
Perusahaan dengan nama Lunar Elite adalah salah satu anak perusahaan milik Elmer Corporation. Jika di kantor pusat, Noah menjabat sebagai Chift Executive Officer, maka di Lunar Elite, Noah berperan sebagai Dewan Komisaris. Tugasnya hanya melakukan pengawasan dan memberikan nasihat kepada Dewan Direksi. Ia memastikan setiap anak perusahaan di bawah kepemimpinannya bisa beroperasi dengan maksimal. Meskipun membutuhkan tenaga yang ekstra untuk mengontrol semuanya. Tetapi, ini adalah kegiatan yang ayahnya, bahkan kakeknya dulu sudah jalani. Noah hanya perlu meneruskannya.
Naya hanya bisa mengangguk sambil membayangkan betapa sulitnya menjadi Noah. Bahkan dari informasi Kylie, ada dua anak perusahaan lainnya yang berada di negara yang berbeda.
“Yang harus kamu catat penting adalah Tuan Noah sedang berusaha memasuki pasar China. Kamu tau, kan kalau produsen otomotif terbesar masih dipegang negara itu? Bayangkan kalau mampu bersaing di sana, dengan penjualan sebesar 26,8 juta unit tiap tahunnya, akan menjadikan perusahaan Elmer Corp menjadi perusahaan otomotif paling berpengaruh di dunia.”
Naya sekali lagi hanya menangguk sambil tersenyum kikuk. Kepalanya berdenyut, otaknya sulit sekali mencerna.
“Oke, mungkin aku perlu nama-nama siapa saja yang perlu aku prioritaskan untuk bertemu Tuan Noah.”
“Ini daftarnya. Aku sudah merangkumnya untukmu, lengkap dengan keterangan seberapa penting mereka. Yang kuandai merah adalah orang-orang yang di blacklist, jangan pernah mengangkat telepon atau menyetujui janji temu dengan mereka.” Ia menyerahkan dua lembar kertas yang sudah ia klip di ujungnya.
“Wah, terima kasih, Kylie.”
“Tidak perlu, aku yang berterima kasih, karena berkatmu, kerjaanku berkurang.”
Naya tersenyum. “Kalau begitu, aku permisi, aku perlu mempelajari ini.”
“Oh ya, Naya, kamu lulusan mana? Oxford? Stanfort? Atau … jangan bilang, kamu dari Harvard?”
Naya tentu tidak bisa menjawab pertanyaan tiba-tiba itu.
“Oh, maafkan aku, aku bertanya, karena Tuan Noah sangat pemilih, aku terkejut dia membawamu hari ini setelah kemarin ia menolak seseorang dari lulusan—”
“A-aku … tidak sehebat itu. Aku hanya kenalan Tuan Noah yang diberi pekerjaan.”
Bagaimana Naya bisa jujur kalau ia hanya lulusan SMA? Bahkan ketika ia menutup kembali pintu ruangan Noah, ia masih bisa merasakan tatapan dari Kylie yang mempertanyakan ucapannya.
--
Malam harinya, Naya menemani Noah menemui seorang relasi dari perusahaan asing. Ini adalah pertemuan penting. Naya yang berdandan cantik dengan gaun malamnya selutut dan Noah yang semakin tampan dengan pakaian formalnya. Naya sendiri masih tidak mengerti apa yang harus ia lakukan. Yang akan mereka temui adalah seorang pemilik perusahaan besar yang sudah lebih dulu sukses di China. Dengan makan malam ini, Noah ingin mendapatkan informasi tentang siapa yang akan ia manfaatkan untuk masuk ke pasar China.
“Tenanglah. Ini hanya makan malam biasa. Kau tidak perlu segugup itu.”
__ADS_1
“Saya masih tidak paham kenapa anda mengajakku,” protesnya.
“Kau sekarang sekretarisku, tentu saja kau harus tau siapa yang menjadi relasiku.”
Seorang pria yang tidak terlalu tinggi dan mungkin berusia hampir sama dengan Noah masuk ke ruangan vip itu dengan asap rokoknya.
