
Keesokan pagi nya David kembali berdagang, dia yakin kalau hari ini dagangan nya akan laku, dalam hatinya dia berambisi kalau dagangan nya laris dia akan menampar mulut Dara dengan memamerkan nya uang hasil jerih payahnya.
"Ngapain ketawa-tawa sendiri, jualan yang bener jangan sampai kayak kemarin,"Ucap Dara yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan David.
"Gak bakal, Aku yakin kalau hari ini laris lihat aja nanti,"Ucap David percaya diri.
"Halah paling juga nanti masih penuh,"Ucap Dara.
"Udahlah masih pagi gak usah ngajak ribut,"Ucap David.
David memulai aktivitasnya yang sama seperti kemarin, tapi tetap saja sepi tak ada yang beli.
"Masih jualan mas kirain udah enggak,"
"Siomay gak enak kok dijual,"
"Gak nyadar tuh,"
Umpatan demi umpatan David terima bukan nya sabar dia malah membalas umpatan orang-orang walau dalam hati sih.
"Hai Vid?"
"Oh jadi ini sekarang yang lo jual,"Ucap Indah
"Iya tapi masih belum laku,"Ucap David.
"Kenapa gak di jual di dekat pasar aja,"Ucap Indah
"Benar banget tuh, tapi tumben kamu ngasih ide,"Ucap David.
"Ya karena Aku tau kamu mau membalas Dara kan, jadi Aku kasih tuh solusinya,"Ucapnya
Indah pun mengantar David kelokasi dan mencari tempat untuk mangkal, memang sih di dekat pasar rame tapi kan mereka ke pasarnya bukan mau beli dagangan David.
"Kamu yakin mereka akan beli dagangan ku,"Ucap David.
"Iya santai aja, udah gue pulang dulu bye,"Ucap Indah meninggalkan David sendirian.
"Eh tunggu ini beneran kan akan banyak yang beli, awas aja sampai bohong kamu," Ucap David.
"Udalah tenang aja pasti ramai kok,"Ucap Indah.
Indah pergi meninggalkan David sendirian,sedangkan Davi masih kurang percaya diri dengan dagangan nya yang akan laris disini apalagi kemarin banyak yang di buang karna kurang enak.
"Mas saya pesan satu porsi ya, yang pedas,"Ucap seorang wanita menghampiri David.
__ADS_1
ternyata benar kalau disini pasti ada yang beli, David segera membuatkan pesanan wanita itu.
Setelah jadi dia memberi kan pesanan nya namun satu suapab belum di telan malah di kembalikan pada David.
"Loh mbak kok di kembalikan kesaya,"Ucap David.
"Mas nya bisa jualan gak sih?" Tanya wanita itu.
"Kalau saya gak bisa jualan buat apa saya jualan,"Ucap David.
"Orang makanan nya gak enak juga,yaudah mana uang saya kembalikan, beli makanan bukan nya enak malah tawar gitu rasanya,"Ucap nya.
Mau tak mau David mengembalikan uang itu, hancur sudah harapan nya untuk membuat Dara menyesal telah membuatnya kesal dan menghina dagangan nya.
David akhirnya pergi karna tak ada harapan lagi jika terus-terusan disana.
...****************...
Dara sedang membersihkan rumahnha tiba-tiba ada seseorang yang mengetuj pintu depan, Dara tak menemui orang itu padahal udah jelas-jelas dia mendengar ada yang mengetuk pintu tadi.
Tiba-tiba menemukan paket di ujung teras, dia membuka paket itu karna udah jelas paket itu dikirimkan untuk dirinya tapi dari siapa.
Karna memang ada surat di atas paket itu.
^^^Ttd :^^^
^^^Sahabat pena^^^
Setelah membaca surat itu Dara semakin bingung siapa sahabat pena itu, karna dia sama sekali tak memiliki sahabat pena, kalau dalam benak nya bahwa itu dari Alia kayaknya tak mungkin karna sudah lama ia putus kontak dengan Alia.
apa dari Gita, tapi juga tak mungkin karna Gita udah ada di jogja dan tak tau alamat rumah baru Dara.
Dara membuka hadiah yang dikirim seseorang itu dan rupa nya ada sebuah buki diary dengan gambar love di sampul nya dan ada tulisan. ( bacalah buku ini kau akan menemukan kebahagiaan mu).
Dara membawa masuk buku itu dan menyembunyikan nya dari David.
...****************...
Sore pun telah tiba, David masih sibuk dengan dagangan nya yang masih penuh, tak ada pilihan lain selain pulang.
"Udah pulang?" Tanya Dara saat mendapati David di teras rumah nya.
"Iya!" Jawabnya.
"masak banyak tuh," Ucap Dara.
__ADS_1
"gak laku lagi," Imbuhnya.
"Ini kan baru pertama mungkin besok laku, Udahlah gak usah bingung Aku bisa mengatasi ini semua lagian cuma dagang aja kecil bagi Aku,"Ucap David dengan nada angkuhnya, Dara tersenyum sinis padanya.
"kalau gagal gak usah bilang kayak gitu malu sama ucapan mu itu,"Ucap Dara.
"Gak usah sok tau,"Ucap David.
"Mana makanan nya kok gak ada?"Tanya David setelah dari dapur.
"kamu ini gimana sih Aku tuh lapar tau,"Ucap nya karna Dara hanya diam saja.
"kamu ini ya gak pernah ngasih uang ke Aku malah mau enak minta di masakin, kamu nyuruh Aku masak kembang hah, ingat ya Vid selama kamu gak ngasih uang piring-piring ya ada di dapur gak bakal berisi ngerti,"Ucap Dara.
"Kamu bisa gak sih usaha dulu,"Ucapnya.
"Kamu lapar kan tuh dagangan kamu masih utuh makan aja sana dari pada mubazir," Ucapnya
"Udah sana,"
"Masih diam aja lagi kayak patung,"
"Udahlah Ra kamu ini sebagai istri seharusnya ngerhagai Aku sebagai semua kamu, bukan nya malah kurang ajar,"Bentak David.
"Apa!!!apa kamu bilang,kurang ajar,"Ucap Dara yang kemudian tertawa kecil.
"kamu ngaca gak sih kamu pantas gak menjadi suami yang wajib di hormati hah,"Ucap Dara.
"Udah sana makan tuh dagangan kamu kalau gak mau makan tuh batu,"Imbuhnya.
"Ra jangan bikin kesabaran Aku habis bisa gak sih, kamu selalu bikin Aku emosi,"Ucap David
"Kamu yang bikin Aku emosi duluan, dasar suami gak guna,"Umpat Dara.
"Dara, nyesel Aku nikah sama kamu, dasar perembuan pembangkang,"Ucap David.
"Aku juga nyesel nikah sama kamu pemalas." Ucap Dara meninggalkan David diruang tamu.
Rasa sesak memenuhi hati nya, Dara menangis dalam diam nya ada rasa sakit dalam hatinya, ternyara laki-laki yang ia nikahi tak selembut saat pacaran dulu.
Dara bukan nya takut untuk kabur dari sini tapi uang tabungan nya sudah mulai habis tinggal sedikit,mau tak mau dia bertahan sampai menemui solusinya, biar bagaimana pun David sekarang adalah suaminya, tapi apakah pantas laki-laki yang tak bertanggung jawab harus di hormati.
Apalagi selama menikah David tak pernah memberinya nafkah, dia selalu aja minta uang dan sekarang ia berdagang pun malah gak untung.
Mungkin karna sifat angkuhnya jadi para pembeli tak ada yang mau membeli dagangan nya.
__ADS_1