SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 11


__ADS_3

POV FATHARANI


Selesai urusan ku dengan bu Wati, aku langsung berpamitan undur diri dan bergegas meninggalkan ruangan tersebut, dengan raut wajah yang masih sedih aku terus berlari sekencangnya menuju tempat yang paling bisa membuat ku nyaman dan aman.


Taman belakang masih menjadi satu-satunya tempat yang selalu aku kunjungi di kala aku sedang sedih atau bahagia. Disini aku bisa menangis sejadi-jadinya, mencurahkan apa yang ada dalam isi hati ku segala beban, kesedihan dan luka yang selama ini mengekor kehidupan ku.


Ya tuhan kenapa hidup ku selalu dihadapkan pada hal-hal yang sulit sekali aku lewati, aku kira dengan memutuskan untuk tinggal di asrama adalah pilihan terbaik untuk hidup ku, namun nyatanya disini aku menderita hidup sendiri, tidak ada sahabat atau orang tua yang mengerti, aku juga sama seperti anak-anak lain pada umumnya ingin di perhatikan, kenapa ya Tuhan engkau membuat hidup ku sungguh sangat berat, ditinggalkan ayah di usia masih sangat kecil, perekonomian yang tidak mencukupi dan lingkungan yang seakan ikut memusuhi ku, kenapa ya Tuhan kenapa, apa salah ku sehingga kau menghukum ku seberat ini ???"


Aku menjerit-jerit menangis sejadi-jadinya sampai pada akhirnya tubuh ku mulai terasa sangat lemas, badan ku tiba-tiba dingin membeku namun hawa panas dalam diri masih bergelora, kepala ku tiba-tiba pusing dan penglihatanku semakin buram sampai pada akhirnya


Bruuuugggggkkkkkkk

__ADS_1


Aku tidak sadarkan diri. Ntah berapa lama aku terbaring dalam kondisi tidak sadar itu, mata ku mulai terbuka sedikit demi sedikit, aku mulai memperhatikan sekeliling ku yang nampak semuanya serba putih bersih, aku baru tersadar bahwa sebelumnya aku berada di taman belakang, terus kenapa sekarang aku berada disini, dimana aku ??? aku masih bergulat dengan pikiran ku sendiri sampai pada akhirnya suara seorang lelaki menyadarkan ku.


"Sha, kamu sudah sadar ?" Laki-laki itu tampak sangat senang melihat aku yang sudah siuman.


Aku memandangnya lekat, kemudian kembali mataku berkeliling mencari jawaban atas pertanyaan ku.


"Dimana aku ?" aku bertanya dengan suara yang masih lemah dan penglihatan yang masih belum 100% fokus.


Aku memberhatikan Ridho dan menatapnya dengan diiringi senyuman kecil.


"Makasih ya ka udah bawa aku kesini, makasih juga kaka udah mau peduli dengan ku dan selalu ada dikala aku susah."

__ADS_1


"Iya sama-sama, sudah jangan banyak bicara kamu istirahat saja, badan kamu masih lemah dan demam, aku akan disini nungguin kamu." Ridho membelai pucuk kepala ku.


Aku sangat tersentuh dengan perlakuan nya, tidak menyangka jika ada laki-laki sebaik Ridho, aku sangat beruntung bertemu dan berteman dengannya. Aku hanya tersenyum memandangi nya dan ntah kenapa ada perasaan lain yang aku rasakan saat mendapat perhatian lebih dari laki-laki ini. Perasaan apa ini ? aku pun tidak mengerti.


******


Satu Minggu kemudian


Kurang lebih satu minggu aku di rawat, ka Ridho selalu setia menemani ku, sepulang sekolah dia tidak pernah absen menjenguk, ka Wina teman sekamar ku yang ntah sejak kapan mulai merubah sikapnya menjadi lebih hangat dan berangsur mulai bisa menerima keberadaan ku dan bukan hanya sudah mulai bersahabat dengan ku, bahkan sela aku sakit pun dia bergantian merawat ku dengan ka Ridho. Sungguh saat ini aku sangat bahagia, ternyata Tuhan sangat baik selalu memberikan hikmah dibalik setiap kejadian yang menimpa kita.


Pelangi yang muncul setelah hujan deras adalah janji alam bahwa masa buruk akan segera berlalu dan masa depan akan baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2