Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
tebakan Dara


__ADS_3

“Itu sudah keputusan papa Alia, kalau kamu gak mau ya gak papa, papa akan bilang sama kakak kamu untuk tidak kesini menemui kamu,”Ucap pak Ferdi.


“Tapi pa, Aku itu tidak nyaman terus-terusan sama dia pa,”Ucap Alia.


“Apapun alasannya kamu harus jemput kakak kamu bareng Wildan atau papa suruh saja kakak kamu untuk tidak kesini,”Ucapnya lagi sama dengan ucapannya yang sebelumnya.


Alia merutuki nasibnya, dia pindah kesini untuk mencari kedamaian dan ketenangan serta kenyamanan, fokus untuk belajar bukannya malah kembali di pertemuakan dengan seorang laki-laki menyebalkan seperti Wildan.


“Papa tidak akan memaksa Alia, jika kamu ingin liburan kemanapun kamu suka boleh saja, papa tidak melarang tapi harus dengan Wildan, kalau tidak mau papa akan melarang kamu pergi kemanapun.”Ucapnya pak Ferdi lalu pergi keruang kerjanya.


pria paru baya itu sengaja menyuruh Wildan anak buahnya di kantor menjaga Alia, karena dia yakin Wildan bisa menjaga anak bungsu kesayangannya itu. Alia merasa dikekang dari pada kakaknya Amelia padahal ada alasanya kenapa orang tuanya lebih membebaskan Amelia untuk memilih siapapun menjadi pasangannya dari pada Alia.


bahkan hobi dan kesukaan Alia selalu dilarang oleh papanya untuk tidak keterusan melakukan apa yang dia suka, berbeda dengan Amelia yang selalu dibebaskan melakukan apa saja.


itu karena Alia gampang ceroboh bila tidak diperhatikan dan bisa mencelakai dirinya sendiri, di waktu kecil dulu Alia sering bolak-balik masuk rumah sakit akibat cidera saat melakukan salah satu hobinya, sedangkan Amelia dia selalu berhati-hati dan mudah diatur.


Amelia selalu bicara dulu pada kedua orang tuanya saat ingin melakukan apapun, sedangkan Alia jangankan bicara izin pun tidak.


apalagi dia adalah tipe wanita yang keras kepala dan tingkahnya selalu bikin orang-orang disekitarnya mengelus dada, sampai berapa kali dia dimarahi oleh papanya.


namun Alia tetaplah Alia walau usianya menginjak remaja tingkahnya tidak pernah berubah, tapi ada suatu hal perubahan yang membuat orang tuanya takjub dan bangga padanya, yaitu semakin besar sifat simpatinya pada semua orang, memiliki budi pekerti yang baik serta wanita yang berakhlak.


bahkan Alia adalah wanita yang selalu membanggakan kedua orang tuanya lewat prestasi yang selalu dia raih setiap ada perlombaan dalam acara apapun.


tok tok tok


“Pa, papa marah sama Alia,”Ucap Alia dia sekarang berada di ruang kerja papanya yang selama ini pantang dia masuki karena dia mengira kalau ruangannya hanya berisi kertas-kertas untuk menyalin laporan dan segalanya yang menyangkut pekerjaan.


“Pa, Alia tau papa punya alasan untuk menyuruh Wildan menjaga Alia, tapi satu hal yang harus papa ingat kalau Aku bukanlah anak kecil lagi yang selalu papa larang-larang untuk melakukan apa saja,”Ucap Alia.


“Papa tau kamu sudah dewasa Alia, tapi tetap saja papa khawatir sama kamu, papa tidak ingin kalau kamu sampai celaka,”Ucap pak Ferdi.

__ADS_1


“Itu artinya papa masih belum percaya kalau Alia bisa menjaga diri Alia sendiri,”Ucap Alia.


“Pa, untuk kali ini aja papa izinin Aku jemput Kak Amelia tanpa harus didampaingi sama Wildan, Alia mohon pa,”Ucapnya mengiba.


“Tidak, keputusan papa tidak akan berubah Alia, jangan keras kepala sayang, papa melakukan ini untuk kamu karena papa tidak mau kamu sampai celaka, apalagi kamu adalah anak papa yang paling ceroboh,”Ucap pak Ferdi.


“Yaudah kalau itu keputusan papa yang tidak bisa di ganggu gugat lagi, Alia setuju jika besok harus sama Wildan ke bandara untuk menjemput kak Amelia,”Ucapnya setelah sekian protes tidak bisa meluluhkan hati seorang ayah yang ingin terbaik untuk anaknya.


