
Tujuh hari berlalu David masih setia dengan profesinya tapi semenjak hari pertama sampai sekarang dagangan nya masih sepi, dia mulai menyerah dengan semua nya, Tapi masih ada harapan untuk berjualan semoga saja hari ini ada pembeli, apalagi uang buat modalnya tinggal dikit lagi.
Apalagi Dara yang setiap hari mengomel terus dan bahagia di atas kegagalan David.
Coba aja David gak berbohong dan angkuh mungkin Dara akan mensuport David apapun terjadi.
"Kalau seandainya dalam satu bulan uang modal mu udah habis gak usah jualan aja sekalian,"
"Kamu mau jualan apa nyiksa pembeli,"
"Dasar gak tau ilmu perdagangan nih kayak gini,"
"Ini bukan mandiri tapi nyusahin,"
Umpatan-umpatan Dara masih terngiang di kepala David disaat mereka sedang bertengkar, kalau kayak gini malah bikin Dara besar kepala David tak mau hal itu terjadi.
Dia gak mau sebagai laki-laki di rendahin seperti itu, apa kata teman-teman nya nanti apalagi Indah nanti pasti akan tertawa dengan puas.
"Hey jualan nya gak laku ya,"Ucap Reno
"Makanya gak usah sombong dulu,"Imbuhnya kemudian berlalu mengendarai motornya menjauh dari David.
David yang masih mematung di jalan sangat geram dengan ucapan sahabatnya itu.
Terpaksa David pulang dan membuang semua dagangan nya dan menjual gerobaknya biarlah semua nya hilang, dia mau cari kerjaan lain yang lebih menguntungkan dan menghasilkan uang banyak.
Biarlah untuk saat ini dia tak berhasil membuktikan pada Dara kalau dia akan sukses karna usaha nya.
"Loh kamu udah pulang, mana gerobaknya,"Ucap Dara.
"Udah Aku jual dan Aku akan berhenti jualan."Ucap David
"Tuh kan baru aja satu minggu malah gak bertahan, maka nya gak usah sombong dulu,"Ucap Dara
"Kamu ini apaan sih Ra, tiap hari ngajak ribut terus apa gak capek,"Ucap David.
__ADS_1
Belum ada setahun tapi Dara kembali jengah dengan kelakuan David, kalau bukan karna janjinya saat nikah dulu mungkin dia akan mengakhiri pernikahan nya.
"Kamu makin kesini kenapa selalu cari gara-gara sih, kamu yang ngajak Aku nikah, kamu yang ngajak Aku hidup bahagia mana buktinya malah menderita Aku disini,"Ucap Dara emosi nya kini tidak bisa di tahan lagi.
Takdir memang memilukan tapi apalah daya kita hanya mengikuti apa yang sudah di tetapkan.
Terutama pernikahan, bukan nya malah komitmen yang di pegang malah kegengsian yang menjadi keseharian.
Mana ucapan David yang bakal menjaga Dara dan membahagiakan nya ternyata hal itu hanyalah omongan kosong belaka agar Dara bisa dekat dengan David.
Seperti itukah cara mematahkan hati wanita, dibahagiakan dulu baru di hancurkan setelahnya, apakah itu bukan kasus kekejaman.
Dara menenangkan dirinya dengan pergi kerumah Salma,Tetangga yang sangat dekat dengan nya sejak kejadian itu, disaat hati nya sedang tidak baik-baik saja Salma lah yang menjadi tujuan nya bercerita, apalagi disaat batin nya sudah lelah.
"Ra kenapa kamu sedih, ada apa?" Tanya Salma, Dara sekarang berada di rumah Salma, untuk menenangkan hatinya.
Dara menceritakan semua apa yang ada dalam benaknya, dia tak tau harus bagaimana lagi menghadapi suaminya, Salma memeluk Dara dan membiarkan wanita itu menangis dalam pelukan nya.
"Dara menyesal mbak, menikah dengan nya, Aku pikir setelah menikah hidup bahagia karna mendapat lelaki baik tapi apa ternyata kebaikan hanyalah kebohongan besar,"Ucap Dara dalam isak tangisnya.
