SATU JAM SAJA REBORN

SATU JAM SAJA REBORN
Prolog 2


__ADS_3

Keesokan harinya dengan berat hati aku mulai melangkahkan kaki meninggal rumah dengan segala kenangan yang ada didalamnya menuju sebuah asrama yang berada di sebuah pusat kota besar dengan jarak tempuh sekitar 3 jam perjalanan.


Sesampainya disana aku di ajak kesebuah ruangan yang cukup luas dengan dekorasi yang sangat epik menghiasi setiap sudut ruangan didalamnya.


Tok...tok...tok...


"Permisi bu." Sapa seorsng perempuan yang ternyata diketahui adalah seorang asisten dari kepala asrama tersebut.


"Iya silahkan masuk." Sahut seseorang yang berada di balik pintu ruangan itu.


Aku dan asisten tersebut mulai melangkahkan kaki mendekati sesosok wanita yang jika dilihat usianya tidak jauh berbeda dengan Bunda ku, hanya saja mungkin beliau sedikit lebih muda beberapa tahun.


"Ini bu, saya mengantarkan siswa baru yang mendapatkan beasiswa full untuk bersekolah disini." Ucap sekertaris itu.

__ADS_1


"Oh ia, saya sudah menerima berkas nya dan sedikit biodata nya, namanya Fatharani apa betul ?" Tanya Wanita tersebut.


Aku yang sedari tadi hanya duduk dan menunduk kini mulai memberabikan diri untuk menatap lawan bicaranya.


"I..ia bu nama saya Fatharani Shanata namun biasa di panggil Rani." Ucap Rani dengan sedikit gugup.


"Oke Rani, saya bu Wati kepala asrama disini, saya yang bertanggung jawab atas segala hal didalam asrama dan juga sekolah, secara garis besarnya mungkin kamu sudah mengetahui segala aturan yang ada disini, saya harap kamu dapat mematuhinya dengan baik dan jika terjadi kesalahan maka kamu harus bersiap dengan segala konsekwensinya."


Aku sedikit tersentak dengan apa yang di katakan oleh bu wati tersebut, baru pertama masuk sudah mendapatkan ultimatum yang cukup keras bagi ku. Mengharuskan aku untuk selalu berhati-hati agar tidak pernah melakukan kesalahan sekecil apapun.


"Baik syukurlah kalo begitu, sekarang silahkan kamu masuk ke kamar mu dan beristirahat lah, nanti asisten saya yang akan mengantar dan juga menjelaskan segala detail mengenai asrama ini."


Setelah percakapan ditutup aku dan asisten bu Wati segera meninggalkan ruangan itu dan beranjak pergi menuju ruangan yang akan menjadi kamarku.

__ADS_1


Sepanjang jalan asisten bu Wati terus menyampaikan segala aturan serta segala hal mengenai seluk-beluk asrama ini. Akupun mendengarkannya dengan sangat seksama, berusaha untuk menyimpan segala hal yang sudah di jelaskan didalam memori otak agar nantinya tidak akan kesulitan lagi untuk melakukan sesuatu.


Disela-sela perjalanan menuju ruang kamar ku, sejenak aku melewati sekerumun orang yang sedang berolahraga di lapang asrama. Mereka sedang bermain basketball, sejenak mataku tertuju pada seorang laki-laki yang begitu lihai memainkan bola yang ada di tangannya. Dengan tatapan yang penuh kekaguman aku sejenak mematung sampai pada akhirnya suara asisten bu Wati membuyarkan segala lamunan ku.


"Ekkhhheeemmm.... dan satu peraturan yang paling penting dan harus di taati di asrama ini bahwa sesama penghuni asrama dilarang saling berpacaran satu sama lain, ya meskipun masih banyak yang bandel dan pacaran secara sembunyi-sembunyi sih, cuman yah selagi tidak menurunkan prestasi sekolah sebetulnya aku sih ga masalah." Sang asisten hanya nyeroscos tanpa ada jeda, membuat Rani melihat nya sambil tersenyum dan juga geleng-geleng kepala.


Asisten bu Wati ini memang kelihatan nya sangat galak dan juga judes, cuman sebetulnya setelah mendengar dia berbicara maka kesan judes dan galaknya seketika runtuh berubah menjadi wanita lucu yang bawel.


Akhirnya setelah beberapa menit kita berjalan mengitari setiap lorong dan juga ruangan-ruangan di asrama ini, sampailah kita di sebuah ruangan yang akan menemani hari-hari ku selama 3 tahun kedepan. Akupun dipersilahkan untuk dan beristirahat, kemudian asisten tersebut pergi meninggalkan ku seorang diri. Baru lah aku mulai membereskan barang-barang ku, memasukkan nya satu persatu kedalam lemari yang sudah disediakan pihak asrama.


Setelah dirasa semua barang sudab masuk kedalam lemari semua, maka aku bergegas untuk membersihkan seluruh tubuh yang sudah lengket akibat keringat dan juga sinar matahari yang langsung menyotot ke kulit tubub ku. Sekitar 15 menit aku habiskan untuk mandi, kemudian selanjutnya aku merasa sangat cape sekali sehingga aku memutuskan untuk merebahkan tubuhku diatas kasur yang sudah disediakan pihak asrama.


Aku merebahkan tubuhku dengan posisi terlentang dengan kedua mataku yang masih terbuka.

__ADS_1


Oke kehidupan yang sesungguhnya ini baru aku mulai, maka dari itu ayolah takdir bersahabat lah dengan ku agar apapun yang akan terjadi didepan nanti untuk hidup ku setidaknya itu adalah takdir baik ku.


__ADS_2