Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Diterimanya Very bekerja


__ADS_3

"Kalau begitu mas silahkan masuk karena kebetulan akulah orang yang mas cari" , Sahut wanita itu dengan nada yang sensual karena dia melihat penampilan Very yang cukup menarik. Maaf Mba saya mau melakukan tes wawancara untuk melamar kerja bagian sales di perusahaan ini, jadi saya diarahkan ke ruangan ini untuk melakukan tes wawancara. Sahut Very dengan tersenyum kepada wanita itu. “ Kalau begitu silahkan masuk mas, kebetulan sayalah orang yang akan melakukan tes wawancara tersebut, wanita itupun sambil mengedipkan matanya ke arah Very, dia terpesona dengan Very yang berpenampilan sangat berwibawa dan menarik”. Wanita itu bernama Velis, usianya 28 tahun, dia berpenampilan sangat modis. Setelah melakukan wawancara Velis sangat merasa puas dengan jawaban yang dilontarkan oleh Very, sehingga tanpa ragu-ragu lagi dia berkata. Sangat sangat puas dengan jawaban Anda, untuk itu Mas bisa langsung bekerja besok. Tapi untuk melihat kinerja mas, tapi untuk sekarang mas akan menjalani masa training terlebih dahulu, jika kerja mas memuaskan maka gaji yang mas dapatkan bisa bertambah. Sekarang mas dalam masa training ini akan mendapatkan upah sebesar 3 juta. Very pun berterima kasih dan sangat bersyukur karena dia sudah mendapat pekerjaan yang lumayan gajinya bisa untuk membelikan kebutuhan anaknya Sely. “ Terima kasih mbak, saya akan bekerja dengan giat” balas Very dengan wajah yang sumringah.

__ADS_1


Very keluar dari ruangan HRD dengan wajah yang terlihat sangat senang, sehingga wajahnya tambah kelihatan tampan karena senyum di bibirnya yang tidak pernah pudar. Diapun melewati front office dan berkata terima kasih ya mba. Alhamdulillah saya sudah diterima bekerja di perusahaan ini dan saya senang sekali, sambil memperlihatkan giginya yang putih dan rata sehingga menambah ketampanan dari seorang Very. Wanita front office itu pun sangat terpukau akan ketampanan Very dan dia langsung berkata, mas tampan sekali, apa mas sudah punya pacar? sahut front office itu, dia wanita yang sudah lama menjomblo, namanya Anita. "Maaf mba saya sudah menikah dan sudah punya anak" jawab Very. "Oh kalau begitu bisalah mas, aku dijadikan istri kedua" Anita berkata dengan wajah dipasang seimut mungkin. " Aku tidak mungkin bisa menduakan istri saya Mba, saya sangat mencintainya" sahut Very dengan nada pelan agar Anita tidak tersinggung . Kalau begitu aku pamit dulu ya Mba, nanti ketemu besok. Very kemudian berlalu meninggalkan Anita yang masih terpaku atas ketampanan Very.

__ADS_1


Sesampainya di Pustu, Very sangat senang karena sudah melihat Vera memasak di dapur. Loh kok barusan cepat pulang sayang, sahut Very karena dia sudah sangat senang dengan diterimanya dia bekerja di perusahaan PT. King Koil tersebut. Kebetulan hari ini aku dinas luar Abang dan sudah selesai jadi aku bisa cepat pulang, kenapa Abang terlihat sangat senang sekali, ada apa bang. Aku sudah diterima kerja sayang di perusahaan PT. King Koil dan sudah bisa kerja mulai besok, sambil memeluk Vera dari belakang karena Very sudah lama tidak mendapatkan jatahnya sebagai suami akibat sifatnya yang cemburuan sehingga Vera selalu kesal dan tidak mau memberikan jatah kepada suaminya. Aku kangen sekali sayang, apa kamu tidak kangen sama aku, tanya Very dengan nada lembut karena dia tidak mau jika kesempatan mendapat jatah dari istrinya tertunda lagi. Sayang Sely mana, tanya Very hanya memastikan Sely agar dia tidak mengganggu aktivitas panasnya nanti di ranjang. Sely lagi tidur pulas mas. jawab Vera dengan nada yang dipasang semanis mungkin karena dia juga merasa bersalah kepada suaminya yang sudah lama tidak diberi jatah plus-plus.

__ADS_1


__ADS_2