
Aku jatuh cinta
'Tuk kesekian kali
Baru kali ini kurasakan
Cinta sesungguhnya
Tak seperti dulu
Kali ini ada pengorbanan
Cinta bukan sekedar
Kata-kata indah
Cinta bukan sekedar
Samudera cinta
Dari palung hati
Tak terukur dalamnya
Hingga saat
Perpisahan tiba
Mengundang air mata
Atau hanya secuil
Penyesalan
Cinta bukan sekedar
__ADS_1
Kata-kata indah
Cinta bukan sekedar
Cinta adalah ruang dan waktu
Datang dan menghilang
Semua karunia Sang Pencipta
Mungkinkah kamu sedang menatap bulan
Bulan sabit yang sedang kupandangi
Mungkinkah kamu menangis
Di atas bintang khayalku
Cinta bukan sekedar
Kata-kata indah
Cinta bukan sekedar
Maafkanlah cinta
Atas kabut jiwa
Yang menutupi pandangan kalbu
Cinta bukan sekedar
Kata-kata indah
Cinta bukan sekedar
__ADS_1
Buaian, belaian
Cinta adalah ruang dan waktu
Datang dan menghilang
Semua karunia Sang Pencipta
******
Satu jam sudah aku berada dalam perjalanan menuju kampung halaman dan selama itu juga hanya keheningan yang tercipta diantara aku dan Gian. Sedang suasana didalam mobil hanya ramai oleh celotehan antara Wani dah Ridho, Rani hanya menimpali nya sesekali, sedang Gian hanya terlihat asyik dengan dunia nya sendiri, terkadang sibuk dengan handphone nya terkadang diam sambil memandang kearah jalan dan terkadang pula melirik ke arah kami yang sedang bercanda tanpa berniat menimpalinya, sepertinya lebel Manusi Es memang sangat pantas disematkan kepada manusia yang satu itu.
Beberapa saat kemudian berlalu hanya menyisakan Rani, Gian dan Pak supir yang masih setia dengan mata terbuka, sedang Ridho dan juga Wani seperti nya sudah terlelap dalam kelelahan jalanan. Masih dalam situasi yang hening tiba-tiba aku merasa ada sepasang mata yang sedang menatap ku dan dengan sedikit ragu Rani memberanikan diri untuk menatapnya kembali, namun diluar dugaan seketika jantung Rani berdetak sangat kencang ketika kedua pasang mata itu saling bersitatap membuat seolah dunia menjadi sangat sunyi dan hanya menyisakan Rani dan Gian didalam nya.
Rani dan Gian masih hanyut dalam perasaan nya masing-masing, Tatapan kedunya bukan seperti tatapan pada biasanya, melainkan sebuah tatapan yang sarat dengan makna juga terlihat dari sorot mata Gian bahwa dia menyimpan harapan yang begitu amat dalam kepada Rani membuat Rani tersipu malu yang membuat nya sadar dan kemudian dengan sangat cepat memalingkan pandangannya ke sembarang arah, menutupi rasa kegugupannnya.
Ahhhh sial apa yang aku lakukan ? kenapa aku jadi terlihat salah tingkah dengan tatapan nya ? dan tatapan nya, kenapa tidak seperti biasanya ? apa yang terjadi sebetulnya ?
Rani masih bergelut dengan pikirannya sendiri, sedang Gian hanya tersenyum melihat wajah Rani yang sudah memerah akibat menahan malu karena sudah bersitatap dengannya. Hal itu membuat Gian sangat bahagia ternyata Gian menyadari jika didalam diri Rani ternyata tidak sepenuhnya Rani membenci dirinya, masih ada sedikit celah untuk Gian bisa mengambil hati nya Rani secara perlahan.
Lagu cinta yang sepanjang jalan mengiringi perjalanan mereka pun seakan menjadi pengiring perjalanan yang sangat baik, dengan berhasil membawa Rani dan Gian hayut kedalam lantunan syair penuh cinta yang sarat akan makna, harmonisasi nada yang seirama dengan desir darah sang penikmat membuat sang pendengar seakan berada didalam istana cinta sang pemujanya.
Kira-kira itu lah yang sedang dirasakan mereka saat ini, rasa yang tidak sedikit pun mereka mengerti kapan datangannya, rasa yang tidak sedikitpun mereka mengerti harus bagaimana mengekspresikan, sebuah rasa yang tidak biasa membuat keduanya menjadi salah tingkah.
Ah aku seperti orang yang sedang jatuh cinta, hah jatuh cinta ? apa ia aku sedang jatuh cinta, pada siapa ? pada laki-laki yang sedang ku tatap tadi ?
Itulah sebagian hati kecil Rani dalam mengekspresikan hal yang baru saja dia alami.
******
"Pak kalau sudah lelah kita menepi dulu saja untuk istirahat." Ajak Rani pada pak supir.
"Iya neng nanti kalau kira-kira bapak sudah mengantuk pasti bapak istirahat dulu." sahut pak supir.
Rani hanya mengangguk dengan perkataan pak supir tersebut kemudian menyenderkan kembali pundaknya pada sandaran kursi mobil tersebut dan mulai memejamkan mata mengikuti ketiga temannya yang sudah terlelap. Namun baru beberapa menit Rani bersandar tiba-tiba ada sesosok kepala yang kini menyandarkan dirinya di pundak Rani.
__ADS_1
Melihat itu sontak membuat Rani menjadi kaget sekaligus bingung apa yang harus dia lakukan, membiarkan atau membangunkannya. Raut wajah tegang terpancar dari wajah Rani dan debaran jantung kian mengguncang membuat sekujur tubuhnya menjadi panas meski didalam sangat dingin karena hembusan AC tapi itu tidak mempu menahan peluh Rani keluar dari pori-pori kulitnya.
Oh tuhan tenangkan lah hati ini, jangan biarkan debarannya membuat aku lupa diri dan terhanyut kedalam suasana ini.