
Prank
Prank
Bugh
"Aduh siapa sih pagi-pagi bikin keributan," Ucap Dara dan membuka pintu utama, dan alangkah terkejut nya ternyata di halaman rumah nya begitu berantakan, banyak pecahan beling dan batu-batu yang di lempar mengenai vas bunga dan kaca rumah nya.
"Astaugfirullah siapa yang melakukan ini, sungguh tega orang itu,"batin nya.
"David. David," teriak nya memanggil sang suami.
"Ada apa kenapa teriak-teriak,"Ucap David dari dalam rumah.
"Lihat ini siapa yang sudah melakukan hal ini,"Ucapnya
"Kenapa bisa seperti Dar, kenapa halaman rumah kita berantakan,"Ucap David saat melihat kondisi rumah nya.
"Kamu malah balik nanya, ya mana Aku tahu tadi Aku dengar ada yang lempar batu makanya Aku keluar tau-tau nya malah kayak gini,"Ucap Dara.
Dara dan David saling diam melihat pemandangan di depan mereka,banyak serpihan kaca dan batu-batu yang lempar begini.
"Gak ada kerjaan banget itu orang berantakin rumah kita,"Ucap Dara.
"Kenapa kamu diam aja, bersihin cepat!"Ucap Dara.
"Kok Aku sih ya kamu lah,"Tolak David.
"Aku mau masak,"Ucap Dara sambil berlalu kedapur.
Dara tak habis pikir siapa yang melakukan ini, apa yang membuat orang itu terus menganggu ketenangan nya,padahal selama ini Dara tak memiliki musuh satupun tak ada, lalu semua ini perbuatan siapa.
David membersihkan halaman rumah nya yang sudah seperti tak terurus itu, bukan nya pagi-pagi nyantai malah dapat kerjaan.
Setelah selesai David segera kedapur karna perutnya sudah keroncongan minta jatah makan.
"Ra kamu cuma masak nasi goreng,"Ucap David
"Iya kita harus irit sampai kamu dapat kerjaan," Sahut Dara.
David menghela nafas,tanpa berbicara lagi dia menyantap makanan di hadapan nya.
"Vid, Aku kasih kamu waktu dua bulan mulai dari sekarang,jika dalam waktu itu kamu gak dapat pekerjaan kita cerai,"Ucap Dara penuh pekanan.
__ADS_1
"Apa!, jangan becanda kamu Ra, gak ada perceraian di antara kita dan Aku gak mau mainin sebuah pernikahan,"Ucap David setelah mendengar penuturan Dara.
"Terserah kamu,"Ucap Dara.
David memang egois di mata Dara, dia bilang tidak mau mempermainkan pernikahan tapi dia sendiri menjalani pernikahan dengan banyak kebohongan dan sandiwara di dalam nya.
Sungguh kejam memang sebuah keegoisan yang David lakukan.
"Ra Aku pamit dulu ya,"Ucap David tapi tak ada jawaban Dari Dara.
Dara hanya fokus pada hp nya tak menatap pada David, karna tak mendapat respon David akhirnya berlalu pergi meninggalkan rumah.
Pernikahan nya baru berumur beberapa bulan tapi kenyaman nya sudah mulai agak pudar, bukan karna komitmen yang sudah rusak melainkan kebohongan David yang sudah ketahuan oleh Dara.
David keluar dari rumah dengan niat mencari pekerjaan namun ternyata tak semudah yang ia bayangkan.
"Permisi bu apakah di cafe ini ada lowongan pekerjaan,"Ucap David pada pemilik cafe.
"Maaf mas udah gak ada,"Ucapnya
David pun berlalu dari cafe itu dan berjalan terus, satu demi satu tempat ia kunjungi tapi tak ada yang menerima dirinya bekerja.
Sampai pada akhirnya David bertemu dengan seseorang yang sedang duduk di sebuah warung.
"Mau kemana bang,"Ucap pria itu
"Oh, mau ngopi bang,biar nanti saya pesenin,"Tawar laki-laki itu namun David menolak nya.
