Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Velis merayu Very


__ADS_3

Matahari pun mulai menampakkan cahayanya, dua insan itupun segera membersihkan dirinya karena akan melakukan rutinitas mereka sehari-hari. Setelah selesai membersihkan diri, Vera pun menuju ke kamar anaknya untuk membangunkan Sely, karena dia akan diantar oleh Ayahnya pergi ke Sekolah. Very pun menyiapkan sarapan pagi, berupa nasi goreng dan telur dadar gulung. Menu ini adalah menu andalan suaminya. Diapun menyiapkan bekal untuk mereka bertiga, karena dia juga akan di antar ke rumah sakit setelah mengantar anaknya ke sekolah. Setelah sampai di rumah sakit Verapun mencium tangan suaminya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruang laboratorium. Diapun mengirimkan pesan ke suaminya agar tempat bekal yang dia pakai harus dibawa pulang karena itu adalah tempat bekal merk Tupperware, suaminya sudah beberapa kali lupa membawa pulang tempat bekal merk tersebut. Very pun membalas WA dari istrinya , bahwa dia akan memasang alarm agar tidak lupa membawa tempat bekalnya pulang, karena kalau sampai hilang sudah pasti jatah di ranjangnya tidak ada lagi. sambil mengirimkan emoticon love kepada istrinya. Vera pun membaca balasan suaminya dengan mata yang berbinar karena emoticon live yang dikirimkan oleh suaminya. selamat bekerja ya sayang, sampai jumpa di rumah. Vera pun membalas WA dari suaminya dengan emoticon love.


Velis tiba-tiba lewat di depan ruangan Very , dia nampak merasa sedih karena melihat Very yang tersenyum sambil memandang pada benda pipih di tangannya. Pasti dia lagi chattingan dengan istrinya. Velis pun masuk ke ruangan Very dan mulai memasang wajah yang manis, sambil berkata. Wah Very kayaknya kamu bahagia sekarang, ucap Velis dengan senyuman yang dipaksakan karena dia sakit hati jika melihat kerukunan rumah tangga Very. Iya mba, ini aku diingatkan sama istri untuk membawa tempat bekal kesayangannya pulang. jawab Very masih dengan wajahnya yang sangat ceria karena dia menerima balasan love dari istrinya. Hati Velis pun sangat sakit melihat senyuman yang diperlihatkan Very untuk istrinya. Dia berharap Very akan membagi cinta dengannya, dia rela menjadi istri kedua jika Very menginginkan, karena selama ini tidak ada pria yang berhasil meluluhkan hati Velis setelah apa yang dilakukan pacarnya dulu membuat hatinya tertutup akan perkataan cinta yang diucapkan oleh para pria yang mendekatinya selama ini. Tapi dengan kehadiran Very kehidupannya cintanya pun kembali berwarna, tapi Very saat ini sudah menyandang status sebagai suami Vera. Diapun mulai merayu Very karena melihat bibir Very yang sangat menggoda imamnya. Dia pun memberikan rayuan gombal kepada Very yang tengah asyik melihat laporan keuangan pada perusahaan tersebut. Tapi lagi-lagi Very tidak memedulikan dirinya, Velis pun mulai membuka kancing kemejanya yang memperlihatkan belahan dadanya. Diapun mulai mendekati Very karena dari tadi Very hanya memandang layar laptopnya tanpa memperhatikan kehadiran dirinya di ruangan itu. Dia pun mulai mengelus dada Very. Tapi Very sangat tidak suka tingkah laku dari atasannya itu, dia menjaga nama baik dirinya karena dia sudah berstatus suami dan sudah menjadi seorang ayah. "Aku mencintaimu mas, dari waktu pertama kali mas melamar pekerjaan, aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama " Velis mengungkapkan isi hatinya yang selama ini dia tahan-tahan, tapi karena tingkah Very yang seakan menjauhi dirinya membuat dirinya tambah menginginkan pria itu.


__ADS_2