
Keesokan paginya semua penghuni vila sudah memulai aktivitas nya, ada yang berenang, joging, sampai memasak.
Seperti biasanya Gian selalu memulai paginya dengan berolahraga sehingga membuat badannya selalu bugar dan nampak sangat athletis. Pagi itu dia mulai aktivitas olahraga nya dengan berjoging kemudian setelah 30 menit membuat seluruh badannya basah oleh keringat termasuk baju yang dikenakan nya membuat Gian terpaksa melepas pakaiannya sejenak kemudian melanjutkan aktivitas olahraganya dengan push up dan weight training yang lain.
Dilain tempat ada Claudia, Chika dan juga Wani yang sedang berada di dapur mempersiapkan sarapan untuk mereka semua, tanpa sadar Claudia melihat tubuh Gian yang kini sudah bertelanjang dada. Tempat Gian berolahraga tidak jauh dengan dapur sehingga Claudia dapat melihatnya dengan sangat jelas.
Wow pemandangan pagi yang sangat indah
Tanpa sadar dia berucap demikian, membuat dua wanita yang sedang fokus dengan masakannya sempat terhenti sejenak dan memandangi Claudia yang sedang terbengong sendirian.
"Clau...." Panggil Wani.
"Clau.... Hey Claudia.." Teriak Wani sambil mengguncangkan Claudia untuk menyadarkan lamunannya. Kemudian Wani menatap kearah diamana Claudia menjatuhkan pandangannya.
"Astaga...." Wani sangat kaget melihat apa yang kini sedang dia lihat.
"Giannnnnnn...." Teriak Wani membuat Claudia, Chika dan juga Gian terperanjat kaget.
"Iiihhhh ka Wani apa-apaan sih pagi-pagi udah teriak-teriak aja.." protes Chika namun tidak diindahkan oleh Wani.
Gian hanya menatap heran ke arah Wani sambil mengangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti dengan tatapan Wani.
__ADS_1
"Gian kamu apa-apaan sih telanjang-telanjang gitu, mau tebar pesona ya sama kita-kita ?" protes Wani.
Gian ya g diserang secara tiba-tiba oleh Wani hanya bisa membelalakkan matanya tanda terkejut dengan pernyataan Wani.
"Idih ngapain juga aku tebar pesona sama kalian, ga usah ditenarin juga pesona ku memang udh betebaran keleee..." Gian melontarkan kalimat tersebut dengan sangat percaya dirinya.
Ketiga perempuan itu hanya bisa terperanjat kaget mendengar kalimat tersebut.
"Astaga Gian baru kali ini aku liat kamu se percaya diri ini si hadapan perempuan." Ucap Wani.
Gian hanya bisa terdiam sambil menatap Wani kemudian tidak lama dia bergegas pergi meninggalkan ketiga perempuan yang sedari tadi tengah memandangi nya.
"Ka Wani, ka Gian udah punya pacar belum sih ?" Tanya Claudia.
Mendengar itu seketika Claudia tersenyum dengan tatapan yang jauh menerawang kedepan, ntah apa yang ada didalam pikiran Claudia saat ini.
Wani menatap Caludia dengan tatapan aneh.
"Clau.... kamu kenapa senyam senyim sendiri gitu ?" Tanya Wani.
"Ah..Engga, engga ko aku gapapa ka." Claudia tersenyum.
__ADS_1
"Hmmmm baiklah, kita lanjutkan memasak nya."
Mereka bertiga pun melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda tadi dengan sangat cekatan.
Dilain tempat ada Gian yang kembali harus berpapasan dengan Kenan, langkah mereka pun terhenti sedaat kemudian mata mereka saling beradu pandang menyiratkan rasa ketidak sukaan satu sama lain, jika tatapan Gian penuh dengan amarah sedang tatapan Kenan penuh dengan ejekan.
Mereka saling berpandangan untuk beberapa saat tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang tengah memperhatikan keduanya.
"Wooooyyyy....." Ucap Ridho yang menyadari bahwa situasi sedang tidak baik-baik saja.
Keduanya menatap Ridho dengan bersamaan, sedang Ridho menjadi kikuk karena di tatap oleh kedua laki-laki tersebut.
"Kalian pada kenapa si pagi-pagi udah menebar aura tidak sehat begitu ?" Tanya Ridho kepada keduanya.
"Engga ko, kami tidak apa-apa, siapa bilang kamu menebar aura tidak sehat ? justru kami sedang menebar aura cinta..." Sindir Kenan yang sudah menyadari bahwa ternyata sikap Gian semalam karena sedang cemburu kepadanya.
Gian kembali menatap Kenan dengan jengah kemudian berlalu pergi meninggalkan Ridho dan juga Kenan.
Kenan hanya menatap kepergian Gian dengan senyum penuh kemenangan.
Setidaknya kita akan bersaing secara sehat mulai dektik ini, dan aku sudah beberapa langkah lebih unggul dibandingkan dengannya.
__ADS_1
(Batin Kenan)