Sangkar Suami Kejam

Sangkar Suami Kejam
Tidak suka


__ADS_3

...šŸ’–šŸ’–šŸ’”šŸ’”...


Dokter itu mengerutkan keningnya, "Apa kau pikir ada yang salah dengan sikap ku?"


Pak Dedi menghentikan langkah kakinya, ia menatap sang dokter dengan tatapan menyelidik, "Apa pak Dev tidak memberitahu mu, dengan siapa orang yang akan kau hadapi?" tanyanya dengan datar.


"Oh itu, tenang saja... aku sudah tahu hal itu. Harusnya kau juga lebih mengerti ku, pak Dedi!" ucap sang dokter dengan sinis, jika Prans menceritakan hal tentang ku pada pak Dedi, pasti pak Dedi akan mengenal ku, tapi sepertinya pak Dedi belum mendengar cerita ku.


Pak Dedi mengerutkan keningnya, "Untuk apa saya mengerti anda lebih jauh lagi, saya hanya akan mengenal Tuan saya. Lebih dari saya mengenali diri saya sendiri." pak Dedi melanjutkan langkah kakinya.


Dokter membatin dengan tangan mengepal, dasar pria aneh... kau akan tahu dengan siapa kau berhadapan!


Pak Dedi mengetuk pintu lalu berseru.


Tok tok tok.


"Maaf Tuan, boleh kami masuk!"


"Masuk lah, Ded!" seru Prans dari dalam kamar.


Ceklek.

__ADS_1


Pak Dedi dan dokter wanita itu, menginjakkan langkah kakinya memasuki kamar Prans.


Sepasang mata lentik dokter itu, menatap tajam seorang pria yang tengah berdiri di belakang kursi roda yang berada di balkon.


Batin sang dokter, aku ingin tahu, seperti apa yang namanya Prans Sudirja. Sosok pria yang kejam, apa ia bisa bersikap lembut pada istrinya!


Prans mengerutkan keningnya, begitu mendengar batin seorang wanita yang suaranya bahkan sudah sangat familiar di telinganya.


Ke dua tangan Prans yang berada di pegangan kursi roda, tanpa sadar ia mencengrammm kencang hingga kursi roda bergerak tanpa di sengaja.


"Tunggu lah kau di luar, Ded!" ucap Prans saat melihat siapa yang kini berdiri di hadapannya.


"Jadi kau, dokter yang di kirim Dev untuk memeriksakan keadaan istri ku?" tanya Prans dengan datar, mendorong kursi roda menjauh dari balkon.


Ike membuang nafasnya dengan kasar, "Sayangnya memang aku yang di kirim pak Dev, untuk memeriksakan keadaan istri mu, Tuan Muda!" ucap Ike dengan datar.


Naura mendongakkan kepalanya, menatap wajah tampan Prans dengan kening yang mengkerut, "Memang apa lagi yang salah dengan ku, ka? Aku baik baik aja kan? Aku hanya merasa lelah ka!"


Prans mengelusss bahu Naura, "Iya aku tahu itu, tapi lebih baik biarkan dokter Ike menjalankan tugasnya lebih dulu ya, sayang!"


"Dokter Ike? Dokter apa lagi ka?" tanya Naura dengan polosnya.

__ADS_1


"Perkenalkan Nona, saya Ike, dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi atau di kenal juga Obgyn." terang Ike saat melihat Prans yang membaringkan Naura ke atas tempat tidurnya.


"Aku tidak ingin basa basi lagi... aku ingin kau mengecek istri ku ini sudah berapa lama ia mengandung. Tapi jika aku tidak salah memperhitungkannya, saat ini mungkin usianya baru menginjak 4 minggu." ucap Prans dengan berdiri di ujung kaki Naura, ke dua tangannya melipat di depan dada.


"Baik lah, saya juga tidak suka berbasa basi. Kalo begitu Nona bisa gunakan ini lebih dulu untuk memastikannya." dokter Ike mengeluarkan suatu benda dari dalam tas miliknya, dan menyerahkannya pada Naura.


Naura mengerutkan keningnya, "Benda apa ini?"


Sreek.


Prans merebut apa yang ada dalam tangannya.


"Coba ku lihat!" ujar Prans.


Bersambung...


...šŸ’–šŸ’–šŸ’–...


Makasih yang udah sempetin mampir, jangan lupa tinggalin jejak komen, like.


Abaikan kalo ga suka ya šŸ˜…šŸ˜…

__ADS_1


__ADS_2