SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 18


__ADS_3

Kembali Ridho dibuat terkejut ntah untuk keberapa kalinya, namun kini Ridho mulai faham dan mengerti kemana arah tujuan pembicaraan Rani.


"Kaka minta maaf sebelumnya jika perhatian kaka dan kasih sayang kaka membuat mu akhirnya menjadi salah faham, namun percaya lah kamu memounyai tempat tersendiri didalam hati kaka, kamu tidak akan bisa di gantikan oleh siapapun."


Kini Rani lah yang dibuat bingung oleh pernyataan Ridho, kembali Rani memandangi Ridho dengan sangat lekat dan ekspresi yang kebingungan.


"Maksud kaka apa ?"


"Iah Sha selama ini kaka memang sudah salah tidak menjelaskan maksud perhatian kaka kepada mu sehingga membuat mu salah faham seperti ini, selama ini kaka perhatian dengan mu kaka menyayangi mu tidak lain hanya karena kaka menganggap mu sebagai adik kaka."

__ADS_1


Mata Rani seketika membulat dengan sangat sempurna mendengar pernyataan Ridho membuat nya bagai di sambar petir, sebab selama ini dia sudah sangat salah faham dengan segala kebaikan yang Ridho berikan, Rani menyangka jika Ridho pun mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya, namun nyatanya dia hanya menganggap Rani sebagai adik nya saja tidak lebih dari itu.


Ridho menghela nafas panjang kemudian melanjutkan ceritanya.


"Sha, dulu kaka punya adik perempuan, namanya Riri, kaka dan dia begitu sangat dekat, kaka sangat protektif padanya jika di ibaratkan nyamuk pun enggan mendekatinya karena saking protektif nya kaka ada Riri. Sampai pada saat itu usianya baru 5 tahun, kami sedang bermain-main bersama di lantai 2 rumah kami dan tiba-tiba dia tergelincir jatuh dari tangga sampai mengakibatkan geger otak dan akhirnya meninggal."


"Dari situ kaka selalu menyalahkan diri kaka atas kematian adik kaka, sampai beberapa tahun setelahnya kaka baru bisa menerima semua takdir yang sudah di gariskan. Sampai pada beberapa bulan lalu aku melihat mu untuk yang pertama kalinya, aku jatuh cinta pada pandangan pertama, aku jatuh cinta pada mu karena aku melihat sosok adik ku yang sangat ku rindukan aku melihat sosok itu di kedua matamu, sehingga dari situ aku bertekad untuk selalu melindungi mu dan menyayangi mu seperti layaknya dulu aku memperlakukan adik ku yang sudah meninggal, kaka tidak ingin lagi kehilangan adik untuk yang kedua kalinya, sehingga pada saat kamu sakit kaka sangat khawatir dengan keadaan mu."


"Maafkan aku yang tidak jujur dari awal, maafkan aku yang memberi mu harapan, maaf kan aku yang seolah mempermainkan perasaan mu, tapi jujur aku begitu sangat sayang pada mu, aku tidak ingin terjadi apa-apa dengan mu. Jika memang yang kaka lakukan ini adalah sebuah kesalahan maka beri tahu kaka apa yang harus kaka lakukan untuk menebus semua kesalahan-kesalahan kaka ?"

__ADS_1


Rani kembali diam, dia masih mencoba untuk mencerna kata demi kata yang dia dengar, mencoba untuk mengartikannya dengan baik agar tidak lagi menjadi salah arti yang menyebabkan kesakitan hati. Rani mulai menyusun setiap kata menjadi kalimat dengan sangat hati-hati.


"Jika itu perasaan kaka, aku sangat menghargai nya, aku minta maaf karena aku sudah mengharapkan hal yang lebih pada kaka, sesuatu yang ternyata bukan hak ku untuk mendapatkan nya. Aku tidak ingin apa-apa dari kaka cukup tetap menjadi kaka yang baik untuk ku itu sudah menjadi kebahagiaan, masalah hati dan perasaan Rani biar waktu yang akan menyembuhkan nya, aku harap setelah ini hubungan kita masih akan tetap baik-baik saja."


"Kaka akan sangat senang jika kehadiran kaka mampu menumbuhkan kebahagiaan untuk kamu, kaka janji akan selalu ada disaat-saat tersulit mu, kaka tidak akan pernah meninggalkan kamu, dan kaka yakin tentang perasaan kamu...."


Ridho menghentikan sejenak membuat Rani menatapnya dengan bingung


"Tentang perasaan mu kaka yakin ada orang yang lebih menginginkan mu daripada kaka, dia akan mampu membuat mu bahagia, dia akan mampu menjaga mu lebih dari kaka, hanya saja untuk sekarang mungkin dia belum mampu untuk mengutarakan perasaannya, hanya jangan khawatir dia ada disini dekat dengan kita dan suatu saat dia akan menemui mu dengan cintanya."

__ADS_1


Rani hanya menatap heran dan kembali tidak terlalu mengindahkan ucapannya, dia hanya menganggap itu sebagai kalimat pengobat luka lara saja.


__ADS_2