
...Malam hari Dilton dan istrinya baru saja pulang....
...Nadia yang mendengar suara Om dan Tantenya pun seketika berlari ke lantai bawah....
..."Om Tante ! Kalian mengirim Kelvin kemana ?!" tanya Nadia to the point...
...Wulan pun tertawa sinis melihat Nadia....
..."itu bukan urusanmu" katanya...
..."Tapi Tante Kelvin kan juga adik Nadia!"...
...Plaaaaakkkk !...
...Wulan menampar Nadia dengan sangat keras....
..."Jangan pernah kamu berani berbicara seperti itu lagi di hadapan ku ! bagi kami kamu hanya benalu di rumah ini !...
...dan juga kamu itu pengaruh buruk bagi Kelvin....
...Dia tak pernah mau menuruti perkataan ibunya sendiri" ucap Wulan dengan sangat emosi...
..."Dan juga jangan pernah kamu menghubungi Kelvin lagi !" kata Dilton juga menimpali...
..."Kenapa kalian sangat membenciku ! sebenarnya apa salahku padamu Om Tante ! dan jika kalian memang tidak ingin aku ada disini aku akan pergi , bukan mengirim Kelvin ke luar negeri!" ucap Nadia dengan sesenggukan...
..."Itu sudah keputusan yang tepat untuk menjauhkan kamu dari Kelvin ! Kalau kamu pergi dan Kelvin masih berada di Indonesia, kalian masih bisa bertemu bod*h !!!umpat si Wulan...
...Wulan pun berlari ke lantai atas, ia menuju kamar Nadia....
...Ia mengobrak-abrik tempat tidur , mencari sesuatu dan tak lama ia menemukan barang yang dicari....
...Nadia segera berlari menyusul tantenya ke kamarnya....
..."Tante ! Tante sedang mencari apa?!" tanyanya...
..."ini ! mulai saat ini handphone kamu Tante sita !" kata Wulan sambil menunjukkan ponsel Nadia...
..."tapi Tante ..jangan, Nadia mohon Tante"...
...Wulan tidak perduli, ia pergi meninggalkan kamar Nadia...
...Saat berhadapan dengan Nadia, Wulan sengaja menabrakkan pundaknya ke pundak Nadia....
...Nadia kembali menangis di depan kamarnya....
...Setelah kepergian Dilton dan Wulan, Bi Asih yang sedari tadi menyaksikan perdebatan mereka segera berlari ke lantai atas menghampiri Nadia....
__ADS_1
...Bi Asih memeluk Nadia kemudian ia mengusap rambut Nadia....
..."yang sabar ya non..." hanya kalimat itu yang bisa bi Asih ucapkan, karena dia juga tak bisa berbuat apa-apa....
...Setelah tangisannya reda, Nadia mulai mengeluarkan suara....
..."Sebenarnya apa yang terjadi pada Kelvin bi?! apakah bibi tau sesuatu?" tanya Nadia...
...Bi Asih pun menghela nafasnya dan mulai bercerita....
...Flashback On :...
...Hari ini Kelvin pulang sekolah lebih awal....
...Saat tiba dirumah ia melihat ada beberapa koper disana....
...Dia pun menanyakan kepada mama dan papanya yang sedang duduk di sofa....
..."Pa, ini koper siapa ?!"...
..."itu koper kamu, barang-barang kamu sudah rapi di dalam koper tersebut" kata Papa nya...
..."koper Kelvin ?? barang-barang? maksudnya apa ini" tanya Kelvin penasaran...
..."Ya papa akan kirim kamu untuk sekolah di luar negeri. Dan sore ini kita berangkat!" kata Dilton tegas...
..."tidak ada penolakan Vin ! keputusan papa sudah bulat jika kamu tidak mau menuruti perintah papa maka Nadia yang akan papa kirim keluar negeri ! dan tentu saja setelah itu papa tidak akan membiayai hidupnya disana ! bagaimana, kamu pilih yang mana!" jelas Dilton dengan suara baritonnya...