"Bang memang benar zaman sekarang cari kerja itu susah, kadang butuh berbulan-bulan kita nyari nya,"Ucap laki-laki itu.
"Kamu kerja dimana?" Tanya David
"Saya jadi tukang ojek bang, udah dua bulan ini,"Ucapnya.
Seketika David terdiam, entah mau bicara apa lagi, dirinya lelah karna berjalan kaki seharian ini.
David pamit untuk melanjutkan langkahnya mencari pekerjaan.
"Vid, mau kemana loe,"
"Eh kak Rehan, ini kak mau cari pekerjaan," Ucap David pada orang yang menyapanya, dan orang itu adalah Rehan kakak iparnya.
"Kamu masih belum kerja terus adik gue gimana keseharian nya suruh makan cinta,"Ucap Rehan.
__ADS_1
"Selama dua minggu ini kami pakai uang tabungan Dara bang, lagian David udah berusaha," Ucap David.
"Untungnya Dara ikhlas dengan semua itu,lagian kamu ya Nikah tapi ngajak hidup susah, bukan nya dari awal nyenengin istri,"Ucap Rehan.
"Maaf bang,"
"Awas aja ya kalau loe bikin adik gue gak bahagia, gue akan nyuruh kalian untuk cerai,"Ucap Rehan,seketika David menatap tajam ke arah kakak ipar, dia tak berani menghajar Rehan karna dia tau itu kakak iparnya, bisa-bisa Dara yang marah dengan David.
"Maaf bang saya harus pergi,"Ucap David berlalu meninggalkan Rehan.
Rehan tersenyum sinis pada David yang melangkah semakin jauh dari pandangan nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Dara yang berada dirumah nya merasa bosan karna tidak ada aktivitas yang membuat nya senang, apalagi David masih belum pulang padahal hari sudah menjelang sore.
Dara juga tidak berharap pasti jika ia mencari pekerjaan karna Dara tau bagaimana sikap David, tampang nya saja pekerja keras tapi kenyataan nya untuk kebutuhan rumah tangga uang Dara aja yang di pakai.
Untungnya Dara ikhlas menjalani kehidupan nya walau terkadang selalu mengeluh karna nasibnya.
"Udah dapat pekerjaan kamu,"Ucap Dara saat David berada di ambang pintu.
"Belum,"
"Kamu ini niat kerja gak sih," Ucap Dara.
"Udahlah Dar, Aku udah berusaha, lagian suami baru pulang malah langsung di omelin, siapin makan kek,"Ucap David
"Siapin aja sendiri, bisakan,"Ucap Dara berlalu kekamarnya.
David menghela nafas, Dara yang dulunya lemah lembut kini menjadi seperti seorang pembangkang.
Lelah batin yang Dara rasakan memang tak sebanding dengan kenyataan yang pahit ini.
Sementara itu diluar rumah Dara dan David ada seseorang yang memandan rumah itu, rumah kontrakan yang di tempati oleh Dara dan David.
Ada perasaan miris dalam hatinya melihat kehidupan adiknya, yang dulu tidur nyaman tanpa beban kini harus merasakan sesuatu yang membuat nya sedih.
Ya orang itu adalah Rehan, Rehan mengikuti David tadi demi ingin tahu dimana rumah yang mereka tempati.
Rehan membatin kalau seandainya David tidak berhasil membuat Dara bahagia maka dia yang akan membuat Dara keluar dan pergi dari David.
Sementara David mulai kebingungan karna di dapur tak ada stok makanan satu pun, terpaksa dia harus pesan online.
__ADS_1
karna Dara tak kunjung keluar dari kamarnya, akhirnya David memakan semua makanan yang dia pesan karna memang perutnya sudah sangat lapar sejak siang tadi masih belum terisi.
sampai menjelang malam pun, Dara tak keluar dari kamar dan itu sangat membuat David kesal dengan kelakuan Dara.