
Di depan taman ditemani semilir angin dan kicauan burung yang berterbangan bebas Rani menatap langit yang begitu cerah siang itu, dengan linangan air mata yang menggenangi pipi yang kini sudah mulai memerah karena terik matahari.
Rani menangis seorang diri, ntah kenapa hatikya kini terasa sangat hancur, mendengar orang yang selama ini sangat peduli dengannya ternyata malah mencintai orang lain.
Apa ini artinya kalau ka Idho itu orang jahat atau aku nya saja yang terlalu naif menyalah artikan perhatian orang sehingga menimbulkan sebuah perasaan yang lebih untuknya.
Ntah lah Rani pun terlihat sangat tidak mengerti dengan takdir yang seperti sedang mengajaknya bercanda.
Ditengah kesedihan Rani, tiba-tiba muncul seorang pria yang kini sudah duduk di samping Rani.
"Hei..Kamu kenapa ? sedang apa kamu disini ?"
Mendengar pertanyaan itu seketika Rani langsung memyeka air matanya, mengalihkan pandangannya ke sembarang arah berusaha menutupi kesedihannya sebab Rani tahu jika yang datang itu adalah sumber kesedihan yang kini Rani sedang rasakan.
"Sha... kamu kenapa ? ada yang ingin kamu ceritakan pada ku ?" Ridho menatap Rani dengan sangat lekat dan tatapan itupun di balas oleh Rani dengan mata yang sendu.
__ADS_1
"Astaga kamu nangis Sha ? kenapa ? ada apa ? apa masalah mu sehingga membuat mu terlihat sangat kacau seperti ini ?" Ridho terlihat sangat khawatir dengan keadaan Rani saat itu.
kamu ka, kamu adalah alasan ku menjadi sekacau ini, kamu adalah sumber kesakitan dan kesedihan ku, kamu adalah orang yang telah memporak porandakan hati ku saat ini
Rani hanya bisa menjerit dalam hatinya tanpa mampu berucap sepatah kata pun pada Ridho.
"Sha.. kaka kan sudah pernah bilang sama kamu, kalau terjadi apa-apa dengan mu jangan pernah sungkan untuk mengatakan nya kepada ku, aku siap menjadi tempat penampungan keluh kesah mu."
Kembali Rani hanya menatap nya dengan wajah yang sendu. Kemudian mulai menarik nafasnya sangat dalam mencoba menstabilkan emosi dan keadaannya.
"Sejak kapan kaka suka sama ka Wani ?" Rani tiba-tiba bertanya langsung pada inti permasalahannya.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu ? apa hal itu membuat mu terganggu ?"
Ridho mencoba masih berpositif thinking pada Rani, mungkin saja Rani takut jika Ridho berpacaran dengan Wani akan membuat hubungan Rani dan Ridho menjadi renggang, begitulah kira-kira yang ada dalam pikirannya Ridho
__ADS_1
Rani kembali menarik nafas panjangnya "Aku hanya tidak ingin semakin terombang-ambing didalam perasaan yang seharusnya tidak ada."
Ridho semakin aneh dan bingung dengan arah pembicaraan Rani.
"Maksud mu ? aku tidak mengerti dengan apa yang sedang kamu katakan."
"Aku menyimpan rasa yang lebih pada ka Ridho, ntah sejak kapan, aku selalu mengagumi kaka aku selalu nyaman berada di samping kaka, aku tidak ingin hubungan kita akan semakin menjauh pada akhirnya hanya karena hubungan kaka dengan kak Wani, mungkin aku egois ka, tapi aku hanya berusaha untuk memperjuangkan perasaan ku, aku harap kaka mengerti itu." Jelas Rani dengan sangat panjang lebar di barengi dengan isak tangis dan emosi yang sangat menggebu-gebu.
Deg!!!
Mendengar Rani yang sedang menumpahkan isi hatinya untuk Ridho membuatnya menjadi sangat bersalah sebab membuat Rani menjadi salah faham dengan semua kebaikan dan perhatian yang Ridho berikan selama ini.
"Kaka minta maaf sebelumnya jika sudah menghancurkan hati kamu, tapi sungguh kaka tidak ada maksud untuk itu, dan jika kamu takut hubungan kaka dengan Wani akan mengambil kaka dari kamu itu salah besar, kaka tidak akan meninggalkan ku kita masih akan seperti biasanya." Kini Ridho berkata dengan mimik yang sangat menyesal.
"Kenapa kak Wani ka ? kenapa bukan aku ?"
__ADS_1
"Maksud kamu ?" Kembali Ridho dibuat bingung oleh pernyataan Rani.
"Kenapa harus kak Wani yang menjadi pacar kaka, kenapa tidak aku saja ka ? apa kaka tidak tertarik pada ku ?" Ntah Rani mempunyai kekuatan dari mana sehingga mampu berkata demikian, padahal sebelumnya dekat dengan laki-laki pun belum pernah dan Ridho adalah laki-laki pertama yang di sukai oleh Rani.