
Adzan subuh berkumandang, membangunkan semua orang untuk menunaikan kewajibannya sebagai umat yang taat pada sang maha penciptnya. Dara terbangun dari mimpi indahnya, ia langsung mengambil air wudhu dan sholat.
setelah sinar mentari mulai sedikit naik, ia keluar dari kamar karena akan bekerja, namun didepan kamar sudah ada David yang sedang berdiri.
“Ngapain, kamu disini,”Ucap Dara.
“Kamu batalin rencana kamu untuk kerja di toko papa, Aku gak mau sampai papa bilang kalau Aku tak sanggup nafkahi kamu,”Ucap David.
“Apa kamu udah lupa sama ucapan kamu semalam,”Ucap Dara.
“Masih belum pikun kan,”Imbuhnya lagi, kemudian ia melangkah pergi meninggalkan David yang masih berusaha membujuk Dara agar tak kerja.
David mengerjar Dara yang semakin menjauh dari dirinya, namun tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti dididepan Dara, setelah itu Dara masuk kedalam mobil.
tak ada waktu lagi untuk mengejar Dara, karena dirinya sudah ditelfon oleh Reni.
Dara sampai ditempatnya bekerja dan disambut hangat oleh ayah mertua dan adik iparnya, senyum bahagia tampak di wajah mereka.
“Assalamualaikum, pa,”Ucap Dara, setelah memeluk Inara.
“Waalaikumsalam, yaudah masuk sekalian papa mau memperlihatkan cara kerja di toko ini sama kamu,”Ucap papa Andre masuk terlebih dahulu dan di ikuti oleh Inara dan Dara.
toko roti ini sangat besar dan banyak sekali karyawannya, betapa takjubnya dia melihat semua keberhasilan ayah mertuanya, sebenarnya dia bisa bahagia menikah dengan David namun sayangnya dia malah membuat keputusan besar, bahkan David berani selingkuh dengan majikan tempatnya bekerja.
“Papa akan mempercayakan toko kepada kamu, asalkan kamu giat bekerja disini,”Ucap Papa Andre.
“Mempercayakan toko ini?”Ucap Dara seolah tak percaya dengan apa yang papa mertuanya ucapkan, pasalnya dia baru saja bekerja tapi malah dapat kepercayaan lebih dari papa mertuanya.
“Iya kak, sampai Aku selesai kuliah saja kalau semisalnya kakak keberatan,”Ucap Inara.
“Toko ini sebenarnya papa serahkan milik Inara tapi karena dia kuliah dan tugasnya menumpuk jadi toko ini sering kali di abaikan olehnya, karena itu papa nyuruh kamu untuk memimpin toko ini untuk sementara waktu,”Ucap papa Andre.
****
Waktu istirahat kerja, Dara mengajak Inara menuju sebuah Cafe yang tak jauh dari sana, ada sesuatu yang akan Dara sampaikan soal foto itu.
“Ada apa kak?”Tanya Inara.
Dara mengeluarkan selembar foto itu dan membagikannya pada Inara, awalnya Inara biasanya namun saat melihat foto itu ia kaget karena kakak kandungnya sendiri tega bermain api dibelakang istrinya.
__ADS_1
“Kak, apa kakak sudah menyelidiki ini semua?”Tanya Inara.
“Belum, makanya kakak nyuruh kamu untuk menyelidiki itu semua, dan kebenaran tentang foto itu,”Jawab Dara.
“Kakak tau siapa wanita yang berada dalam foto itu,”Ujar Inara.
“Dia adalah majikan kakak kamu,”Ucap Dara.
“Majikan?”
“Jadi selama ini dia selingkuh dengan majikannya sendiri dibelakang kakak,”Ucap Inara, Dara mengangguk.
“Kakak tau alamatnya,”
“Tidak sih, karena kakakmu tidak pernah cerita sama kakak,”Ujar David.
“Baiklah kak Aku akan menyelidiki semuanya, sebelum mama dan papa tau, Aku akan berusaha untuk menyadarkan kak David untuk tidak selingkuh lagi,”Ucap Inara.
