
...ššššš...
'Heh anda jangan bergurau, pak! Mana mungkin anda bisa mengenal bos saya!' ucap sang suami pengunjung dengan pandangan meremehkan Prans.
"Ka, udah jangan perdulikan orang itu. Toh aku selama ini percayakan sama kaka." Naura berusaha membujuk Prans agar tidak terpancing emosinya.
"Lanjutkan makan mu!" ucap Prans dengan lembut, sementara tangannya sesekali menyuapkan seafood pada Naura.
'Cih pasangan sok romantis! Pasti saat di rumah kalian suka bertengkar!' ejek si suami pengunjung.
'Mas udah jangan usik mereka, lebih baik kita makan aja mas!' bujuk sang istri, merasa tidak enak hati pada Naura dan Prans, yang terus di usik ketenangannya dengan ocehan sang suami.
Prans menuruti perkataan Naura, merasa senang bisa melihat Naura bahagia meski hanya makan malam di warung tenda pinggir jalan.
'Maafkan suami saya, Tuan, Nona! Mulutnya emang suka gak bisa diem... apa lagi kalo ngeliet pasangan yang terlihat romantis dan harmonis." ucap sang istri pengunjung dengan sedikit membungkuk hormat pada Prans dan Naura.
"Iya ka." ucap Naura dengan tersenyum ramah.
"Heh ternyata apa yang terlontar dari mulut mu itu tidak lebih adalah perilaku mu sendiri pada istri mu, bung!" cicit Prans dengan mengejek.
'Lo tuh ngomong apa sih! Ngerusak mood gwe aja lo buat makan!' sungut sang suami yang langsung beranjak.
'Mas, mau kemana? Ini di bayar dulu!' seru sang istri saat melihat sang suami yang meninggalkannya di warung tenda.
'Bayar saja dengan tubuh mu itu! Dasar wanita tidak berguna!' cicit sang suami yang langsung berlenggang meninggalkan istrinya.
"Udah kaka susul suaminya aja. Biar nanti saya yang bayar semuanya." cicit Naura yang melihat raut wajah kebingungan dari wanita yang baru ia kenal.
__ADS_1
'Maaf merepotkan Nona dan Tuan. Tapi laen kali pasti saya akan mengganti berapa pun yang Nona keluar kan!' cicit sang istri yang beranjak dan berlalu menyusul sang suami.
"Dasar pasangan gak punya malu. Tadi aja di cemo'oh, gak taunya minta di bayarin! Wang sedeng, wong gendeng!" sungut sang penjual seafood.
"Apa mereka berdua sering melakukan itu pada pengunjung lain, bu?" tanya Naura pada si ibu, pedagang seafood.
"Ya gak sering sering juga si neng... tapi biasanya lebih parah. Itu si suaminya suka makan di sini bawa cewe muda, nah itu cewe deh yang bayarin dia makan. Edannn kan itu cowok kaya gitu, mau makan modal ngerayu cewe muda!" gerutu si ibu pedagang.
"Apa anda hanya diam saja, melihat hal itu terjadi di depan mata anda?" tanya Prans dengan tatapan menyelidik.
"Yah mau gimana lagi bang... kalo saya bilangin yang ada warung tenda saya di rusakin ini." cicit si ibu pedagang.
Naura dan Prans meninggalkan warung tenda, setelah beberapa saat menghabiskan waktu memakan apa yang Naura inginkan.
"Kita akan makan es krim kan ka?" tanya Naura dengan mata berbinar.
Sebenarnya istri ku ini perutnya sebesar apa sih! Apa masih muat perutnya untuk menampung es krim? Biasanya Naura tidak akan makan apa apa setelah makan malam. Tapi kali ini, ada saja yang ingin ia makan.
"Ka Prans! Kaka mendengar ku tidak sih!" gerutu Naura.
"Hem!" Prans hanya berdeham.
Grap.
Prans mendudukan Naura di pangkuannya.
"Ka! Aku duduk di sebelah aja, kenapa harus di pangku?" Naura memainakn alisnya naik turun.
__ADS_1
"Sayangnya aku tidak akan membiarkan mu duduk di sana, kau harus duduk di ke dua paha ku, berada dalam pangkuan ku." ucap Prans dengan tegas.
"Ihs dasar nyebelin!" sungut Naura.
Naura membiarkan Prans memeluk tubuhnya, menjadikan bahunya sandaran untuk dagu Prans.
"Setelah makan es krim, kita akan kembali ke rumah kan?" tanya Prans.
"Aku tidak bisa jamin ka, jika masih ada lagi yang ingin aku makan, aku tidak mau kembali dulu ke rumah." cicit Naura dengan suara yang manja.
Haikal melirik sekilas Naura dari kaca spion mobil, rasanya gak mungkin juga kalo Nona sedang hamil, tapi apa iya? Apa bos Prans menyadari perubahan pada diri Nona?
Prans mengerutkan keningnya, merasa sejalan dan sepemikiran dengan Haikal, apa yang di pikirkan Haikal masuk akal juga... sebelum resepsi pernikahan di gelar, beberapa hari belakangan aku dan Naura hampir beberapa kali dalam sehari melakukannya. Bisa saja kini benih ku sedang tubuh di dalam perutnya.
"Berhenti!" seru Naura dengan nyaring, saat melihat kedei es krim yang baru saja terlewati mobil yang di kemudian Haikal.
Ciiiit.
Bugh.
"Bang Haikal sengaja ya!" sungut Naura dengan mengerucutkan bibirnya.
bersambung...
...ššš...
makasih yang udah sempetin mampir, jangan lupa tinggalin jejak komen, like.
__ADS_1
Abaikan kalo ga suka ya š š