah menariknya kembali dan mencium bibir itu lebih lama.


Naya lebih dulu melepaskannya. “Suatu saat nanti, saya harap, kita bertemu dengan keadaan yang lebih baik,” gumamnya kecil.


Noah tidak mengerti ucapan Naya. Sementara Naya malah tersenyum sendiri dengan tatapan yang sedih.


“Ayo, kita harus mengambil tempat di paling depan.” Naya kemudian berdiri dan menarik tangan Noah.


Sesampainya di sana, sudah banyak orang yang berkumpul untuk menunggu pesta kembang apinya, ketika Noah sudah mendapatkan tempat untuk mereka, Naya berbisik kalau akan ke kamar kecil terlebih dahulu. Noah sudah akan berdiri untuk menemani Naya, tapi Naya melarangnya dan beralasan kalau tempat mereka sudah sangat strategis, dan Naya tidak ingin kehilangan tempat itu. Tanpa menyimpan curiga apa pun, Noah mengangguk dan membiarkan Naya untuk pergi sendiri.


Sebelum benar-benar pergi, Naya berbalik untuk melihat Noah yang sedang duduk membelakanginya. Saat itu hatinya menolak dengan keras rencana Naya. Tetapi, ia tidak mempunyai pilihan lain. Memaksakan keadaannya dengan Noah hanya akan semakin membuat mereka berdua menderita. Apalagi dengan kisah Noah tentang wanita simpanan ayahnya.


Naya sedikit paham dengan apa yang Mr. Elmer sebenarnya rencanakan dengan menolak Naya dengan keras. Itu adalah kesalahan masa lalunya yang ia tidak ingin anaknya mengalami hal yang sama. Ayah Noah berusaha agar anaknya tidak mengulang kesalahannya, sedangkan Noah yang berusaha membuat ayahnya sadar telah menyakiti ibunya, malah jatuh cinta dengan seorang pelacur.


Dengan air mata yang jatuh luruh, Naya berjalan menjauh. Setelah apa yang Noah ceritakan malam itu, Naya semakin sadar tidak ada tempat untuknya. Seorang pelacur, tidak akan mendapatkan tempat di keluarga mana pun. Hati Naya kembali meringis nyeri, hatinya kembali menggumamkan satu nama lagi. Sialnya, di saat yang sama hatinya harus merelakan.


Naya menghilang tanpa mengetahui bahwa pada malam itu, Noah sudah menyiapkan sesuatu di saku jaketnya yang sedari tadi ia sembunyikan. Sebuah kotak persegi kecil yang berlapis bahan kulit berwarna biru dari brand perhiasan berlian mewah.


...****************...


__ADS_1


__ADS_2