SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 7


__ADS_3

"Ka, Aku ga jadi makan disini deh bisa hilang nafsu makan ku jika satu meja sama orang menyebalkan macam dia ini." Sedikit aku melirik ke arah Gian dan kembali aku arahkan pandangan ku pada ka Ridho.


"Heh siapa juga yang mau makan semeja sama kamu, bisa mual-mual aku kalau makan satu meja sama kamu." Gian tidak kalah sewotnya.


Aku hanya bisa menahan geram dan memicingkan kedua mataku, kemudian tanpa pikir panjang aku langsung berbalik arah pergi meninggalkan Gian dan teman-teman nya yang menatap kami dengan penuh keheranan dan tanda tanya besar di kepala nya masing-masing mempertanyakan sikap aku dan Gian.


Chika dan Gea hanya bisa mematung memperhatikan aku yang sudah berlalu semakin menjauh dari arah pandangannya.


"Yah ko jadi gini sih ?" Gea dan Chika saling bertatapan kemudian dengan kompak keduanya saling menatap Ridho seolah meminta penjelasan dengan apa yang baru saja terjadi.


Ridho yang menyadari tatapan Gea dan Chika hanya bisa mengangkat kedua bahunya sambil menunjukkan mimik muka yang tidak kalah bingung nya juga.


"Ian sebenernya kalian ada apa sih kenapa ko jadi seperti Tom and Jerry begitu ?" tanya Tama yang merupakan teman Ridho dan Gian.

__ADS_1


Seperti enggan menjawab pertanyaan Tama, Gian hanya menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan kemudian tanpa menjawab pertanyaannya Gian kembali meminum minumannya.


"ah sudah-sudah kenapa jadi kacau begini sih, mending Do kamu kenalin deh siapa cewek-cewek cantik yang ada dihadapan kita ini." Wisnu yang mencoba untuk mencairkan ketegangan akibat percekcokan aku dan Gian.


"Eh ia kenalin nih, yang ini Chika yang ini Gea." Ridho memperkenalkan kedunya pada teman-temannya.


"Haiii aku Chika, aku Gea, aku Tama, aku Wisnu." Mereka saling bersalaman dan seraya menyebutkan namanya masing-masing, namun lain hal dengan laki-laki es di sebelah Ridho.


"Haiii ka ...." Gea dan Chika menyodorkan tangannya, dan Gain hanya membalas jabatan tangan mereka dengan sekenanya seperti tidak tertarik untuk berkenalan dengan keduanya.


Kemudian Chika dan Gea dipersilahkan duduk oleh Tama, mereka yang memang sudah lapar sedari tadi langsung duduk dan memesan makanan yang ingin mereka makan kemudian bergegas untuk menyantapnya setelah itu mereka harus langsung menyusul ku ke kelas.


Disela-sela makan mereka saling bercerita dan beberapa kali bertanya tentang hal yang umum orang-orang tanyakan ketika baru berkenalan, semua terlihat enjoy dan menikmati berbagai celetukan yang terlontar dari mulut masing-masing membuat situasi yang tadinya canggung menjadi sangat akrab, namu lain hal nya dengan Gian, dia sama sekali terlihat tidak tertarik dengan berbagai hal yang sedang menjadi topik perbincangan teman-temannya, Gian memilih untuk diam dan menjadi pendengar sejati saja sampai pada akhirnya Tama bertanya.

__ADS_1


"Eh Ian sebetulnya kamu dan siapa tuh nama cewek tadi yang kabur..." Tanya Tama.


"Fatharani.." Jawab Chika


"Nah iya si Fatharani, kenapa sih kaya ga akur begitu, ?" lanjut Tama.


Pertanyaan Tama membuat Gian memberhentikan sementara aktivitas nya dan menatap ke arah Taman dengan sorot mata yang sangat menyeramkan.


"Bukan urusan mu." Ucap Gian dengan dinginnya membuat Chika dan Gea merinding takut.


"Ye... ni anak kan aku cuman nanya, kali aja kalo kita tau masalahnya apa ya kita juga bisa bantu gitu buat mendamaikan kalian, bener ga temen-temen ?" Tama seperti mencari pembelaan dari teman-temannya yang hanya di jawab dengan anggukan oleh mereka.


Gian kembali melirik ke arah Tama. "Udah ga usah repot-repot, aku juga ga berniat baikan sama tu cewe, dah ah aku balik kekelas dulu." Gian meninggal teman-temannya yang masih menatap dia dengan muka heran.

__ADS_1


__ADS_2