
Teeeeetttttttt..
(anggap saja suara bel)
Bel tanda Istirahat mulai berbunyi, seketika semua siswa berhamburan menuju kantin, begitu juga dengan ku.
Hari pertama ku di sekolah tidak seburuk hari-hari ku di asrama, Disini aku mendapatkan 2 teman yang sangat baik namanya Chika dan Gea..
Posisi asrama dengan sekopah berjarak kurang lebih 1 km, orang yang sekolah disini tidak hanya dia yang mendapat beasiswa saja, namun sekolah ini di buka juga untuk umum, hanya saja bagi yang mendapat beasiswa full seperti aku mau tidak mau harus tinggal di asrama sebab ada beberapa kegiatan di luar sekolah yang harus kami ikuti sebagai bentuk balasan dari beasiswa yang kami terima.
"Ran makan yu, laper ni." Ajak Gea dan Chika.
Aku hanya mengekor kedua temanku dari belakang menuju kantin sekolah yang jarangnya lumayan agak jauh dari kelas ku berada dan ketika sudah sampai di kantin mata kami bertiga mulai mencari tempat duduk yang kelihatannya sudah sangat penuh itu.
Ketika kami sedang berkeliling mencari tempat kosong untuk kami duduki, tiba-tiba ada suara yang sepertinya tidak asing lagi untuk ku.
__ADS_1
"Sha...." Panggilan khas yang aku langsung tau siapa yang memanggil ku demikian.
"Eh ka Ido, ada apa ka ?"
"Ini aku cuman mau kasih ini, tadi kan kamu tidak sempat sarapan jadi aku bawakan bekal untuk kamu makan disekolah."
"Wah ka Ido harusnya ga usah repot-repot gini, aku kan bisa beli makan di kantin ka."
"Gapapa ko aku seneng melakukan nya."
"Ekkhhheeemmm" Tiba-tiba suara Gea dan Chika membuayarkan obrolan aku dan Ridho.
Setelah ku kenalkan mereka lalu ketiganya saling berjabat tangan memperkenalkan namanya masing-masing.
"Eh ya udah kalo gitu kamu makan yah bekal nya, aku balik ke temen-temen ku dulu." Ucap Idho.
__ADS_1
"Ka Idho duduk disebelah mana ? kami sedang mencari tempat duduk nih.." Ucap Chika dengan sangta tiba-tiba.
"Oh gitu, kalo begitu ayo gabung dengan kami, aku duduk disebelah sana, kebetulan masih ada kursi yang kosong juga." Sambil menunjuk ke arah salah satu meja di kantin tersebut.
Aku, Chika dan Gea menatap ke arah yang ditunjukkan oleh Ridho, terlihat ada 3 laki-laki yang sedang duduk, yang dua menghadap ke hadapan kami sehingga kami bisa melihat wajahnya meski kami tidak mengenalnya, dan yang satu duduk membelakangi sehingga kami tidak melihat sama sekali pemilik wajah laki-laki tersebut.
Kami pun diajak untuk bergabung dengan ke empat laki-laki tersebut dan alangkah terkejutnya ketika sudah sampai di tempat tersebut dan melihat sosok yang sedari tadi memunggungi kami.
Kami kembali terkejut dan beradu pandang memperlihatkan sorot mata yang sama-sama kesal.
"Kammuuu..." Ucap aku dengan Gian kompak.
Gea, Chika dan dua teman Ridho menatap heran ke arah aku dan Gian.
"Kalian udah saling kenal ?" Tanya Laki-laki yang berada di depan ku.
__ADS_1
"Engga, aku ga kenal sama dia." Lagi-lagi kalimat ku sama persis dengan kalimat yang Gian ucapkan sehingga kami mengatakan hal itu dengan bersama-sama kembali membuat orang-orang yang berada di situ menjadi sangat heran dan bertanya-tanya.
Aku dan Gian kembali saling menatap dan melotot seperti bola mata kami akan keluar dari sarangnya masing-masing. Kemudian dengan kesalnya aku mengurungkan niat untuk makan bersama mereka.