SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 1


__ADS_3

POV Fatharani


Emmmhhhhhh......


Suara erangan menyambut hari pertama ku di asrama ini.


Pagi yang cukup melelahkan karena semalaman tidak bisa tidur dengan baik, syndrom kampung halaman masih menyelimuti malam-malam pertama ku di asrama. Rindu Bunda dan adik yang belum 24 jam aku tinggalkan membuat malam ku gelisah dan sesekali meneteskan air mata.


Dikamar ini sebetulnya tersedia dua tempat tidur, hanya saja karena ini masih dalam masa libur sekolah sehingga beberapa siswa disini mendapatkan jatah libur untuk pulang kekampung halamannya masing-masing termasuk dengan teman satu kamar ku.


Meskipun masa liburan sekolah, tetap saja ada beberapa murid yang memutuskan untuk tidak pulang dan memilih menetap di asrama, ntah apa alasannya yang jelas dari semenjak kemarin aku datang pandangan ku menangkap beberapa siswa yang masih setia menghuni kamarnya masing-masing.


Pagi itu karena belum ada kegiatan maka aku memutuskan untuk berkeliling asrama sambil mengingat kembali ruangan-ruangan penting yang sudah di terangkan oleh asistennya bu Wati kemarin.


Setelah membersihkan diri aku pun mulai mengunci pintu kamar ku dan berjalan menyusuri asrama di pagi hari. Tidak begitu spesial, hanya saja aku menangkap beberapa spot yang nantinya akan sangat cocok buat aku pakai untuk belajar atau hanya sekedar nongkrong menikmati suasana asrama.


Pagi itu aku memutuskan untuk duduk sejenak di kursi taman yang sudah disediakan sengaja untuk siswa menikmati udara segar. Aku menatap hamparan tumbuh yang tertanam dengan sangat rapih, terlihat semuanya dijaga dan dikelola dengan baik oleh sang pengurus asrama. Bunga-bunga yang sedang bermekaran menghiasi setiap hamparan tanah taman tersebut, sangat memanjakan mata dan sapuan angin memberikan kesejukan bagi siapa saja yang berada disana.

__ADS_1


Ketika aku sedang menikmati pagi indah itu, tiba-tiba ada seseorang yang duduk disamping kursi yang sedari tadi memang masih kosong.


Dia menatap ku dengan senyum, sedang aku menatap nya dengan kaget dan heran.


"Haiii... kamu siswa baru yah, Perkenalkan nama ku Ridho biasa di panggi Ido." lelaki tersebut mengulurkan tangannya untuk berjabatan.


Dengan replek aku membalas uluran tangannya.


"Iya aku murid baru, nama ku Fatharani Shanata biasa di panggil Rani." Jelas ku.


Kembali aku menatap heran kearah laki-laki itu, dan lagi laki-laki itu hanya melempar senyum nya. Manis sih namun aku tidak tertarik dengan senyumannya, sebab yang aku rasakan hanyalah aneh melihat seseorang yang belum sama sekali ku kenal dengan sangat mudah memberikan perlakuan hangat kepada orang asing.


Namun setelah beberapa saat pasca perkenalan itu percakapan kami mulai melebar, membahas mengenai asrama, sekolah dan juga hal-hal yang menimbulkan gelak tawa. Kesan tidak nyaman ku pada Ido seketika hilang sebab ternyata setelah kenal lebih jauh lagi Idho adalah sosok yah menyenangkan, humoris juga pandai membuat lawan bicara nya menjadi sangat nyaman, sehingga tidak heran jika kami bisa langsung akrab dalam berbagai obrolan.


Dari sana aku tahu kalau dia ternyata 2 tahun lebih tua dari ku, dia penghuni kelas XII yang sebentar lagi akan menanggalkan atribut kesekolahannya dan menggantinya dengan almamater universitas.


Ditengah obrolan ada hal membuat ku begitu malu...

__ADS_1


Kriuuukkkk.... Kriuuukkkk


Tiba-tiba perutku yang sedari malam belum diisi begitu sangat lapar, cacing-cacing yang ada didalamnya seakan sedang berdemo meminta haknya sebagai mahluk hidup. Aku pun tidak kuat menahan malu, sampai seluruh wajahku memerah bagai tomat yang siap di petik dari tangkainya.


"Kamu belum sarapan ?" Tanya Ido.


Aku hanya menggeleng dengan sedikit malu dan senyum yang canggung.


Ido melihat jam tangannya dan alangkah kagetnya ketika dia melihat ternyata sudah hampir jam 9 pagi.


"Waaahhhhh Udah hampir jam 9, kenapa kamu belum sarapan ? memangnya kamu tidak tahu kalau makan pagi di batas sampai dengan pukul 9 ?" Tanya Ido.


Kembali aku hanya menggelengkan kepala dengan senyum yang dipaksakan.


"Ya sudah ayo kalau begitu aku antar kamu ke dapur untuk sarapan sebelum telat." Dengab replek nya Idho menarik tangan ku dan bergegas menuju ke dapur umum asrama untuk sarapan terlebih dahulu.


Aku yang dibuat kaget karena perlakuan Idho yang spontan hanya bisa menuruti langkahnya, mengekor dari belakang sambil terus memandangi tangan ku yang tidak lepas dari genggamannya.

__ADS_1


__ADS_2