...'sialan ! aku tidak mau kak Nadia sampe menderita' gumamnya dalam hati sambil mengepalkan tangannya ....
...Seketika Kelvin tampak berfikir.....
..."Baiklah Kelvin akan turuti permintaan papa, tapi Kelvin punya syarat pa ?!" kata Kelvin...
..."tidak usah macam-macam Vin!!" ucap Wulan menyahuti...
...Dilton mengangkat telapak tangannya kearah Wulan dan mengangguk mengisyaratkan agar Kelvin melanjutkan kalimatnya....
..."kalian harus memperlakukan kak Nadia dengan baik dan layak"ucap Kelvin...
..."itu saja ?!" tanya Dilton lagi...
..."Sebelum Kelvin berangkat, izinkan Kelvin menghabiskan waktu bersama kak Nadia dulu"...
..."lakukanlah !" kata Dilton singkat...
..."tapi pa ? nanti Nadia akan mempengaruhi Kelvin lagi?trus dia kabur bagaimana?" bisik Wulan kepada suaminya....
__ADS_1
..."tidak akan, kamu tenang saja aku akan menyuruh anak buahku mengawasi mereka" ucap Dilton...
...Kelvin naik kekamarnya, ia menulis surat untuk Nadia. Ia berganti baju lalu Setelah itu Kelvin segera bergegas menuju sekolah Nadia....
...Ia mengajak Nadia ke mall, bermain game , makan bersama....
...pokoknya melakukan hal yang tidak bisa mereka lakukan bersama dirumah selama ini....
...Hingga akhirnya sore hari pun tiba, Kelvin menatap punggung Nadia sampai tak terlihat oleh pandangan nya....
...Kelvin tidak bisa menahan air matanya yang jatuh....
...Ia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa kakak yang ia sayangi disisinya lagi....
...Nadia pulang kerumah, dan Kelvin menuju bandara yang disana sudah ada mama dan papanya....
...Papa dan mamanya hanya mengantar Kelvin sampai di bandara, Kelvin pergi hanya ditemani oleh tangan kanan papanya....
...Sebelum berangkat Kelvin mengajukan satu permintaan lagi kepada papa nya...
...Flashback off...
..."Jadi begitu non kejadian tadi siang sebelum den Kelvin pergi" ucap Bi Asih...
..."Baiklah Bu, tinggalkan Nadia sendiri dulu ya bi" kata Nadia...
..."Tapi apakah non Nadia tidak makan malam dulu, den Kelvin tadi berpesan sama bibi supaya selalu mengingatkan non Nadia makan. Karena non Nadia sering melupakan makan katanya, dan juga den Kelvin tidak mau kalau sampai non sakit" ucap Bi Asih panjang lebar....
..."Iya bi nanti Nadia makan, sekarang belum lapar" kata Nadia lembut ....
...Bi Asih pun meninggalkan Nadia sendiri. Nadia segera berlari masuk ke kamar Kelvin....
...Ia memeluk bantal Kelvin sambil menangis lagi....
...Setelah puas menangis dikamar Kelvin, ia masuk ke kamarnya sendiri sambil membawa bantal Kecil milik Kelvin....
...Ia mencari kotak perhiasan yang diberikan Kelvin tadi....
...Nadia membuka kotak tersebut dan bertekad tidak akan menangis lagi....
...'aku harus bisa menjadi wanita yang kuat seperti yang Kelvin minta. Kelvin...kakak akan selalu mendoakanmu dan kakak menunggumu pulang' gumamnya dalam hati...
...Ia menutup kembali kotak tersebut dan menyimpannya ditempat yang aman, agar tantenya tidak merampasnya lagi....
...ΩΩΩΩΩ...
...Jangan lupa like dan komen setelah baca ya 💕...
__ADS_1
...Trimakasihh 🙏...