
...ššššš...
"Tidak perlu, tetap lah seperti ini... dan tunjukkan hasilnya pada dokter. Sepertinya dokter Ike sudah tidak sabar ingin melihat hasilnya, sayang!" ucap Prans dengan menopang dagunya di bahu Naura.
"Nona cukup perlihatkan saja!" ucap dokter Ike.
Naura memperlihatkan benda pipih dengan garis 2 biru pada dokter Ike, dengan di saksikan Prans dan dokter Samuel.
Dokter Samuel menatap takjub, lalu mengulurkan tangan kanannya, memberikan ucapan selamat pada Prans, "Gila itu beneran top cer?Anjiiir bos! Selamat bos! Akhirnya telor pecah!"
Prak.
Prans menyatukan telapak tangannya pada tangan kanannya dokter Samuel, "Kau pikir apa pecah telor heh?" sungut Prans.
"Selamat ya Nona, anda positif hamil." ucap dokter Ike dengan mengulurkan tangan kanannya di depan Naura.
Naura menyambut uluran tangan dokter Ike, "Tapi dokter, bagaimana cara aku tahu sudah berapa usia kandungan ku ini?" Naura mengelusss perutnya yang masih rata.
"Biar saya periksa dulu ya! Nona bisa berbaring di atas tempat tidur." ucap dokter Ike.
Naura menatap Prans, "Boleh kan ka?"
__ADS_1
"Pasti sayang!" Prans membawa Naura beranjak dari sofa, Prans memicingkan matanya pada dokter Samuel, "Ke luar kau dari kamar ku, dasar dokter tidak berguna!" cibir Prans dengan langkah kakinya yang menuju tempat tidur.
Dokter Samuel beranjak dari duduknya, membalas cibiran yang di berikan Prans padanya, "Enak saja kau mengatai ku dokter tidak berguna, karena aku kan kau bisa mendatangkan dokter Ike!" Dokter Samuel menatap dokter Ike, berharap sang dokter kandungan itu mau membelanya, "Sekalian dokter... jelaskan pada pria mesummm itu, akan bahayanya menjamah wanitanya yang tengah hamil muda untuk ke dua nyawa yang berharga!"
"Kau terlalu ikut campur dokter Samuel! Cepat carilah pasangan, biar kau merasakan apa yang aku rasakan!" Prans membaringkan Naura di atas tempat tidur.
Prans berdiri di samping Naura. Membiarkan dokter Ike berada di sisi Naura, melakukan tugasnya sebagai seorang dokter kandungan, mengecek keberadaan biji kacang ijo dalam rahim Naura dengan menekan perut bawah Naura.
"Saya rasa apa yang di katakan dokter Samuel memang benar Tuan Muda. Saat seorang wanita tengah mengandung di usia kandungan yang masih terbilang muda, dan itu termasuk dalam hal rawan. Sebaiknya hubungan suami istri porsiannya di kurangi lebih dulu. Hingga janin dalam rahim calon ibu bisa di nyatakan kuat dalam menghadapai guncangan." terang dokter Ike dengan serius.
"Jadi menurut dokter aku terlalu sering melakukannya pada Naura, bisa membuat nyawa ke duanya dalam bahaya? Begitu maksud dokter?" tanya Prans dengan tatapan menyelidik.
"Maaf Tuan Muda, jika anda menyayangi istri dan calon anak anda. Sebisa mungkin anda menguranginya, jika bisa anda berpuasa untuk tidak melakukannya pada Nona untuk beberapa waktu hari ke depan." terang dokter Ike.
"Ka Prans! Jangan kasar gitu ihs, wanita ini adalah dokter... kau harus menghargainya dan menghormatinya ka!" protes Naura.
"Apa tidak ada yang bisa kau lakukan, untuk membuat calon bayi ku tumbuh kuat dan sehat dalam kandungan, dokter?" tanya Prans dengan wajah serius.
"Tentu ada, ini aku berikan untuk pertumbuhan tulang dalam kandungan anda, dan ini penambah darah untuk calon ibunya! Semoga Nona tidak menemui kendala dalam masa masa menghadapi kandungan anda ya!" ucap dokter Ike.
"Amiin terima kasih dokter, atas do'anya... semoga do'a dokter di jabah oleh Allah." ucap Naura dengan tulus.
__ADS_1
"Biar aku antar dokter Ike ke luar dulu ya sayang! Kau tetap di atas tempat tidur!" titah Prans.
Dengan terpaksa, dokter Ike beranjak dari duduknya, dasar pria dingin... aku masih ingin berlama lama dengan istri mu, kau malah mengusir ku dari kamar mu ini!
Prans menggiring dokter Ike ke luar dari kamarnya, "Untuk apa kau berlama lama dekat dengan istri ku? Tidak ada masalah dengan istri ku! Dokter Samuel pasti bisa mengurusnya!" ucap Prans dengan satu tangannya di masukkan ke dalam saku celananya.
"Cihs kau pikir aku akan bahagia... jika ke dua mata ku ini terus melihat kemesraan yang kalian berdua perlihatkan pada ku? Sorry Prans, aku bukan tipe orang yang mudah di pengaruhi!" ucap dokter Ike di depan pintu.
"Cihs kau pikir aku sedang memamerkan kemesraan ku dan istri ku di hadapan mu? Sungguh kau salah besar dokter Ike!" bantah Prans.
"Terserah kau saja lah... aku kembali ke Jakarta dengan heli mu kan?" tanya dokter Ike pada Prans yang berdiri di depan ambang pintu.
Prans membuang nafasnya dengan kasar, "Sayangnya helikopter yang membawa mu ke rumah ini, sudah landing dari beberapa menit yang lalu!" ucap Prans dengan seringai licik di bibirnya, membalas perbuatan dokter Ike.
"Apa? Lalu bagaimana aku bisa kembali, Prans?"
Bersambung...
...ššš...
Makasih yang udah sempetin mampir, jangan lupa tinggalin jejak komen yuk, sepi bener udah kaya kuburan ini. Jangan lupa like, tinggalin jejak ya š.
__ADS_1
Abaikan kalo ga suka ya š š