SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 5


__ADS_3

Bruuuugggggkkkkkkk


Kembali tubuhku menabrak sesuatu yang kini sudah berada didepan mata ku. Lagi dan lagi, laki-laki menyebalkan itu kini bertatap muka kembali dengan ku. Meski aku sangat tidak suka dengannya, namun ntah mengapa setiap kali dia menatap ku rasanya waktu serasa berhenti berputar dan jantung berdetak dengan sangat cepat. Aku kembali menikmati karya tuhan yang maha sempurna itu, menikmati setiap detail lekuk indah mukanya, sorot matanya yang tajam, hidung mancung, garis tegas rahangnya dagu nya, ah sungguh tidak memperlihatkan cacat sedikitpun.


"Ekkhhheeemmm..." Suara itu mengagetkan lamunan singkat ku.


"Sampai kapan kamu akan nyaman berada di pelukan ku begini ?" Ucap nya dengan suara khas laki-laki yang merdu dan membuat siapapun yang mendengarnya sangat bergetar namun tetap dengan nada bicara yang sangat dingin dan tidak bersahabat.


Seketika aku mulai tersadar dan melepaskan diri dari pelukannya kemudian mensejajarkan diri dengannya.


"Kamu lagi....." Ntah kenapa meski aku sangat menyukai karya tuhan ini namun tetap ssja setiap kali bertemu aku selalu sewot padanya, seperti enggan untuk berdamai dengan orang menyebalkan itu.

__ADS_1


"Heh dengar ya jangan pernah sekali-kali kamu mencuri kesempatan dalam kesempitan yah, aku memang ganteng, tapi aku tidak pernah mengizinkan kamu melihat ku dengan tayapan seperti itu." Jelasnya dengan penekanan dibeberapa kata.


"Heh kalo ngomong jangan sembarangan yah, aku bahkan sangat tidak menyukai mu jadi bagaimana mungkin aku merelakan pandangan ku untuk menatap wajah laki-laki menyebalkan macam kamu dan lagi jalanan disini kan masih luas ngapain kamu selalu menghalangi langkah ku ? oh atau jangan-jangan kamusengaja membuntuti ku karena ingin memeluk ku, iya ??" Aku kembali tersulut emosi dengan ucapannya dan tanpa sadar aku pun mengeluarkan kalimat yang ntah darimana datangnya.


Kini aku dan Gian masih saling mematung dan menatap satu sama lain, tentunya dengan tatapan yang sangat tidak bersahabat, terlihat ada kemarahan didalam nya, kemudian di tengah situasi seperti itu tiba-tiba dari arah belakang Gian terdengar suara samar seorang lelaki.


"Sha.... " laki-laki tersebut sedikit berlari menghampiri ku, aku hanya meliriknya, sebab dia muncul dari arah yang berlawanan dengan ku.


"Hei. kamu kenapa ?" Tanya nya menatap ku dengan tatapan heran.


"Siapa yang menyebalkan ? bukannya kamu yang duluan cari gara-gara ??" Jawab Gian tidak ingin kalah.

__ADS_1


"Eehhh sudah sudah jangan berantem masih pagi juga ah, udah mending kita sarapan aja dulu yuk.." Ajak Ridho yang berusaha melerai pertengkaran kita.


"Ogahhh..." Aku dan Gian kompak menjawab dan kembali mata kami saling beradu pandang sebelum semuanya berpencar membubarkan diri menuju kegiatannya masing-masing meninggal Ridho yang mematung keheranan.


Aku yang tadinya ingin sarapan seketika hilang mood dan langsung bergegas menuju ke sekolah.


"Eeehh eeehhh Sha Sha tunggu, kamu belum sarapan kan ?" Tanya Ridho yang sedikit berlari mengejar ku yang sudah pergi meninggalkannya.


"Ga aku ga mau sarapan, aku udah ga mood untuk sarapan." Aku masih menekuk muka dan memonyongkan bibir tanda kekesalan yang belum juga usai.


"Sha kamu jangan gitu nanti kamu sakit, udah ga usah mikirin Gian nanti juga lama-lama dia bisa baik sama kamu."

__ADS_1


"Hah siapa juga yang mikirin dia, kaya ga ada kerjaan lain aja, dan lagi irang seperti dia bakal baik ? hem aku sangat sangsi akan hal tersebut, dan lagi aku tidak mengharapkan itu, sudah lah jangan bahas dia lagi aku malas."


Ridho yang frustasi akhirnya menghentikan langkahnya dan membiarkan aku berlalu jauh pergi menghilang dari pandangannya.


__ADS_2