SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 14


__ADS_3

Dari sudut lain ternyata ada orang yang diam-diam mengetahui segala macam gerak-gerik ku, mengetahui segala hal yang aku rasakan kepada Rani, dia adalah Ridho sahabat kecil ku yang kini sedang dekat dengannya. Dia mengetahui semuanya sampai pada akhirnya dia mengajak ku bicara sebagai sesama laki-laki yang menyukai gadis yang sama.


"Gimana perasaan mu ?" Tanya Ridho


"Maksud mu ?" Aku sedikit mengkerutkan dahi dan menatapnya sebentar.


"Perasaan mu melihat Rani terkulai lemah tak berdaya seperti sekarang ini ?" Ridho masih tetap dengan tatapan nya yang lurus tak bergeming.


Aku sedikit terdiam sejenak sebelum kemudian aku menjawab pertanyaan nya "Oh itu... biasa aja." Aku masih menutupi perasaan ku pada Ridho.


"Betul kah ? Terus apa maksud kamu membelikan segala macam makanan dan vitamin untuk nya ?" Ridho kini mulai melirik ke arah wajah ku yang terlihat sudah mulai gelagapan.


Mendengar pertanyaan itu membuat jantung ku berdetak sangat kencang, harus seperti apa lagi aku menyembunyikan perasaan ku ini.

__ADS_1


"Kamu cemburu ?" Akhirnya hanya kalimat itu yang mampu membuat ku menutupi segala ketegangan dan kegugupan atas berbagai pertanyaan nya.


"Cemburu ? untuk apa aku cemburu ? dan lagi ini bukan tentang aku tapi ini tentang kamu dan perasaan mu." Kini intonasi nya mulai sedikit ditinggikan dan ada penekanan dibagian kata "Perasaan".


"Dan lagi aku tahu kalau kamu yang membawanya dari taman velakang menuju ruang perawatan kan ?" Kembali Ridho menghujami aku dengan berbagai pertanyaan yang sangat sulit aku jelaskan.


"Itu semua bukan urusan mu, dan lagi aku membawanya juga dengan tidak sengaja, aku melihat nya pingsan ditaman kemudian dengan rasa kemanusiaan ku lantas aku membawanya ke ruang perawatan, that's it tidak ada yang lain."


"Kamu lupa ? jika aku ini adalah sahabat mu, dan bahkan aku lebih tau kamu di banding dirimu sendiri, dan kamu bukanlah orang yang pandai menyembunyikan perasaan, jadi berhentilah berbohong dan menyiksa diri mu sendiri."


Aku hanya melihat wajahnya dengan tatapan yang mungkin sulit diartikan.


"Kenapa ? kamu takut aku saingi ? tenang saja aku tidak tertarik dengan gadis kampung itu." lagi-lagi aku berbohong untuk menutupi semuanya.

__ADS_1


"Benarkah demikian ? Terus apa dokter itu berbohong ?"


"Maksud mu ?" Tanya ku heran dan bingung.


"Yah, dokter yang merawat Rani bilang kalau kamu yang membawanya ke ruang rawat inap, dan kamu terlihat sangat panik dan juga khawatir, kamu juga selalu ada di sampingnya saat dia belum siuman, kemudian kamu juga yang berlari dengan wajah bahagia mencari dokter ketika dia sudah siuman, Apa itu semua kurang jelas untuk mempresentasikan perasaan mu pada Rani ?


Kali ini Ridho betul-betul membuat ku nati kutu, aku tidak lagi tau bagaimana aku harus menyangkalnya.


"Hmmm.... Sudah lah kita ini sudah seperti sandal, saling mengerti dan melengkapi, aku sangat faham dirimu melebihi orang tua mu sendiri, aku tau dari semenjak kamu melihat gadis itu kamu sudah menyimpan ketertarikan padanya" Kembali Ridho menghujam ku dengan berbagai analisa menyebalkan yang lagi-lagi harus aku akui jika itu adalah benar adanya.


"Aku melihat ada perubahan yang terjadi semenjak kedatangan gadis itu, tawa yang sudah beberapa tahun ini tidak aku lihat, kini mulai bisa aku lihat lagi, kamu jadi punya semangat hidup kembali semenjak kedatangan nya."


Hey bung Ridho kau ini paranormal kah bisa membaca pikiran dan isi hati seseorang ?

__ADS_1


__ADS_2