Sangkar Suami Kejam

Sangkar Suami Kejam
Ikuti mobil ku


__ADS_3

...šŸ’–šŸ’–šŸ’”šŸ’”šŸ’”...


"Memang apa yang akan Nona Muda lakukan jika Tuan sampai menolak untuk membawa Nona Muda ke kedai?" tanya dokter Samuel ingin tahu.


"Emmm apa ya, aku pikir pikir dulu deh!" Naura melangkah dengan perlahan menjauh dari Prans.


"Jangan yang aneh aneh sayang!" ujar Prans dengan melangkah mengekori Naura dengan di ikuti dokter Samuel dan suster Amarta.


"Jadi setelah ini apa saya sudah boleh bertugas di rumah sakit kembali, Tuan Muda?" tanya Amarta dengan tatapan penuh harap.


Hati kecil Amarta tidak memungkiri, jika Amarta sudah sangat merindukan suasana rumah sakit, meski bekerja di kediaman Prans sangat menyenangkan dengan bayaran yang menjanjikan. Tapi jika di rumah sakit, ia dapat bertemu dengan banyak orang. Merasa dirinya menjadi mahkluk sosial seutuhnya.


Prans menghentikan langkah kakinya, di ikuti dengan dokter Samuel dan suster Amarta yang kini mengikuti langkah kaki Prans.


Prans memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya, lalu tangan kanannya memijat batang hidungnya. Tatapan tajam Prans mengarah pada suster Amarta.


"Apa kau sangat ingin kembali bekerja di rumah sakit? Apa kau tidak ingin tetap bekerja untuk ku dan Naura?" tanya Prans dengan datar.


"Maaf Tuan, tapi saat ini kan Nona Muda sudah tidak membutuhkan saya, saya rasa kehadiran saya akan lebih di butuhkan di rumah sakit!" terang Amarta.


"Jadi menurut mu begitu? Tidak membutuhkan ya! Biar aku pikir pikir dulu, istri ku membutuhkan kehadiran mu atau tidak di rumah ini!" Prans melanjutkan kembali langkah kakinya yang sempat terhenti, dengan memikirkan perkataan suster Amarta.


"Aku rasa Tuan Muda tidak akan mudah melepaskan mu, jika Nona Muda saja masih membutuhkan tenaga mu!" terang dokter Samuel dengan menjentikkan jarinya di depan wajah suster Amarta.

__ADS_1


"Ishhh kenapa juga Nona Muda membutuhkan aku, sedangkan Nona Muda saja sudah bisa berjalan! Keluarga yang aneh!" gerutu suster Amarta.


Sore menjelang, dengan langit senja mewarnai langit yang kala itu cerah. Secerah hati Naura dengan berdiri di depan balkon.


Grap.


Prans memeluk Naura dari belakang, dengan ke dua tangan melingkar di perut Naura. Dada bidang Prans yang menempelll pada punggung Naura.


"Apa yang sedang kau pikirkan, sayang!" tanya Prans dengan menolehkan wajahnya menatap wajah cantik Naura.


"Aku bosan di rumah, ka!" cicit Naura.


Grap.


Dalam sekali tarikkan, Prans berhasil menggendong Naura dengan ke dua tangannya yang kekar.


Prans melangkah dengan pasti, meninggalkan kamarnya.


"Siapkan mobil!" titah Prans pada bodyguard yang berjaga di depan pintu.


"Siap Tuan!" seru bodyguard dengan menggunakan headset yang terpasang di telinga, langsung memberikan perintah pada temannya yang lain untuk menyiapkan mobil.


"Kaka mau bawa aku ke kedai?" cicit Naura saat Prans memasuki lift.

__ADS_1


"Tadi kau minta apa, sayang?" Prans bertanya balik pada Naura.


Naura tampak memutar bola matanya, sambil otaknya berfikir, mengingat ingat apa yang tadi ia katakan pada Prans.


Ke dua mata indah Naura membulat dengan sempurna, rasa senang menggelayuti hatinya, "Kedai? Apa kaka akan membawa ku kedei?" tanya Naura dengan riang.


"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda? Nona Muda?" tanya pak Dedi begitu Naura dan Prans ke luar dari lift.


"Jaga rumah selama aku ke luar!" ucap Prans dengan Dedi yang kini mengekori Tuannya menuju mobil yang sudah terparkir dengan sempurna.


"Haikal, kau bawa mobilnya! Dega dan 3 orang lainnya ikuti mobil ku dari belakang! Jangan biarkan mobil lain mendekati mobil yang membawa ku dan Naura! Kau dengar itu?" titah Prans dengan Naura yang masih dalam gendongannya.


"Siap laksanakan, bos!" ucap Dega dan Haikal.


Haikal membukakan pintu mobil untuk Naura dan Prans, membiarkan ke dua Tuannya memasuki kursi belakang dan duduk dengan nyaman.


Prans memangku Naura di dalam mobil, dengan ke dua tangan Prans yang melingkar di perut Naura dengan posesifnya.


Naura mengerutkan keningnya, menatap Prans dengan penuh tanya, "Apa ada yang ingin mencelakai kita lagi ka?" tanya Naura dengan serius.


Bersambung...


...šŸ’–šŸ’–šŸ’–...

__ADS_1


Makasih yang udah sempetin mampir, jangan lupa tinggalin jejak komen yuk, sepi bener udah kaya kuburan ini. Jangan lupa like, tinggalin jejak ya šŸ˜„.


Abaikan kalo ga suka ya šŸ˜…


__ADS_2