“Sudah lama, aku tidak melihatmu, Noah.” Si pria mengembuskan napasnya yang penuh asap.
“Calvin, bagaimana perjalananmu? Menyenangkan?” tanya Noah basa basi.
“Yaah, aku sedikit kecewa, tidak ada wanita penghibur yang sesuai seleraku.”
“Aku akan mengenalkanmu dengan seorang yang mempunyai banyak koleksi wanita cantik.”
Naya sedikit tidak nyaman dengan percakapan itu. Ia juga tau siapa yang Noah maksud. Ia hanya mampu berdiri di belakang Noah dengan sedikit menunduk.
Noah yang menyadarinya, segera menghampiri Naya. “Kenalkan, ini sekretaris pribadiku. Naya.”
Naya yang mencoba sopan menjabat tangan pria itu yang tiba-tiba menarik tangan Naya lebih dekat ke bibirnya. Pria itu ingin mencium tangan Naya.
Noah segera menarik kasar tangan Naya kembali dengan sangat tidak suka. “Dia milikku. Kau tidak bisa seenaknya menciumnya.”
“Hahaha, baiklah, baiklah… maafkan aku.”
Setelahnya, Calvin mengambil tempat duduk di seberang sana. Noah dan Naya duduk bersebelahan. Makan malam itu berubah menjadi sangat serius, ketika Noah dan Calvin terus saja berbagi informasi tentang sesuatu yang Naya sangat tidak paham, sementara Naya memilih menikmati makanan di depannya saja. Tiba-tiba tangan Noah terjulur mengambil folding napkin kemudian Noah lebarkan dan letakkan di atas paha Naya yang terbuka.
Naya melirik sekilas ke arah Noah yang masih memperhatikan Calvin berbicara dengan serius, kemudian Noah menimpalinya juga dengan santai.
“Bagaimana menurutmu, Naya?”
Naya terkejut mendengar namanya di panggil. “Maaf?”
“Kami bertanya tentang acara tahunan di Singapore minggu depan, apa kau bisa ikut?” Calvin bertanya.
__ADS_1
“Dia akan ikut … karena aku tidak akan mengambil resiko kalau sampai dia menghilang lagi.”
Naya terkesiap dengan ucapan Noah.
“Hah? Dia pernah menghilang? Apa maksudmu?” Calvin memajukan tubuhnya karena penasaran.
“Aku hanya bercanda. Kau tau, kan sulit menemukan berlian seperti yang kau bilang tadi.” Noah menoleh ke arah Naya. Sedikit senyum penuh arti ia tebarkan untuk Naya dan memastikan Naya melihatnya.
“Aku rasa dia bukan hanya sekedar sekretarismu, kan?” Calvin menebak karena melihat interaksi itu.
“Entahlah. Wanita ini terlalu rumit.”
“Tuan, Noah.” Naya merasa tidak nyaman.
Calvin bisa merasakan kecanggungan segera berdiri dari duduknya. “Oke, sepertinya aku harus segera pergi. Aku harus mengejar pesawat ke Hongkong malam ini. Terima kasih untuk jamuanmu, Noah”
Noah dan Naya ikut berdiri. “Kabari aku. jika kau berkunjung lagi.” Noah menjabat tangan Calvin.
“Oh iya, jangan lupa dengan pesanku Noah, Mr. Tony sangat menyukai wanita penghibur. Sebaiknya, kau menyiapkan wanita yang benar-benar sesuai seleranya. Kau mengerti, kan maksudku?”
“Tentu saja, terima kasih untuk semua informasimu, Calvin.”
“Naya, aku tidak tau apa yang terjadi dengan kalian berdua, tapi aku harap kalian mengundangku jika kalian menikah.”
“Tuan, saya hanya sekretaris Tuan Noah.”
“Wah, kau di tolak tepat di hadapanku.” Calvin menepuk bahu Noah dengan wajah mengasihani.
“Hahaha, tenang saja, aku akan memastikan ini adalah penolakan terakhirnya.”
...****************...
__ADS_1