Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Wildan dan Alia


__ADS_3

Alia cemberut saja sejak tadi karena keinginan ayahnya menjadikan wildan bodyguardnya, rasanya kesal keinginannya untuk tenang dinegara ini malah berhadapan dengan sosok wildan.


“Sayang kenapa melamun aja apa kamu gak suka dengan rencana papa,”Ucap Papanya Alia.


“Iya,”Ucap Alia.


Apapun penolakan Alia tak menyadikan keputusan papanya berubah namun semakin dibertambah apa yang papanya perintahkan padanya.


Lalu Alia hanya bisa diam untuk sekarang dan patuh pada perinta papanya, Dia agak jengkel dengan Wildan, kenapa papanya bisa dekat Wildan.


dia teringat saat dulu waktu kecil selalu bahagia bersama kakaknya tanpa aturan ketat sang ayah.


Antara sedih dan mau berontak namun sayangnya papanya bukanlah orang yang mudah membatalkan ucapaanya.


Katanya tak pantas seorang pemimpin mudah menjilat omongan nya sendiri.


Karena itu tak pantas ia lakukan.


“Pa, apa boleh Aku berkunjung ke indonesia , Aku kangen teman-temanku,”Ucap Alia.


“Boleh tapi setelah ujian semestermu selesai ok,”Ucap papa.


“Baiklah,”Ucap Alia.


“Tapi sama wildan,”Ucap papanya Alia.


“Apa, sama wildan pa, apakah itu harus Aku lakukan,”Ucap Alia.


“Kalau kamu gak mau sama wildan ya jangan harap kamu papa izinin keindonesia Alia, karena papa sudah menitipkan kamu kepada Wildan dan kamu jangan menolak apapun alasannya,”Ucap papa Alia.


“Terserah papa,”Ucap Alia sambil berlalu kekamarnya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


( Hai bagaimana kalau kita ketemuan di hotel, ada yang ingin ku bicarakan soal hubungan kita )


Pandangan Dara tertuju pada hp David yang berbunyi, dia mengambil Handphone itu dan melihat sebuah notif Wa yang membuatnya heran.


Pengirimnya adalah Reni, dalam benaknya Reni adalah bosnya sekarang,lalu untuk apa dia membuat janji dihotel dan ada hubungan apa mereka.


Ting


( Kamu bisa kan, langsung ke hotel sekarang, Aku udah pesan taxi online untukmu )

__ADS_1


Pesan nya lagi, Apa sebenarnya yang mereka orang ini bicarakan, apa David dan Reni punya hubungan di belakangnya. pikir Dara.


"Ra kamu lihat hp ku gak?"Tanya David.


"Tuh di meja,"Jawan Dara ketus.


David langsung mengambil hp nya, saat tau ada pesan dari Reni, terlihat dia senyum-senyum sendiri.


"Ra Aku berangkat ya, bos ku bilang hari ini ada kerjaan penting dia nyuruh Aku untuk mengantarnya,"Ucap David.


Dara mengangguk, apa dia mau menyembunyikan sesuatu darinya, tapi tak semudah itu dia berbohong dengan Dara, karna Dara akan menyelidikinya sekarang juga.


Meskipun Dara pura-pura untuk baik-baik saja, walau dari riuhnya isi kepala ada pertanyaan yang membuat nya ingin tahu apa jawaban nya.


Meskipun tidak lagi cinta di hatinya, meskipun dia tak sesayang dulu pada suaminya. Tapi dia tak mau jika pernikahan nya hancur , dia yakin jika badai pasti akan berlalu. Segala kekecewaan akan habis oleh waktu,


Keinginan nya jika nanti David dapat kerjaan dan sifat nya berubah dia akan bertahan dan mencoba untuk


berdamai dengan diri sendiri, menerima dirinya apa adanya.


Tetapi jika sampai David selingkuh tak ada cara lain selain pergi dari kehidupan nya tapi nanti dia akan mencari kerja dulu untuk ongkos kembali kekota dan akan menghilang dari hidup David.


Kalo dia tidak menghargai dirinya lantas apa yg ingin perjuangkan dalam pernikahan ini.


Sementara itu David akan menuju ke alamat yang sudah Reni berikan, sesampainya disana ternyata sudah ada Indah, senyum sumringah ia tampakkan kepada David. Namun David merasa heran kenapa ada Indah disini.


