
...šššš...
Ciiiit.
Bugh.
"Bang Haikal sengaja ya!" sungut Naura dengan mengerucutkan bibirnya.
"Maaf Nona, tadi ada pemotor yang mengambil jalur kita." ujar Haikal.
"Pemotor yang mengambil jalur mobil kita, atau kau yang kurang hati hati heh! Mencari alasan saja!" gerutu Prans.
Haikal membuang nafasnya dengan kasar, "Terserah dengan pemikiran bos saja lah kalo begitu!"
Ke esokan harinya, ketika matahari masih bersembunyi di balik langit pagi. Naura baru saja menyelesaikan kewajibannya sebagai muslim, mendirikan sholat subuh.
Dalam do'a ia panjatkan untuk ke dua orang tuanya, adik, suami serta sahabat sahabatnya.
__ADS_1
"Ya Allah, berikan perlindungan untuk kedua orang tua hamba serta adik hamba, sejujurnya aku sangat merindukan mereka bertiga. Entah kenapa aku merasa aneh dengan ka Prans yang sekarang melarang ku menggunakan hape. Berikan aku ke kuatan, ke sabaran, dan ke beranian untuk menghadapi ka Prans, meski ka Prans melakukan itu semua demi hamba, tapi hamba kadang suka terpaksa jalaninnya, biar ka Prans senang dan tidak marah lagi. Ya Allah berikan suami hamba kesehatan, keselamatan dunia akhirat, lancarkan segala usaha yang tengah ia rencanakan... jika itu jalan yang baik. Tapi kalo rencana ka Prans buat niet jelek, mending di gagalain aja ya, rob. Amiiiin."
Naura melipat kembali mukena yang ia kenakan. Sementara Prans yang pura pura masih tidur dengan mata yang masih terpejam. Mendengar dengan jelas setiap do'a do'a yang di panjatkan Naura, sang istri.
Sejak tadi Naura mendo'akan untuk orang lain, kenapa aku tidak mendengar ia berdoa untuk dirinya sendiri ya? Dasar lagi lagi kau membuat ku gemas Naura. A- aku melakukan ini semua hanya ingin menutup akses berita terupdate dari mu sayang.
"Ka, ayo bangun! Apa kaka tidak ingin mengajak ku mengelilingi kompleks?" Naura mengguncang lengan Prans.
Naura berusaha membangunkan Prans, yang ia pikir masih nyenyak dengan alam mimpinya.
Naura menyipitkan matanya, menatap hape Prans yang ada di atas nakas, aku harap tidak akan jadi masalah jika aku melihat hape ka Prans. Aku pinjam sebentar hape mu ya ka! Jangan marah ya ka, salah kaka sendiri melarang ku menggunakan hape ka.
Baru saja hape di tangan Naura, ia hendak membuka kunci layar yang ada di dalam hape Prans. Dan sebelum ia berhasil membuka layar hape, sebuah tangan besar lebih dulu menarik lengan Naura hingga tubuh Naura terangkat dari kursi roda, dan mendarat di atas dada bidang Prans.
Grap.
Sreek.
__ADS_1
"Akkhhhhh ka Prans!" pekik Naura dengan ke dua tangan kini berada di tubuh Prans, dengan keterkejutan nampak di wajahnya.
"Apa yang sedang kau lakukan, sayang?" tanya Prans dengan ke dua mata menatap tajam Naura.
"Aku? A- apa yang aku lakukan? Aku cuma mencoba membangunkan kaka." ucap Naura dengan gugup, tanpa berani menatap wajah Prans.
Prans menyeringai, "Lalu apa lagi yang kau lakukan? Apa ada lagi yang belum kau katakan hem?"
Prans menyelusuppp kan jemarinya di balik piyama yang Naura kenakan, bergerak liar di punggung Naura yang mulus tanpa celah.
"Kaaa geli ihsss, su- sudah ka, a- aku hanya ingin membangunkan kaka!" ucap Naura dengan tubuh menggeliattt, kegelian dengan apa yang di lakukan Prans pada punggungnya.
Bugh.
bersambung...
...ššš...
__ADS_1
makasih yang udah sempetin mampir, jangan lupa tinggalin jejak komen, like.
Abaikan kalo ga suka ya š š