Pak Ferdi tersenyum setelah Alia mengucapkan itu, Akhirnya Alia menurut dengan ucapannya sekarang walau ada sedikit ancaman tadinya.


“Pa, itu apa?”Tanya Alia saat penglihatannya tertuju pada sebuah buku yang tebal, tapi judul dari buku itu adalah Album foto.


“Kenapa papa menyimpannya disini,”Ucap Alia.


“Papa sengaja karena papa disini hanya berdua sama mama kamu dulu, papa bawa album ini yang berisi foto keluarga besar papa dan mama, juga foto masa kecil kamu dan kakak kamu, jika papa rindu papa akan melihat foto ini,”Ucap pak Ferdi.


“Papa sayang sama Alia,”Ucap pak Ferdi.


Alia memeluk papanya dengan perasaan haru, walaupun sudah berbulan-bulan berada disini dia seperti baru ketemu sama papanya, karena saking sibuknya hingga ngobrol panjang pun tak sempat.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


kembali dengan Dara sekarang toko sudah sepi, karena waktu sudah sore maka dia harus berkemas. Inara mengajaknya ketemua sekarang karena ada hal penting harus di bicarakan mengenai David.


“Hai kak, kenalin ini Bagus yang membantuku menyelidiki kak David dengan majikannya itu,”Ucap Inara


“Iya kak, jadi Aku sudah mempunyai foto dan alamat tempat majikannya David tinggal, ini alamatnya,”Ucap Bagus menyerahkan lembaran kertas yang berisi alamat dan foto majikan David.


Dara maraih kertas itu dan melihat foto milik Reni, dalam foto terlihat kalau Reni cantik dengan rambut yang digerai, rumahnya sangat mewah bak istana yang megah.


“Kenapa kak?”Tanya Inara.

__ADS_1


“Apa benar kalau dia adalah majikan Kakak kamu Ra,”Ucap Dara.


“Sebenarnya itu bukan rumahnya dia yang sebenarnya kak, tapi wanita itu menyewa rumah itu kata tetangga disana, dan wanita dalam foto itu juga kenal dengan David, tadi Aku juga sempat ketemu mereka di cafe,”Ucap Bagus.


“Jadi kalau bukan dia pemilik rumah mewah itu, lalu siapa pemilik aslinya?”Tanya Inara.


“Aku juga dengar kalau pemilik rumah itu adalah seorang pria yang sekarang kerja di Amerika,”Ucap Bagus


“Terimakasih yah informasinya,”Ucap Dara.


“Iya sama-sama, sepertinya ada yang tidak beres dengan dia kak,”Ucap Bagus.


“Kenapa?”Tanya Inara dan Dara bersamaan.


“Aku rasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh kak David dan sepertinya dia sembunyi-sembunyi melakukan ini dan takut kalau orang tuanya tahu,”Ucap Bagus.


“Itu sudah biasa, dia takut ketahuan oleh papa, karena papa pernah mengancam dia kak soal perselingkuhan karena papa benci dengan kalimat itu,”Ucap Inara.


“Hmm....bisa jadi dia takut karena ancaman papanya itu,”Ucap Bagus.


Inara dan Dara diam sejenak, tak lama kemudian Bagus pamit untuk pulang karena masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan.


“Kak, apa kakak mau ngasih tau ini ke mama dan papa sekarang, sebelum terlambat,”Ucap Inara.


“Tidak usah dulu Ra, kita lihat dulu sampai kapan kakak kamu bertahan,”Ucap Dara karena soal pembongkaran perselingkuhannya akan ia lakukan jika waktunya sudah tepat nanti.


“Lalu apa rencana kakak selanjutnya?”Tanya Inara.


“Kakak akan cari bukti lebih banyak lagi agar dia tidak mengelak lagi jika sudah tepat pada waktunya,”Jawab Dara.


“Baiklah kak, Aku akan bantu kakak sebisa ku,”Ucap Inara, biar bagaimana pun David adalah kakaknya. jadi baik-buruknya harus ia benarkan bukan dibiarkan agar tak menjadi kebiasaan.

__ADS_1


“Kalau begitu kakak pulang dulu ya,”Pamit Dara karena ini sudah lewat satu jam dari waktu pulangnya kemarin.


__ADS_2