“Terimakasih ya Nara,”Ucap Dara seraya tersenyum pada adik iparnya itu.
setelah lama berbincang dengan Inara, Dara kembali ke toko tempat ia kerja sekarang. banyak yang harus dikerjakan sekarang karena banyaknya pelanggan papa mertuanya yang memesan dan berdatangan.
“Permisi bu, ada yang pesan roti untuk ulang tahun dan diantar hari ini,”Ucap salah satu karyawan pada Dara.
“Yasudah kamu antar saja ya,”Ucap Dara.
“Bu, yang ini jadi berapa,”
“145.000, ya bu,”
“Kak, saya pesan kue brownis yang ini dong,”
“Iya dek, jadi 95.000 ribu ya,”
Inara datang ketempat Dara setelah menyelesaikan tugas kuliahnya dirumah temannya, betapa takjubnya dia ternyata banyak peminatnya toko yang sekarang iya kelola bersama papanya.
“Kak banyak yang beli ya,”Ucap Inara saat para pelanggan sudah berkurang.
“Alhamdulillah, dek banyak yang laku terjual,”Ucap Dara.
__ADS_1
“Aku pikir ini akan tutup tapi karena rencana yang papa lakukan akhirnya bisa berjalan kembali, dan karena ada kakak jadi Aku tidak kepikiran terus,”Ucap Inara.
“Semoga semakin sukses ya Dek,”Ucap Dara yang dibalas senyuman oleh Inara.
Inara bahagia karena setiap usahanya selalu berhasil, berkat ketekunan dan restu orangnya. serta doa yang selalu ia panjatkan kepada sang pemberi rezeki.
sementara itu David menunggu sang istri yang tak kunjung pulang, dia terpaksa pulang terlebih dahulu meninggalkan Reni yang sedang merajuk, tapi David berpikir kalau toko roti yang ia singgahi tadi seperti tak asing.
satu jam berlalu namun tak ada tanda-tanda kalau Dara akan pulang lelah pasti karena dia hanya menunggu Dara tanpa mencarinya, tak terasa dia tertidur di atas sofa.
setelah adzan magrib, bunyi deru sepeda motor berhenti didepan rumah kontrakan, Dara pulang kerumahnya dengan perasaan senang karena mendapat banyak sekali hal, menyenangkan hari ini yang ia dapat.
saat masuk rumah dia melihat David sedang tertidur di sofa, Dara menghela nafas atas kelakuan laki-laki itu bukannya sholat malah tiduran.
setelah membersihkan diri, Dara keluar untuk mencari makanan namun langkahnya terhenti saat David mencegah langkahnya.
“Baru pulang?”Tanya David.
“Iya, Aku baru pulang kerja bukan keluyuran,”Ujar Dara sedikit ketus, entahlah rasa hormatnya sedikit tidak ada padanya.
“Bagaimana reaksi papa tadi, apa dia memberikan kamu lebih dari seorang karyawan,”Ucap David.
“Iya papa mempercayakan tokonya untuk ku sementara waktu,”Ucap Dara.
“Malu-maluin banget kamu itu tau gak, Aku bilang sama kamu ya jangan...”
“Kamu saja tidak pernah memberikan Aku nafkah, lalu apa yang membuatmu melarangku hah,”Ucap Dara memotong pembicaraan David, ia lalu kembali masuk kekamarnya enggan untuk membeli makanan.
baru saja dia bahagia malah rasa bahagianya dihancurkan oleh David, bisa-bisanya dia mengacaukan semuanya.
David memukul dinding melampiaskan kekesalannya, mungkinkah papa Andre akan marah padanya karena ulah istrinya.
David juga merasa malu kepada papanya, karena dia sudah banyak membantu namun tidak ada yang berhasil apalagi biaya usahanya dulu banyak banget tapi malah bangkrut ditengah jalan.
apalagi dia takut kalau papanya sudah kecewa padanya, mungkin dia sudah tidak akan anggap oleh kedua orang tuanya apalagi mamanya sangat menyayangi Dara.
David mencoba menghubungi Inara namun tak di angkat oleh adiknya, apa yang akan di lakukan untuk membuat Dara berhenti dari kerjaannya, dia tidak akan membiarkan Dara untuk bekerja jika harus di toko papanya.
Dulu dia mati-matian untuk berhenti dan menahan malu saat dia memutuskan untuk keluar dari toko papanya.
__ADS_1