"Apa Dara kerja ya mbak, uang Dara aja udah menipis paling akan cukup untuk dua bulan kedepan,"Ucap Dara, keinginan itu selalu ada dalam benaknya, meskipun belum tau kapan dia akan mulai untuk bekerja, apalagi dia tak memiliki pengalaman dalam bekerja.
"Kalau itu keinginan kamu, kamu usahakan Ra, in sya Allah pasti ada jalan nya dan Aku yakin banyak orang mau bantu kamu,"Ucap Salma.
"Tapi mbak, Dara gak yakin kalau Dara akan mendapat pekerjaan,"Ucap Dara.
"Kamu kan pintar Ra dan kamu juga orang nya rajin pasti banyak yang butuh jasa kamu,"Ucap Salma.
"Kamu belum punya Anak pasti akan mudah dan gak terbebani dengan pikiran kamu, buktikan ke suami kamu kalau kamu bisa kerja tanpa menunggu nya dapat kerjaan kalau kayak gini terus kedepan nya dapat membuat kamu kesusahan Ra, dan Aku lihat juga suami kamu itu gak niat dalam bekerja,"Imbuh Salma.
"Maaf Ra bukan bermaksud menjeleklan suami kamu, tapi itu semua Aku tau dari orang-orang yang pernah lihat suami kamu hanya mondar mandir saja padahal waktu itu dia bilang ke kamu untuk cari kerja,"Ucap Salma, Dara hanya diam mendengar ucapan Salma.
Benar dugaan nya David tak benar-benar untuk bekerja, pasti di saat dagang dia hanya malas-malasan.
Semakin lama sikap asli David sudah mulai tampak di mata nya.
__ADS_1
"Ra, kamu gak papa kan,"Tanya Salma.
"Dara gak papa mbak, Dara udah gak tau lagi harus gimana,"Ucap Dara
"Yang sabar Ra, kamu bisa buat keputusan mulai saat ini jangan sampai kamu hidup dalam keadaan terpuruk Ra,Kamu cantik kamu berhak bahagia,"Ucap Salma.
Dara tersenyum ke arah Salma, Dara mengingat sahabatnya Alia yang selalu berucap seperti itu disaat Dara sedang sedih ataupun frustasi, untungnya disini ada Salma jadi dia bisa menenang dirinya di saat terbalut emosi seperti saat ini.
"Mbak, jujur saja Salma udah gak tahan selama tiga bulan menjadi istri nya tak bisa membuat Dara bahagia bersama nya,"Ucap Dara.
"Dara gak terus-terusan hidup dengan nya mbak, tapi untuk kembali ke kota Dara masih belum cukup ongkos apalagi Disana Dara malu sama orang tua Dara,"Ucapnya.
"Aku tau perasaan kamu karna Aku pernah ada di posisi kamu,"Ucap Salma
Salma menatap lekat ke arah Dara, masih ada wanita secantik dia malah di sia-sia kan oleh suami nya.
Lalu jika yang cantik saja di sia-siakan mereka mau mencari wanita seperti apa lagi.
"Dara gak tau lagi mbak,Dara akan usahakan kalau Dara bisa pisah dari David,"Ucap Dara.
"Mintalah pertolongan Allah Ra, pasti nanti ada jalan,"Ucap Salma.
Kedua nya kembali berpelukan rasa nya penyesalan itu semakin menumpuk dalam hatinya, dia sudah membuat hati seseorang sakit olehnya dan kini dia merasakan rasa sakit yang sama disaat orang yang kita sayangi dan dipercaya malah menghancurkan hati kita.
"Maaf mbak Dara pulang ya,"Pamit Dara udah dua jam dia disana.
"Iya Ra, kamu jangan sedih lagi ya,"Ucapnya
Dara tersenyum kecil pada Salma lalu ia menghampiri intan dan menyapa gadis kecil itu,Lalu Dara pulang kerumahnya.
Hatinya sedikit lega tak sesak seperti tadi, wajah ceria nya pun kembali tak seperti tadi.
Kembali Dara jadilah wanita ceria seperti saat kau bersama Alia.
Alia merindukan mu karna kaulah sahabat terbaiknya.
__ADS_1