
Karena jarak antara perusahaan dengan jl. galak sangat jauh sehingga Very membutuhkan waktu yang lama untuk sampai ke apartemen Velis. Very selalu memperhatikan jamnya karena dia takut istrinya akan marah karena dia telat pulang, lagi-lagi dia mengirimkan pesan WA ke istrinya. Sayang mungkin saya agak telat pulangnya, karena apartemen temanku jaraknya jauh sekali dari perusahaan. Dia pun kembali fokus dengan kemudinya. Mas apa mas g bosan dengan istri mas? . Lagi-lagi Velis berusaha mengobrol dengan Very, tapi Very malah mengacuhkan pertanyaannya yang menurutnya itu sangat tidak wajar, jika seorang gadis bertanya demikian kepada orang yang beristri. Velis pun mulai melihat keluar jendela karena lagi-lagi dia diacuhkan oleh Very. Akhirnya dia tertidur. Sesampainya di alamat Velis, Very pun berusaha membangunkan Velis karena mereka sudah sampai di apartemen Velis. Mba sudah sampai mba, Very pun bersuara agar Velis bisa bangun. Velis pun tiba-tiba kaget karena dia sedang bermimpi dicium oleh Very, tapi pas membuka matanya ternyata Very hanya diam di belakang kemudi dengan memperhatikannya. Mba kenapa sampai kaget begitu, diapun langsung menyadarkan dirinya. G apa-apa Mas, oh sudah sampai ya, Mas g mampir ? tanya Velis. Nanti lain kali saja Mba , aku mau buru-buru pulang , Very pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang berharap agar dia cepat sampai di rumahnya. Tapi jalanan ibukota jam-jam segitu agak macet. Dia pun mulai hilang kesabaran karena lagi-lagi ada rintangan dia temui.
Vera sangat gelisah di rumahnya, karena sekarang sudah pukul 20.20 tapi Very belum juga tiba, pikirannya sudah sangat kacau karena lagi-lagi hormon kehamilannya membuatnya sangat khawatir. Mudah-mudahan temannya itu bukan cewek. Dia pun terus mensupport dirinya, nanti dia bertanya kalau Very sudah datang. Setelah menidurkan Sely, Vera pun kemudian duduk di ruang keluarga sambil menonton TV, lagi-lagi dia tersulut emosi karena film yang dia tonton bergenre keluarga. Judulnya Suamiku Direbut Pelakor. Karena lelah menunggu akhirnya dia sampai ketiduran di sofa. Tidak lama kemudian Very tiba, dia memperhatikan jamnya ternyata sudah larut malam karena sekarang sudah menunjukkan pukul 21.30. Diapun kemudian membangunkan istrinya, berharap sang istri tidak marah padanya. Vera pun mulai membuka matanya perlahan karena rasa kantuknya sehingga matanya susah sekali terbuka. Mas apa tadi teman yang Mas antar itu, cewek atau cowok? tanya Vera khawatir jika suaminya mengantar pulang seorang cewek dan baru pulang sekarang. Ternyata Very sudah menduga dengan pertanyaan yang akan dilontarkan istrinya. Oh tadi aku antar Mba Velis, karena ban mobilnya kempes, tiba-tiba Vera langsung berdiri dan beranjak pergi karena dia sangat kesal dengan jawaban suaminya. Karena dia sudah lama menunggu dan ternyata yang ditunggu-tunggu hanya membuatnya kesal. Ditambah lagi film yang ditontonnya tadi sangat membuatnya emosi. Very pun mulai menyusul istrinya, tapi setelah melewati kamar Sely dia masuk ke kamar anaknya terlebih dahulu untuk memastikan anaknya tidur atau belum, dia pun mulai membuka kamar Sely dengan sangat pelan agar tidak mengganggu sang anak. Setelah melihat anaknya yang sudah tertidur pulas, Very pun mulai melangkahkan kaki ke kamarnya. Sesampainya di kamar dia langsung membuka pintu kamarnya, tapi ternyata pintunya terkunci. Dia pun menuju meja kerjanya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang sudah lelah ditambah lagi dengan sifat Vera yang membuatnya tidak bersemangat.