SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
R&G Eps 29


__ADS_3

Sampai di kamar Rani tidak langsung terlelap, bayang-bayang tentang kejadian satu hari ini membuatnya sangat tidak percaya jika semua itu terjadi secara nyata.


Laki-laki yang selama ini dianggapnya sangat kaku dan juga menyebalkan ternyata bisa berlaku seromantis itu juga. Ya, buat Rani sikap Gian ketika mereka sedang berada di jalan tadi adalah hal yang sangat romantis, baginya ini adalah kali pertama dia diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki.


Rani kembali mengingat wajah polos Gian ketika dia sedang terlelap tidur diatas bahunya, terlihat sangat menenangkan, jauh sekali dari kata menyebalkan dan arogan seperti yang selama ini dia kenal. Rani melihat ada sosok lain di dalam diri Gian saat itu, dan tentunya membuat Rani sangt heran sekaligus senang.


Senang ? ya mungkin itu yang di rasakan Rani saat ini, meski dia tidak pernah tahu dari mana rasa bahagia itu muncul, tetapi yang jelas saat ini dia sedang terbaring diatas kasur dengan senyum diwajahnya.


Rani merasakan kembali getaran-getaran yang tadi ia rasakan tatkala Gian menatap lekat kedua matanya, getaran-getaran yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, sekalipun dulu ia suka kepada Ridho tapi rasanya itu tidak sama dengan apa yang dia rasakan saat ini, berkali-kali lipat getaran itu dirasakan oleh Rani.


Apa ? Kenapa aku ini ? kenapa aku jadi aneh begini tiba-tiba kepikiran laki-laki menyebalkan itu...


ah menyebalkan ? ya, dia adalah laki-laki menyebalkan yang pernah aku temui, bisa-bisanya dia mencari kesempatan dalam kesempitan, sampai kapanpun dia tidak akan bisa menjadi laki-laki manis, sekali menyebalkan tetaplah menyebalkan


Kira-kira itulah pergulatan yang ada di dalam hati Rani, disatu sisi dia menikmati apa yang sedang ia rasakan saat ini namun di sisi lain dia mencoba untuk menepiskan perasaan tersebut, sebab dia tidak ingin salah faham untuk yang kedua kalinya.

__ADS_1


Akhirnya setelah beberapa saat Rani berusaha menepis perasaannya dia pun terlelap didalam tidurnya.


*********


Villa


"Ekkkhhheemmm"


Suara itu menghentikan langkah Kenan yang baru saja sampai dari mengantar Rani pulang, kemudian Kenan melirik ke arah sumber suara kemudian tersenyum manis.


Gian hanya memandang Kenan dengan tatapan tidak suka, sedang Kenan yang ditatap seperti itu merasa keheranan dan hanya bisa mengangkat alisnya sebelah menandakan jika dia tidak mengerti apa arti dari tatapan Gian.


"Kamu antar Rani kemana ?" Tiba-tiba Gian bertanya demikian pada Kenan.


"Kenapa ?"

__ADS_1


"Jawab aja ga usah nanya balik." Jawab Gian dengan ketus.


"Ke rumahnya." Kenan masih dengan ekpresi muka yang tidak mengerti.


"Oh... aku peringatkan sama kamu jangan pernah coba-coba buat mendekati Rani."


Kini mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Kamu siapanya Rani sampai-sampai seberani ini melarang orang lain buat mendekati nya, ibu nya saja suka ko dengan aku, hak kamu apa ? pacarnya juga bukan ?"


Gian tersentak dengan semua pernyataan Kenan membuat nya mati kutu.


Hah.. apa ? apa yang dia katakan ? ibunya suka sama dia ? apa maksudnya, apa yang sebenarnya terjadi tadi ?


Banyak sekali pertanyaan di benak Gian sehingga membuat nya sedikit bengong sampai-sampai dia tidak sadar jika Kenan sudah pergi meninggalkannya sendiri di ruang tamu.

__ADS_1


Sialan tu cowok sepertinya Kenan adalah saingan berat ku sekarang. Oke siapa takut, kita akan mulai permainannya sekarang.


__ADS_2