SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 26


__ADS_3

ketujuh orang tersebut kini sudah berada di kamarnya masing-masing untuk beristirahat, Rani dan Wani menempati kamar yang sama, Claudia dan Cika, sedang Gian, Ridho dan juga Kenan menempati satu kamar yang sama.


Satu jam kemudian.


"Kamu yakin ga mau kita anter ?" Tanya Wina.


"Engga ka, aku pulang sendiri aja lagian dari sini ke rumah ku juga deket ko paling 30 menit juga sampai."


"Ya sudah kalo kamu tidak mau di antar sama kita biar pak Yus aja yang antar kamu pulang ke rumah yah." perintah Wani pada Rani.


"Engga, ga usah ka kasian pak Yus kan seharian tadi nyetir terus ga istirahat-istirahat, aku bisa pulang pakai ojek ko."


"Yakin mau pulang pake ojek ?" Tanya Wani yang nerasa khawatir membiarkan Rani pulang memakai ojek.


"Ia bener ka, kaka ga usah khawatir ini kan wilayah kekuasaan ku jadi aku sudah sangat hafal dengandaerah ini." Rani berusaha menghilangkan kekhawatiran Wani dengan mengajak nya bercanda.


"haha kamu bisa aja, tapi ojek nya udah ada ?"

__ADS_1


"Gampang jalan sedikit kedepan juga banyak tukang ojek ka. Udah kaka balik ke kamar aja gih pasti cape kan seharian diperjalanan."


"Iah sih tapi aku pingin anter kamu sampai ketemu tukang ojeknya, aku takut nanti kamu di culik lagi.."


"Haha engga, gabakalan ada yang mau nyulik aku ka, lagian rugi kalau nyulik aku tuh makan nya banyak jadi tekor si penculiknya." Rani dan Wani kini tertawa bersama menertawakan celotehan Rani.


Sedari tadi ternyata sudah ada sepasang mata yang memperhatikan percakapan kedua sahabat tersebut dan tiba-tiba orang tersebut berkata.


"Biar aku saja yang mengantar Rani ke rumahnya." Suara laki-laki tersebut membuat kedua perempuan yang sedang tertawa tiba-tiba berhenti dan menoleb dengan bersamaan mencari asal suara tersebut.


"Ka Kenan..." ucap Wani yang terkejut.


"aku setuju biar ka Kenan aja yang mengantar kamu pulang ya de, ini perintah jadi ga boleh di langgar."


"Tapi ka..." Rani menco menolak tawaran Kenan karena merasa tidak enak jika merepotkan nya apalagi mereka baru saja kenal.


"Tidak ada tapi-tapian dan tidak ada negoisasi lagi, lagian betul yang di katakan ka Kenan, ini sudah sore dan bentar lagi magrib, mana ada tukang ojek yang mangkal jam segini." Jelas Wani.

__ADS_1


Rani pun berpikir sejenak,


Betul juga apa yang di katakan ka Wani dan ka Kenan ini sudah terlalu sore, mana ada ojek yang mangkal, kalo pun ada itu pasti akan sangat memakan waktu yang lama untuk mendapatkannya.


Akhirnya Rani menerima ajakan Kenan, kemudian Kenan masuk kedalam vila dan mengambil kunci motor selanjutnya bergegas mengeluarkan motor yang sudah di parkir di garasi.


Setelah sepeda motornya dikeluarkan Kenan segera mengambil helm kemudian memakaikannya kepada Rani.


"Pakai helm dulu, biar tetap an salam berkendara meskipun jaraknya dekat" Ucap Kenan sambil terus memasangkan helm di kepala Rani.


Rani sangat terkejut dengan perlakuan yang di berikan Kenan kepadanya, meski Rani sudah mencoba menolaknya namun Kenan tidak menggubrisnya dan terus memasangkan helm nya sampai dipastikan helm tersebut terpasang dengan aman.


Wani yang menyaksikan adegan tersebut pun terlihat syok, pasalnya Wani melihat gelagat Kenan yang berbeda dia tahu jika sepupunya seperti menyimpan sebuah perasaan tertentu pada Rani, sedang Wani tahu bahwa di luar sana ada laki-laki yang sudah sejak lama menyimpan hati untuk Rani.


"Wan kita berangkat yah..." Suara Kenan memecahkan lamunan Wani tentang dirinya, Wani san juga Gian.


"ah ia.. hati-hati awas lo ka jangan ngebut, pastiin kalau Rani sampai dengan selamat ke rumahnya tanpa ada kurang satu pun." Perintah Wani dengan sedikit bercanda.

__ADS_1


Sedang Kenan hanya mengangkat jempolnya saja menandakan jika dia setuju dengan perintah yang disampaikan Wani.


akhirnya kedua orang tersebut berlalu meninggalkan Wani yang masih mematung di halaman depan Vila.


__ADS_2