Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
bertengkar


__ADS_3

“Enak banget semalam tak pulang,”Ucap Dara.


“Bukan urusanmu,”Ujar David ketus.


David melangkah kekamarnya langsung merebahkan dirinya, tidak peduli dengan omelan Dara diluar sana.


“Bisa gak sih kamu itu berguna sedikit jadi laki-laki, kalau pulang itu tepat waktu. dimana ada seorang supir yang kerjanya sampai larut malam dan pulangnya subuh.”Ucap Dara.


“Bisa diam gak sih, berisik aja,”Ucapnya.


Dara tidak bisa diam, apa kata tetangga nanti apa dia tidak mikir kalau akan menjadi bahan gibahan dari orang-orang, Dara semakin yakin niatan untuk berpisah dari laki-laki itu.


Hari ini Dara ketoko agak siangan karena mengurus pekerjaan rumah, saat dia akan berangkat didepan rumahnya ada mawar merah dan sebuah kertas yang diselipkan dalam bunga itu.


“Hati-hati dengan suamimu karena semalam dia sedang berpesta dengan teman-temannya termasuk majikannya ”


begitulah isi surat itu, siapa yang mengirim surat dan bunga ini lalu dari mana dia tau kalau suaminya semalam sedang berpesta, apa maunya orang ini.


Dara tidak mempedulikan surat itu dia pergi ketoko dengan penuh tanda tanya, kenapa dan untuk apa suaminya pergi kepesta, apalagi sampai foto selfi dan di posting di sosial media, jika papanya tau apa tidak akan terjadi masalah nantinya. apa dia tidak mikir bagaimana perasaan mamanya jika tau semua ini.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


“Enak semalam begadangnya sampai sore begini baru bangun, enak kan lantai penuh debu, tidak pernah kamu sapukan,”Ucap Dara saat pulang kerja David malah masih tidur.


“Kamu kenapa sih bawel banget,”Ucap David


“Oh ya Aku besok pulang malam lagi,”Ucap David setelah beberapa menit terdiam.


“Mau pesta lagi,”


namun dia tidak menjawab malah langsung pergi kedapur, Dara mencebik malah tidak dijawab olehnya. terkadang keinginan untuk melanjutkan pernikahan ini masih ada tapi kembali dia teringat apakah pantas laki-laki seperti dia masih dipertahankan. impiannya bisa hidup tenang dan damai tapi malah mendapatkan hari-hari yang pahit seperti sekarang.


“Ra stok makanan kosong lagi,”Ucapnya.

__ADS_1


“Makan aja tuh air putih, bisa kenyang juga kan,”Ucap Dara.


“Kamu kenapa sih semenjak bekerja jadi terus membangkang, kamu tidak seperti Reni yang selalu menurut padaku,”Ucap David.


“Apa, oh sekarang kamu berani membandingkan Aku dengan wanita murahan itu,”Ucap Dara.


“Jangan sebut dia wanita murahan Dara, justru kamu yang murahan,”Ucap David.


“Apa maksud kamu,”Ucap Dara, Rasanya tak percaya kalau David berani mengatainya sebagai wanita murahan.


“Iya kamu bekerja sambil mencari laki-laki kan, setelah ada laki-laki kaya kamu akan kabur sama dia dan meninggalkan Aku,”Ucap David.


plak...


“Jangan pernah bilang Aku wanita yang seperti itu, jika pun Aku seperti itu ya karena kamu sendiri yang tidak becus menjadi sosok suami, tapi apakah pantas kamu di panggil suami setelah apa yang kamu lakukan. dan ingat David Aku tidak terima dengan tuduhan mu itu,”Ucap Dara


“Karena kamu memang begitu kan, buktinya kekasih sahabatmu sendiri kamu embat,”Ucap David.


“Kalau bukan karena mama mungkin sejak dulu Aku sudah pergi dari hidupmu,”Ucap David.


