Sangkar Suami Kejam

Sangkar Suami Kejam
Tidak akan ragu


__ADS_3

...šŸ’–šŸ’–šŸ’”šŸ’”...


Prans menatap ke duanya dengan kening mengkerut, "Kalian mau katakan, atau aku lempar dulu kalian ke kandang buaya!" ancam Prans dengan nada datar.


"Kalo kita di lempar ke kandang buaya, siapa yang akan bekerja untuk bos lagi?" tanya Dega dengan wajah polosnya.


Prans menggaruk kepalanya dengan frustasi, menatap tajam Dega. Yang di tatap langsung menundukkan kepalanya.


Dega membatin, astaga bos Prans, tidak tahu apa kalo aku hanya sedang bercanda, lagi berusaha untuk menghibur ini!


Prans menjawab gerutuan hati Dega, "Bercanda mu tidak pada tempatnya, Dega! Kalian berdua, duduk lah!" titah Prans agar Dega dan Haikal, duduk di kursi yang ada di hadapannya.


Dengan patuhnya Haikal dan Dega langsung mendudukan diri mereka di kursi yang memang tersedia di depan Prans, dengan meja sebagai jarak di antaranya.


Kini Prans menatap datar Haikal, "Haikal, ada informasi apa yang kau bawa untuk ku?" tanya Prans dengan serius.


"Berdasarkan dari hasil penyelidikan kami berdua. Orang tua Serli, Nyonya Yenny berniat untuk membalas dendam atas tewasnya putri mereka, bos." terang Haikal.


"Biar kan saja, kita lihat apa yang bisa di lakukan orang tua Serli. Lalu bagaimana dengan hasil penyelidikan Jessica. Apa yang terjadi padanya setelah masuk penjara." tanya Prans dengan berpangku tangan di atas meja.


"Jessica mengalami pelecehan di dalam penjara, bos. Lalu di pindahkan ke rumah sakit orang dengan gangguan jiwa. Dan kondisinya semakin memburuk setelah ia mendapat tekanan dari pihak lain. Itu yang aku tahu bos, berdasarkan dari beberapa informan yang bisa aku percayai." terang Haikal.


"Apa ada lagi yang ingin kalian sampaikan pada ku?" tanya Prans dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


"Tidak ada bos." jawab Haikal.


"Tugas kalian sekarang adalah, pastikan tidak ada yang akan mendukung usaha orang tua Serli untuk melawan ku! Habisiii mereka yang berani mendukungnya!" titah Prans.


"Itu sudah pasti bos, bos tidak usah ragu pada kami." ucap Dega dengan yakin.


Brak.


Prans melayangkan telapak tangannya pada permukaan meja, membuat Dega dan Haikal berjingkat kaget.


Brak.


Dengan spontan, Dega mengoceh, "Copot lu!"


"Maaf bos, untuk masalah Tuan Jasen... itu di luar kendali dan di luar perkiraan kami. Mulai sekarang kami tidak akan ragu untuk menghabisi siapa pun yang ingin mengusik Nona dan bos." ujar Haikal dengan raut wajah penyesalannya.


"Bagus jika kau tahu kesalahan mu!" ucap Prans dengan datar.


Dega melirik sekilas Haikal, bang Haikal emang benar benar mengerti, jawaban apa yang ingin di dengar bos Prans.


Dega menatap sekilas Prans yang menatapnya tajam, sebelum ia menundukkan wajahnya kembali, bos dan anak buah, solid bener. Kayanya hanya gwe yang kurang peka dengan keinginan bos Prans.


"Kembali lah, selesaikan apa yang harus kalian selesaikan! Perintahkan pada anak buah mu, untuk memperketat siapa saja yang bisa ke luar masuk ke dalam Kediaman Prans ini. Pastikan harus dengan seizin ku atau izin mu!" titah Prans.

__ADS_1


"Baik bos." ucap Haikal.


Haikal dan Dega ke luar meninggalkan ruang kerja Prans. Meninggalkan Prans yang masih berada di dalam sana, duduk seorang diri dengan menatap tajam layar laptop yang kini menyala. Wajahnya tampak bahagia, terlihat dari senyum yang terukir di bibirnya.


Tok tok tok.


"Boleh aku masuk, ka!"


Ketukan pintu dan seruan suara Naura terdengar dari luar ruang kerja Prans.


Prans langsung buru buru menyudahi apa yang ia lihat dari layar laptopnya.


"Mau apa lagi bocah nakal, aku sudah meminta mu untuk istirahat. Tapi kau mau mengusik ku rupanya ya! Lihat apa yang bisa aku lakukan pada mu, sayang!" gumam Prans dengan melangkah ke luar, seringai dengan menatap pintu yang masih tertutup.


Kreeek.


bersambung....


...šŸ’–šŸ’–šŸ’–...


makasih yang udah sempetin mampir, jangan lupa tinggalin jejak komen, like.


Abaikan kalo ga suka ya šŸ˜…šŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2