SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 13


__ADS_3

POV GIAN


Setelah kejadian di ruangan bu wati itu, aku kembali menatap nya dengan perasaan yang penuh rasa bersalah, melihatnya berlari dan menangis membuat hati ku hancur, ingin rasanya aku mengejar dan memeluknya, hanya saja gengsi yang terlalu besar membuatku urung melakukannya.


Aku hanya membuntuti nya secara perlahan memastikan jika dia tidak tahu kalau aku mengikuti nya, meski sebetulnya aku sangat tahu kemana arah dia berjalan. Taman belakang adalah satu-satunya tujuan dia berlari dan mungkin bersembunyi dari kejam nya hidup yang mungkin kurang bersahabat dengannya.


Sesampainya disana aku memutuskan untuk menatapnya dari kejauhan, aku berada tepat 50 m dibalik punggungnya, aku melihatnya dengan perasaan hancur, melihatnya menangis dan terluka perasaan ku semakin tidak tega, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku hanya bisa memastikan dari kejauhan jika semua akan baik-baik saja.


Dari tempat ku bersembunyi terdengar samar-samar suaranya sangat lirih dan terluka, mungkin dia sedang mengupati kehidupan nya yang tidak memihak padanya. Dia menangis dengan sejadi-jadinya, begitu dalam beban yang dia sedang hadapi terdengar dari suara tangisannya yang amat menyayat hati. Namun setelah akhir kurang lebih 15 menit aku melihat nya menangis, tiba-tiba dari kejuahan aku tidak lagi mendengar tangisannya dan aku melihat dia kini sedang memegangi kepalanya dan

__ADS_1


Bruuuugggggkkkkkkk


Dia terjatuh diantara kursi panjang taman yang dia sedang duduki.


Melihat hal itu membuat aku replek berlari dan keluar dari tempat persembunyian ku mendekati gadis kecil tersebut memastikan apa yang sedang terjadi padanya.


Aku menatapnya dengan penuh khawatir, memegang kening yang sudah berlumur keringat, badannya sangat panas, tapi keringatnya terasa dingin membuat aku sangat panik dan tanpa pikir panjang aku angkat tubuhnya menyusuri lorong menuju UKS asrama.


Setelah beberapa saat aku meneman dalam ketidak sadarannya, tiba-tiba aku melihat jarinya bergerak sedikit, membuatku senang dan langsung berlari keluar ruangan untuk mencari dokter untuk memeriksa nya lebih lanjut.

__ADS_1


Dokter yang aku panggil kini sedang berjalan menuju ruang rawat inap Rani dengan aku yang ikut berjalan di belakangnya, namun setelah aku berada di balik jendela kamar, samar terdengar suara seorang lelaki yang berada di dalam kamar tersebut, seketika aku menghentikan langkah ku dan membiarkan dokter masuk sendiri untuk mengecek keadaan Rani.


Aku masih setia berada di balik jendela kamar inap Rani dengan masih mendengarkan segala macam yang di sampaikan dokter tentang keadaannya, selain itu aku dapat mendengar jika Rani terlihat sangat nyaman berada di samping Ridho sehingga aku memutuskan untuk tidak menampakkan diri di hadapannya kini, sebab aku sangat yakin hal itu hanya akan membuatnya semakin sedih dan memperburuk keadaannya.


Setelah memastikan semuanya baik-baik saja aku segera meninggalkan tempat tersebut dan menuju kamar untuk merebahkan badan dan melepaskan segala keterikatan yang menggerayangi tubuhku.


Hari demi hari semenjak dia sakit aku merasa ada sisi lain dari jiwa ku yang kini kosong, tidak melihatnya sehari saja membuat aku begitu merindukan wajahnya yang kesal ketika aku jahili. Aku sangat merindukan marahnya dan juga teriakan nya yang selalu membuat aku tersenyum ketika melihatnya. Ada perasaan berbeda yang timbul didalam hati ku, ada kekhawatiran dan rasa cemas yang bergelayut didalam diri membuat aku memutuskan untuk terus memantaunya meski dari kejauhan.


Aku meminta tolong pada teman satu kamar nya Wani untuk memberikan makanan-makan yang akan cepat memulihkan keadaan tubuhnya serta tidak lupa vitamin yang sengaja aku beli untuk membantu memulihkan kondisi fisik nya kembali.

__ADS_1


Aku sangat bahagia melakukannya meski hati kecil ku berkeinginan untuk memperhatikan nya secara langsung, namun ego ku menolaknya, membuat aku lebih memilih diam membiarkan perasaan ini tumbuh sendiri.


__ADS_2