“Sebenarnya maumu itu apa sih, kalau kamu mau menalakku silahkan jangan banyak alasan karena mamalah kamu bertahan sama Aku, mama saja tidak tau bagaimana kelakuan anaknya, kalau perlu kamu talak Aku sekarang dan menikahlah sama Reni,”Ucap Dara, wanita itu memejamkan mata untuk menetralkan emosi yang ada dalam tubuhnya, rasanya ingin sekali memasukkan api pada mulut suaminya itu.


“Jangan keterlaluan kamu, Reni itu majikan Aku kenapa kamu malah menyuruhku menikahinya, dan satu lagi mama sangat sayang sama kamu maka dari itu Aku bertahan,”Ucap David.


“Kalau kamu sayang sama mama kamu seharusnya kamu tau bagaimana caranya kamu memperlakukan seorang wanita apalagi istri kamu, apa kamu selama ini tidak merasa kalau kamu salah, sebagai seorang suami kamu tidak pernah menafkahi ku kan,”Ucap Dara.


“Aku menyayangi mama ku karena dia adalah wanita yang sudah melahirkan ku sedangkan kamu adalah orang lain dihidupku,”Ucap David.


“Ouh seperti itu ya, lalu untuk apa kamu menikah padahal kamu tau kalau dia adalah orang lain dalam hidupmu, untuk apa mama kamu merestui hubungan pernikahan kita,”Ucap Dara.


“Dan kamu harus tau kalau pernikahan ini adalah pernikahan paling terpuruk bagiku,”Imbuh Dara lagi kemudian pergi kekamarnya.


Dara tak habis pikir karena David berubah sekarang, apa mungkin ini adalah sebuah pertanda kalau pernikahannya akan retak. bukan retak lagi namun akan menjadi hancur.

__ADS_1


“Sudah cukup Ra, jangan memancing emosi ku terus-terusan.”Ucap David dengan mengepalkan kedua tanganya.


Dara pergi kedapur memasak mie instan yang dibelinya saat hendak pulang kerja tadi.


pulang kerja bukannya bisa tenang dan istirahat ini malah ada yang ngajak berantem, seharian dia memilih tidur sedangkan Dara dia sibuk untuk bekerja. apa tidak ada inisiatif untuk membantu menyapu rumah atau mencuci pakaiannya sendiri, tapi ini istri pulang semua pekerjaan rumah menumpuk.


Suami yang egois itu memang ada buktinya dia sudah menikah tapi tidak mau berbagi.


“Kenapa dia mulai berubah, kalau seperti ini lebih baik Aku segera pergi dari sini,”Ucap Dara dalam hati.


ting


notif handphone miliknya berbunyi, kenapa akhir-akhir ini sering ada notifikasi dari orang.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


sementara itu ditempat lain Reni sedang menemui Indah, kalau saja bukan karena uang dia tidak mau melakukan hal ini.


“Mau sampai kapan gue harus sama dia sih Ndah,”Ucap Reni.


“Sampai rumah tangga David hancur Ren, Aku ingin David menderita setelah Dara menggugat cerai nanti,”Ucap Indah dengan senyuman jahatnya.


“Tapi apa kamu yakin kalau Dara akan bercerai dengan David,”Ucap Reni


“Aku yakin banget, selama itu kita bisa membuat mereka bertengkar,”Ucap Indah.


“Cuma hanya sahabat kamu rela menghancurkan cinta suami istri Ndah,”Ucap Reni.


“Aku juga mencintai David Ren, sebenarnya cintaku padanya sudah ada saat David belum sama Dara, tapi David malam mencintai Dara, maka dari itu Aku minta David untuk menghancurkan hubungan persahabatan Dara dan Alia.”Ucap Indah.


“Kenapa tidak kamu aja yang nikah sama David waktu itu, kenapa harus Dara,”Ucap Reni.


“Entahlah, Aku takut orang tuanya tidak merestui hubungan ku dengannya,”Ucap Indah, mengingat kalau Papa dan mama David tidak suka dengannya karena perangainya yang buruk. Itulah sebabnya dia ingin balas dendam pada David

__ADS_1


__ADS_2