"Kamu ngapain disini Ndah?"Tanya David.


"Aku yang mengundangnya,"Sahut Reni.


Reni tersenyum sinis.


"Untuk apa Ren?"Tanya David pada Reni.


"Aku mengundangnya sebagai saksi kalau kita sudah jadian,"Jawab Reni.


David berbincang pada Reni dan Indah dengan serius namun mata Indah selalu bikin David resah.


“Kamu kenapa mandangin Aku kayak gitu sih bikin rusuh tau,”Ucap David.


“Aku heran sama kamu Vid, katanya kamu gak mau mempermainkan pernikahan tapi nyatanya kamu pacaran sama bos kamu sendiri, bagaimana kalau Dara tau semua ini,”Ucap Indah.


“Dara gak akan tau kalau tidak ada yang bicara sama dia, kamu gak usah ikut campur apa yang menjadi urusan ku,”Ucap David.

__ADS_1


“Iya ya Aku gak akan ikut campur urusan kamu tapi semua itu tidak geratis Aku butuh bayaran dan Aku janji akan tutup mulut soal hubungan mu dengan Reni pada Dara, tapi jika kamu gak mau siap-siap aja kalau Dara akan tau secepatnya,”Ucap Indah.


“Apa, enggak akan Ndah, kamu mau memeras Aku hah,”Ucap David.


“Ok. Baiklah kalau kamu gak mau,Ren Aku pamit dulu ya,”Ucap Indah,Indah langsung keluar dari hotel itu.


Indah mengunjungi rumah kontrakan David, tak lupa ia membawa dua lembar foto yang sudah di print dan akan ia berikan pada Dara.


Rumahnya sangat sepi, kemana Dara gumamnya dalam hati, Dara menaruh foto itu di depan pintu lalu pergi sebelum ada orang yang tau keberadaannya.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Sementara itu Wildan berkunjung kerumah Alia dan papanya, Wildan membawa sekotak makanan kesukaan Alia, Wildan tau dari papanya Alia tentang makanan kesukaan Alia.


”Assalamaualaikum,”


“Waalaikumsalam, ngapain kamu kesini ada keperluan apa bukan kah hari ini libur gak ada kerjaan,”Ucap Alia.


”Aku kesini disuruh papa kamu, ini Aku bawa makanan buat kamu dan Aku cuma mau memastikan kamu keluar rumah apa enggak hari ini bukankah kata papa kamu, Aku akan jadi bodyguard mu yang akan siap mendampingimu,”Ucap Wildan.


”Apa sih kamu, hari ini Aku gak kemana-mana hari ini karena malas, udah sana kamu pulang”Ucap Alia.


Alia menutup pintunya kuat-kuat membiarkan Wildan di depan sendirian, baru kali ini ia sangat jengkel dengan laki-laki apalagi keinginan papanya yang harus ia patuhi, rasa kesal dan marah menjadi satu didalam dadanya, jangan sampai papanya menjodohkan dirinya dengan Wildan.


“Al, siapa yang datang?”Tanya papa Alia.


“Loh papa masih ada dirumah bukannya tadi keluar,”Ucap Alia.


“Iya ini juga mau keluar, papa lagi nunggu wildan,”Ucap papanya lalu membuka pintu betapa kagetnya dia saat melihat Wildan yang sedang duduk diteras, pak Ferdi menatap Alia.


“Kok gak masuk Wil,”Ucap pak Ferdi.


“Gak usah pak, saya nunggu disini aja, adem disini,”Ucap Wildan.


“Masa, apa jangan-jangan gak dibolehi sama Alia,”Ucap pak Ferdi.


“apa sih pa, lagian wildannya aja yang gak mau masuk,”Ucap Alia.


“Papa denger semua tadi Al, jadi gak usah mengelak lagi,”Ucap pak Fedi, Alia membelalakkan mata jadi sejak tadi papanya memperhatikan dirinya.


”Udah yuk berangkat wil,”Ucap pak Ferdi.


pak Ferdi dan Wildan berangkat ke resto karena ada janji dengan klien soal bisnisnya. Rencannya pak Ferdi ingin menjual bisinis disini demi menetap ditanah kelahirannya. Yaitu negara indonesia.

__ADS_1


__ADS_2