
Very pun mengantar Sely pergi ke sekolah kemudian dia mengantar istrinya ke tempat RS tempat kerjanya, setelah itu baru dia melajukan mobil menuju perusahaan. Sesampainya di perusahaan dia melihat Velis sedang membawa berkas yang banyak, sehingga dia menawarkan diri untuk membatunya, karena dia tidak tega melihat seorang gadis membawa berkas sebanyak itu, dia tidak mau harga diri Very akan jatuh sebagai seorang laki-laki. Mba bisa saya bantu, oh iya dengan sengaja Velis menjatuhkan dirinya di dada bidang milik Very, maaf Mas berkasnya berat sekali, padahal dia hanya membuat dirinya lemah di mata Very, Very pun mulai membantu membawa berkas tersebut lalu bertanya , Berkas ini mau dibawa kemana mba , kenapa banyak sekali berkasnya. Ini berkas mau dibawa ke ruang arsip yang ada di sudut ruangan tersebut. Terima kasih mas , atas bantuannya. Setelah membantu Velis, Very pun mau pamit ke ruangannya karena dia tidak merasa enak di ruang arsip tersebut, disana terlihat sangat rapih tetapi mata Very langsung tertuju pada sebuah tempat tidur yang ada di ruang arsip tersebut. Disana juga terdapat sofa yang memang Velis sediakan untuk mengistirahatkan dirinya kalau lagi lelah bekerja. Mas duduk dulu ya, nanti saya bikinkan dulu, Very pun tidak menolak tawaran tersebut, diapun duduk di sofa yang ada di ruangan itu sambil melihat keluar jendela, pemandangan di kota sangat indah. Wah pantas Velis betah disini, nyatanya pemandangan disini indah sekali. Velis pun datang membawa sebuah minuman yang telah dicampur dengan obat perangsang, karena dia tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk mendapatkan Very. Mas diminum ya, dia pun duduk di sofa yang berhadapan dengan Very. Sambil menyodorkan kue yang dia beli dari toko kue tadi pagi. Mas sekali lagi terima kasih atas bantuannya, dia tidak banyak bicara, dia hanya memperhatikan Very sekali-kali agar Very tidak merasa curiga. Dia hanya mau memastikan kalau minuman yang sudah dicampur obat perangsang itu diminum oleh Very, Very pun mulai menyerumput minuman tersebut hingga tandas. Karena dia ingin cepat keluar dari ruangan itu, dia tidak ingin berlama-lama di ruangan itu yang hanya ada dia dan Velis disana. Tiba-tiba tubuhnya merasakan panas karena reaksi obat perangsang tersebut, dia pun berusaha menahan hasratnya karena tiba-tiba hasratnya tidak bisa dikendalikan, dia pun minum air putih yang dibawa oleh Velis berharap dengan meminum air putih tersebut hasratnya menjadi normal. Tapi lagi-lagi Velia sudah mengantisipasi dengan hal itu, dia pun sudah mencampur obat perangsang pada air putih tersebut. Very pun tidak bisa lagi mengendalikan hasratnya, mukanya terasa ingin terbakar karena ada rasa panas yang tiba-tiba menjalar ke seluruh tubuhnya. Muka Very pun merah karena sudah tidak tahan dengan rasa yang membuatnya ingin melakukan penyatuan. Tapi dia sadar ini bukan hal yang benar karena di depannya hanya ada Velis bukan istrinya. Mba disini toilet ? Dia ingin ke toilet untuk membasuh mukanya berharap dengan membasuh mukanya pikirannya sudah kembali normal, tapi belum juga dia sampai ke toilet dirinya sudah jatuh tergeletak di depan toilet itu karena dosis obat perangsang yang dia minum terlalu banyak. Akhirnya Velis pun dengan sekuat tenaga membawa Very ke ranjang yang ada di ruangan tersebut. Dia pun mulai melucuti baju Very, dia terpesona dengan perut Very yang six pack. Dia pun mulai mencium Very dengan brutal karena sudah lama dia menginginkannya. Aku harus menjadi milikmu mas, dia berharap setelah ini dia akan hamil anak Very agar dia bisa dijadikan istri keduanya. Very pun masih dibawa pengaruh obat tersebut, jadi dia mengira yang sedang bercumbu dengannya adalah Vera istrinya, dia pun mulai membalas ciuman Velis dengan penuh hasrat. Hingga penyatuan mereka berakhir setelah mereka sama-sama mengeluarkan cairannya. Very pun akhirnya tumbang disisi Velis. Velis pun memasang senyumnya yang penuh arti berharap penyatuan ini akan tumbuh benih di dalam rahimnya. Aku akan menjadi milikmu mas.
__ADS_1
Hingga sore hari Very pun berusaha untuk membuka matanya karena seakan-akan dia tidak bisa membuka matanya. Dia pun mulai menelisik ruangan itu, aku ada dimana sekarang, kenapa ruangan ini asing sekali bukannya tadi aku ada di rumah dan melakukan ....dia tidak meneruskan ucapannya, dia seakan-akan berusaha mengingat apa yang terjadi, Astaga berarti saya melakukan hal itu dengan Velis dia sudah mengingat kejadian tadi pagi yang membantu Velis untuk membawa berkas ke ruangan ini. Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, Velis pun keluar dari kamar mandi dan memasang senyum manisnya. Mas membuatku melayang, Very pun mulai mengingat-ngingat kejadian yang dilakukannya, Maaf mba tadi saya kira mba istri saya, sekali lagi maaf mba, sambil memperbaiki pakaiannya yang sudah kusut karena ulah mereka Very pun berusaha menenangkan pikirannya terlebih dahulu. Aku berharap mba g akan hamil setelah kejadian ini, ucap Very lemas karena dia telah melakukan kesalahan besar. Saya kan sudah berusaha menolak tadi mas, tapi mas yang langsung mengungkung saya dan melakukan ini , seakan-akan dirinya adalah korban . Padahal dia sengaja menjebak Very agar dia hamil dan Very mau bertanggung jawab.
__ADS_1
Di tempat lain tiba-tiba Vera, merasakan hal aneh dalam dirinya, dia berusaha menenangkan dirinya dan tetap berpikir positif dia hanya berpikir kalau ini hanya pengaruh kehamilannya. Dia tiba-tiba meneteskan air matanya karena ada rasa pilu yang langsung muncul dari dalam dirinya. Aku berharap tidak terjadi apa-apa, hanya perasaanku saja begini.
__ADS_1