SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 22


__ADS_3

Rani masih menunjukkan muka yang sangat kesal nya, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, rasa kerinduan kepada adik dan juga bundanya seakan mengubur segala kekesalan saat itu, yang ada dalam pikiran Rani hanyalah ingin cepat-cepat sampai rumah dan bertemu kedua orang yang amat sangat dicintainya.


"Hmmm... becanda kalian ga lucu ka... Aku kesel banget tau ga, cuman karna aku sudah sangat rindu sama bunda dan juga adik ku, maka kali ini ku maafkan, tapi awas ya kalo dia aneh-aneh dan aku jadi lost control jangan salahin aku kalo nanti ada keributan yang lebih besar dari biasanya." Rani menumpahkan segala kekesalannya pada kedua kaka kelasnya tersebut.


Wani dan Ridho hanya bisa saling pandang dengan perasaan yang sangat lega akhirnya Rani bisa menerima alsan keikutsertaan Gian, kemudian mereka tersenyum dengan bersamaan sambil melentikkan jari tangannya membentuk simbol "ok"


"Ya udah ayo berangkat, nanti keburu siang lagi..Ayo de masuk..."


Rani kembali menatap Wani dengan penuh tanya.


kenapa harus aku yang duduk disebelah laki-laki menyebalkan itu? kenapa ga kaka saja ?


kira-kira itulah yang ada di dalam benak Rani yang kemudian bisa Wani tangkap maksud nya.


"De, kaka kan gampang mual jadi gabisa kalo duduk di tengah, dan kaka harus duduk di deket jendela supaya kalo sudah mulai mual kaka bisa buka jendelanya dan menghirup udara segar supaya tidak muntah" Jelas Wani yang harus berbohong lagi.


"Kenapa, ga suka duduk samping aku ?" Celetuk Gian tanpa menoleh Rani dan masih asyik dengan ponselnya.


Rani hanya meliriknya, menunjukkan ketidak sukaan dan kekesalannya. Akhirnya mau tidak mau Rani mengalah dan menurunkan sedikit egonya.


Kalo saja aku ga numpang di mobil nya ka Wani, ogah banget aku duduk sebelah an dengan manusia kutub macam dia, Ya Tuhan ini akan menjadi perjalanan paling menyeramkan yang pernah aku lalui.


"Ingin banget kamu duduk di samping aku ?" Celetuk Rani yang sudah mulai menaiki mobil dan duduk disebelah Gian


Ridho dan awani yang melihat pemandangan didepannya hanya bisa tersenyum-senyum sendiri sambil membayangkan bahwa ini akan menjadi sebuah pertunjukkan yang snagat menyenangkan baginya.

__ADS_1


"Ya Tuha lindungi aku dari dari manusia kutub yabg akan menularkan virus rabies nya ini ya Tuhan." Rani yang sudah duduk didalam mobil tidak berhenti mengmpat Gian.


"Enak aja, kamu kita aku an*in* apa...." Ucap Gian yang seperti nya kesal dengan umpatan Rani.


"Eeeuuuhhhh ka ko berisik ya, kaka denger sesuatu ga ?" Tanya Rani.


Ridho dan Wani hanya melirik ke arah Rani dan kemudian tertawa bersama-sama sambil menggelengkan kepala.


"Engga tuh ... hahaha...." Ucap Ridho


"Sialan kamu..." Celetuk Gian pada Ridho.


Tidak lama mobil pun beranjak pergi meninggalkan asrama, dan suasana didalam pun seketika menjadi hening.


Flashback on


"Dih liburan ? bareng kalian ? ogahhh yang ada aku cuman jadi obat nyamuk liatin kalian berdua pacaran, engga-engga aku ga mau." Jawab Gian.


"Yakin nih ga akan ikut ? Yah sayang banget banget ga mau ikut, jadi terpaksa Rani deh yang harus jadi obat nyamuk nya." Sindir Wani.


Mendengar nama Rani sontak Ekspresi Gian menjadi berubah.


"Rani ? dia ikut juga ?"


"Iah dia ikut soalnya kita mau liburan ke rumahnya, kebetulan aku punya vila didekat rumahnya Rani jadi ya sekalian aja gitu." Ucap Wani.

__ADS_1


"Ooohhhhh...." Jawab Gian dengan kikuk.


"Ya udah deh kalo mau berarti lain kali aja kamu ikut kita liburannya." Sindir Ridho.


"Ya udah kalo kalian maksa aku ikut." Ucap Gian.


Mendengar itu sontak wajah Ridho dan Wina memerah karena menahan tawa akibat ulah Gian.


"Yakin mau ikut ? tadi katanya ga mau." Sindir Wani kembali.


"Ya habisnya kalian maksa ..." Kata Gian.


"Yeee siapa juga yang maksa kamu ?" Ucap Ridho.


"Sialan kamu."... Ucap Gian


"hahaha sensi amat kamu kaya pantat bayi, ya udah kita berangkat pake mobilnya Wani yah." Ucap Ridho.


"Iya, nanti kamu duduk di depan nemenin supir ngobrol biar ga ngantuk, soalnya kalo si Gian yang didepan mana bisa dia ngobrol santay sama supir ku, secara dia kan kaya es batu. hehe" Sindir Wina.


"Sialan kamu ngatain aku es batu." Bantah Gian.


"Hahaha emang kenyataannya kan, makanya ga ada cewe yang mau deket-deket sama kamu." Ucap Wani.


Gian terlihat kesal dengan ucapan Wani, sedang Ridho dan Wani hanya tertawa melihat wajah kesal temannya itu.

__ADS_1


Flashback off


__ADS_2