
Keesokan paginya para penghuni Villa sudah bersiap untuk melakukan sepedahan bersama, semua nampak antusias untuk menikmati suasana pagi di sekitaran Villa dan kebun teh.
"Clau... kamu ga ikut sepedahan bareng yang lainnya ?" Tanya Gian yang baru saja keluar dari kamarnya.
Gian tidak ikut bersepeda sebab dia malas untuk bertemu dengan Kenan sehingga didalam Villa pun mereka selalu bermain petak umpet tentunta Gian yang selalu berusaha untuk menghindari Kenan.
"Eh ia kak tadi aku lupa handphone ku ketinggalan di kamar, makanya aku pulang lagi, kan sayang moment langka kaya gini harus di abadikan dong." Jelas Claudia.
Gian hanya menganggukkan kepalanya tipis.
"Kaka ga ikut sepedahan ? Kenapa ?" Tanya Claudia
heran.
"Ah engga, lagi males aja, daripada sepedahan mending joging sekalian." Jelas Kenan.
"Oh gth, padahal sepedahan juga seru loh... emmmhhhh atau gimana kalau aku sepedahan kaka yang joging tapi rutenya sama, gimana ?" Ajak Claudia.
Gian nampak sedikit berpikir kemudian memg ia kan ajakan Claudia.
Setelah mereka selesai dengan kebutuhan pribadi masing-masing akhirnya mereka memulai rutinitas olahraga paginya bersama.
Sepanjang jalan hanya Claudia yang mencecari Gian dengan berbagai pertanyaan, meski Gian tidak merasa nyaman dengan hal itu tapi dengan sabar Gian menjawab setiap pertanyaannya dengan sedikit ketus.
__ADS_1
Sudah hampir setengah perjalanan mereka berjalan namun tidak kunjung juga bertemu dengan teman-teman yang lainnya, sampai pada suatu ketika Claudia tanpa sengaja melindas sebuah batu besar yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan akhirnya harus terjatuh daribsepeda dan menyebabkan beberapa luka di tangan dan di kakinya.
"Aaaaaaaarrrrrrgggggghhhhhhhh...." Teriak Claudia
"Astaga Clau ...." Gian pun kaget dengan kondisi Claudia yang kini sudah terbaring tertindih sepeda.
"Auuuuu sakit ka..." Claudia meringis kesakitan dan dengan sigap Gian membantu Claudia untuk bangun dan melihat kondisi Claudia.
"Ya ampun kakimu terkilir Clau." Gian memperhatikan kondisi kaki Claudia dan beberapa goresan luka di kaki dan tangannya.
"Kamu bisa berjalan.." Tanya Gian kembali.
"Aku coba ka." Ucap Claudia
"Sorry..." Ucap Gian yang kemudian membetulkan kembali posisi berdirinya Claudia.
Ya ampun kenapa aku ini ? kenapa rasanya semakin aneh saja ? apa aku benar-benar sedang jatuh cinta ?
(Batin Claudia)
"Ya sudah kalo gitu kamu aku boncengin aja, kamu duduk disini, sepedanya biar aku yang bawa." Jelas Gian yang kemudian di ia kan oleh Claudia.
Sepanjang jalan Claudia sangat menikmati suasana yang mungkin jarang-jarang dia dapatkan jika tidak ada insiden kecelakan tadi mungkin suasana seperti ini tidak akan pernah dia rasakan.
__ADS_1
Senyum yang merekah dari wajah cantiknya selalu terpampang sepanjang jalan membuat siappaun yang melihatnya menduga kalau mereka adalah pasangan yang baru saja memadu kasih.
Sedang Gian masih konsisten dengan muka datarnya sambil sesekali melihat ke samping wajah Claudia yang sepanjang jalan selalu tersenyum itu.
Setelah beberapa saat mereka bergelut dengan pikiran dan imajinasi nya masing-masing akhirnya mereka sampai juga di Villa, Gian kemudian memarkirkan sepedanya dan menggendong Claudia yang masih menahan rasa sakit di kakinya, dan lagi-lagi Claudia merasa sangat tersanjung dengan perlakuan yang di berikan oleh Gian kepadanya, kembali keduanya saling beradu pandang untuk beberapa saat sampai pada akhirnya ada suara yang membuyarkan pandangan keduanya.
"Ekkkhhheemmm...."
Keduanya saling menoleh dengan bersamaan kearah sumber suara.
"Ka Kenan....." Claudia menyapa kakanya tersebut.
"Kamu apakan adik ku Gian sampai-sampai kamu harus menggendongnya." Kenan berjalan menghampiri keduanya untuk menge cek kondisi adik kesayangannya itu.
"Tidak-tidak ka jangan salah faham dulu, ini tidak sesuai seperti apa yang kaka fikirkan, ka Gian hanya membantu aku yang tadi terjatuh dari sepeda akibat melondas batu besar dijalan, nih lihat kakinya sampai bengkak begini." Jelas Claudia.
Gian kemudian mendudukkan Claudia di sopa sedang Kenan mendekati kaki Claudia untuk mengecek seberapa parah luka yang di derita Claudia.
Setelah Gian mendudukkan Claudia dia bergegas pergi mencari kotak P3K untuk membersihkan dan mengobati luka yang ada di tangan dan beberapa di kakinya.
Setelah mendapatkan apa yang dia cari Gian bergegas mendekati Claudia dan meraih tangannya untuk mengobati lukanya, kembali Claudia menatap Gian dengan penuh cinta, Kenan yang sedari tadi menyaksikan adegan tersebut melihat ada getaran-getaran cinta yang di rasakan oleh adiknya kepada Gian, sedang Gian seperti tidak merespon getaran tersebut dan hanya terfokus pada luka yang sedang dia obati.
Setelah keduanya selesei mengobati Claudia, akhirnya Claudia diajak pergi kekamarnya untuk beristirahat oleh Kenan sedang Gian dia pun kembali ke kamarnya untuk membersihkan badannya yang sudah penuh dengan keringat.
__ADS_1