
Hari berganti minggu berganti bulan, tidak terasa Rani sudah menghabiskan sisa hidupnya selama 6 bulan di asrama, setelah kejadian patah hatinya beberapa bulan silam membuat Rani kembali hidup pada tujuan awalnya dan mengesampingkan urusan asmaranya.
Dia berjanji pada diri nya sendiri untuk fokus terlebih dahulu pada akademiknya sampai pada akhirnya dia bisa lulus Sekolah Menengah Atas dengan nilai yang memuaskan dan mendapatkan beasiswa kembali untuk melanjutkan kuliahnya.
Urusan hati urusan asmara Rani berkomitmen untuk tidak terlalu memikirkan dan memperdulikan semua itu, dan lagi semenjak kejadian patah hati itu membuat Rani semakin waspada dalam menjaga perasaannya sendiri.
Hubungan Rani, Ridho dan Wani terjalin dengan sangat baik, Rani sudah berdamai dengan keadaan dan sudah sangat menerima hubungan Ridho dan Wani. Mereka kerap kali menghabiskan waktu secara bersamaan, ntah itu di weekend ataupun weekday.
Hubungan Wani dan Ridho terbilang berjalan sangat mulus dan terlihat bahagia, ntah mungkin karena memang baru pacaran beberapa bulan ini atau mungkin ya memang keduanya sudah saling mengerti sifat dan karakter masing-masing sebab sebelumnya mereka memang sudah dekat dari zaman mereka kelas 1 SMA sampai kini mereka sudah duduh di bangku kelas 3 SMA.
Melihat kebahagiaan Wani dan Ridho membuat Rani pun ikut larut dalam kebahagiaan tersebut, hatinya begitu tenang dan damai melihat orang-orang yang disayanginya tersenyum bahagia, ntah kenapa tidak ada cemburu yang di rasakan oleh Rani.
Kenapa aku sangat bahagia melihat kebahagiaan mereka ? Kenapa atu tidak cemburu melihat kemesraan mereka ? Apa karena aku sudah mengikhlaskan ka Ridho bersama ka Wani ? atau bahkan mungkin sebetulnya memang tidak ada cinta diantara aku dan ka Ridho?
Lantas kalau bukan cinta, perasaan apa yang satu bulan pertama itu menggerayangi hati dan pikiran ku ? apa kah kekaguman atau kenyamanan kaka dan adik ? ah ntah lah yang pasti saat ini kami sangat bahagia dan menjalani hari-hari dengan penuh suka cita
****
Ujian semester ganjil pun sudah selesai kini datang lah musim libur sekolah membuat semua siswa menyambut nya dengan sangat gembira. Namun lain halnya dengan Rani, dia terlihat biasa saja tidak se antusias teman-teman lain pada umumnya.
__ADS_1
Ridho dan Wani yang melihat raut wajah Rani meninggalkan banyak tanya dibenak mereka.
"De... kamu baik-baik aja kan ?" Wani memperhatikan wajah Rani dengan seksama.
"Aku baik ka, kenapa memangnya ?" Rani membalas tatapan Wani.
"Engga habisnya mau liburan tapi ko muka mu malah biasa saja sih ?"
Rani hanya tersenyum dengan pertanyaan teman satu kamar nya tersebut.
"Memangnya muka ku harus bagaimana ka ?harus gini ?" Sambil menunjukkan ekspresi bahagia dengan membuka mulut dan matanya, "atau begini ?" dengan menutup mata dan menelungkupkan kedua tangan dibawah dagunya.
"Tu kan kalian malah ketawa, emang nya aku doger monyet apa." Celetuk rani dengan memonyongkan bibirnya dan menelungkupkan kedua tangan diatas dadanya.
"Lagian kamu lucu baget si Sha..." Celetuh Ridho.
"Au ah..." Rani kembali merajuk yang meninggalkan senyum pada kedua kaka nya.
"Sha kamu betul tidak apa-apa kan ?" Ridho kembali mempertegas pertanyaan kekasihnya Wani.
__ADS_1
"Iiiiccchhhh kalian ini pasangan kekasih laki dan perempuan nya sama saja, huh.... kan aku sudah bilang aku tidak apa-apa, memangnya kenapa dengan wajah ku ini ? ada yang aneh ? atau aku semakin jelas ?." Ucap Rani dengan muka yang cemberut.
"Hihi engga sayang, adik kaka ini selalu cantik setiap harinya, hanya saja kali ini lain, orang-orang sedang menyambut liburan semester an dengan sangat suka cinta sedang kamu seperti terlihat biasa saja dalam menyambut nya. Itu yang membuat kami berdua heran melihat mu." Jelas Wani sambil membelai rambut Rani.
Mendengar penjelasan Wani membuat Rani sedikit diam dan kini wajahnya menunjukkan ekspresi kesedihan.
"Kamu sedih Sha ?" Ridho menangkap ekpresi kesedihan pada wajah Rani.
"Engga ka aku ga sedih ko, hanya saja seperti nya liburan kali ini aku ga pulang deh, nanti saja aku pulangnya liburan semester depan saja." Rani berucap dengan ekpresi yang masih dalam kesedihan nya.
"Kenapa ?" Kini Wani yang meluncurkan pertanyaan pada Rani.
Rani menghela nafas dalam "Sayang uangnya ka, daripada buat ongkos pulang mending uangnya ditabung buat bekal rani di semester depan." kini Rani menunjukkan senyum keterpaksaan nya.
"Sha kamu yang sabar yah, aku yakin kamu akan jadi orang sukses dikemudian hari dan bisa membuat ibu dan alm ayah mu bangga melihatnya."
"Amin makasih ya ka." Rani memeluk kedua kaka nya dengan bersamaan.
Wani dan Ridho tersenyum manis kearah Rani yang kini juga di balas senyum ikhlas oleh Rani.
__ADS_1