Sebuah Penyesalan

Sebuah Penyesalan
Bonchap 3


__ADS_3

Vera pun merasa menyesal karena telah mengambil langkah yang salah, dia pun merasa sangat bersalah kepada suaminya, karena meninggalkannya selama ini dan membuat suaminya merasakan kesendirian yang begitu lama. Maafkan aku bang, dia tidak bisa melanjutkan kalimatnya karena air matanya kita terus mengalir membasahi pipinya. Meskipun usianya sekarang sudah memasuki kepala empat tapi tetap menjaga penampilannya. Dia masih terlihat cantik. Tiba-tiba Sely dan Ferdy datang menemui mereka, Ferdy pun kaget melihat bundanya menangis, dia langsung tersulut emosi. Dia tidak mengenali ayah kandungnya karena waktu mereka meninggalkan rumah saat itu usia Ferdy baru 1 bulan sehingga dia tidak tahu wajah ayahnya seperti apa. Kamu apakan bundaku ah? Diapun menarik kerah baju laki-laki itu karena telah membuat bundanya menangis, semua orang ikut melerai kedua orang tersebut karena mereka juga tidak tahu jalan ceritanya bagaimana. Dia tidak pernah melihat laki-laki itu tapi dia yakin laki-laki itu anak bungsunya yang dibawa Vera pergi waktu umurnya masih sebulan, anak laki-laki itu sangat mirip dengan Vera. Very pun berbicara kepadanya. Aku ayahmu, kata-kata itu seakan membuat Ferdy menjadi kicut karena dia hampir memukul ayahnya sendiri. Selama ini dia tidak mengenali sosok ayahnya seperti apa, karena dia tidak mau mengungkitnya di depan bundanya. Dia juga penasaran dengan sosok ayahnya, kemudian diapun langsung memeluk ayahnya dan meminta maaf telah berlaku kasar kepadanya. Maafkan aku yah, aku tidak mengenal ayah, orang-orang disana pun mulai mengerti kalau mereka adalah keluarga. Jadi mereka todak mau ikut campur dengan urusan keluarga tersebut dan memilih untuk kembali ke tempatnya masing-masing. Very pun sangat menyukai sikap anak bungsunya tersebut yang selalu siaga dengan bundanya. Merekapun berbincang-bincang seperti keluarga yang sangat bahagia. Karena kini Vera tidak lagi marah kepadanya setelah mengetahui semua yang terjadi dengan suaminya. Ferdy tidak pernah benci dengan ayahnya, karena bundanya selalu mengajarkan dirinya untuk tetap patuh kepada kedua orang tuanya. Kini hampir sudah mulai sore, Vera pun pamit ingin kembali ke hotel tempatnya menginap, karena rencana besok dia berencana kembali ke negara N, Very pun membiarkan mereka pergi ke hotel, tapi tanpa sepengetahuan Vera , Very mengikuti mobil taxi Vera dari belakang. Very dan Sely tidak ingin bundanya kembali meninggalkan mereka. Apalagi sekarang Vera sudah tidak marah lagi kepadanya. Dia berharap bisa bersatu kembali dengan keluarga kecilnya. Sesampainya di hotel Very pun menanyakan kamar atas nama Vera Anggraeni ke bagian resepsionis tersebut. Selamat sore pak ada yang bisa saya banting, eh bantu ? katanya dengan senyuman di bibirnya, Iya saya mau bertemu dengan ibu Vera Anggraeni, bisa saya tahu nomor kamarnya, resepsionis itu pun menghubungi kamar ibu Vera dan mengatakan kalau ada yang ingin bertemu dengannya. Seorang pria dan juga gadis, Vera pun memberikan izin untuk menemuinya. Silahkan bapak menuju ke kamar 504 . Ibu Vera sudah menunggu disana. Very dan Sely pun menuju ke kamar Vera. Sesampainya disana dia ingin berbicara empat mata dengan Vera, Sely dan Ferdy pun pergi ke balkon hotel tersebut dan membiarkan kedua orang tuanya bisa menyelesaikan masalahnya. Mereka berharap kedua orang tua mereka bisa kembali bersama . Sel semoga orangtua kita bisa kembali bersama ya, aku lihat ayah sangat mencintai bunda, dan dia kelihatannya sangat menyayangi bunda. Iya Fer, aku juga berharap demikian agar kita bisa memiliki keluarga lengkap. Semoga ayah bisa mendapatkan cinta bunda kembali. Di ruang tamu sepasang suami istri itu mulai berbicara serius.Ver apa kamu akan meninggalkan kami lagi, tanya Very berharap Vera bisa merubah rencananya untuk tidak kembali ke negara N, Ya rencanaku sudah bulat bang, tanpa diduga kini Very berlutut di depan istrinya dan menggenggam kedua tangan istrinya, Ver maafkan aku selama ini aku tidak bisa hidup tanpamu, semenjak kepergianmu dunia ini seakan tidak berarti lagi. Aku mohon maafkan aku Ver, lagi-lagi Very tidak bisa menahan air matanya, dia tidak mau ditinggal kedua kalinya oleh istrinya. Hati Vera pun mulai tersentuh karena sudah menyadari kalau Very sangat mencintai dirinya, dilihat dari tatapan matanya yang penuh cinta, rasa rindu yang dirasakan oleh Very, Vera pun merasakannya. Vera pun mulai berbicara Aku tidak bisa mencintai abang lagi, dia mau menguji suaminya dengan kata-kata tersebut. Ver apa yang harus aku lakukan sehingga kamu bisa memaafkanku, dan bisa bersamaku disisa hidupku. Vera pun bicara kembali, aku tidak bisa mencintai abang lagi jika abang bersujud seperti ini. Very pun mulai menerka-nerka arti pembicaraan Vera, apa dia bilang apa tadi dia hanya memastikan perkataan Vera sambil berdiri dan sudah memahami kalimat yang dilontarkan istrinya. Apa kamu sudah memaafkanku Ver dan ingin membina rumah tangga kita kembali, Vera pun menganggukkan kepalanya tanda dirinya menyetujui perkataan suaminya. Very pun mulai bersemangat dan ingin memeluk istrinya tapi Vera mundur beberapa langkah ke belakang, Bang kita harus menikah kembali karena kita sudah lama tidak menafkahi fisik dan batinku. Karena terlalu semangatnya Very pun langsung menghubungi pak penghulu dan segera menikahkan mereka. Dia sudah tidak tahan dengan rindu yang dia rasakan terhadap istrinya. Sely dan Ferdy pun sudah kembali dari balkon menuju ke ruang tamu, dan melihat wajah bundanya merona, dia pun memberi kode kepada ayahnya dengan lirikan matanya. Tapi ayahnya hanya bisa tersenyum dan menaikkan bahunya tanda tidak tahu kenapa wajah bundanya bisa merona seperti itu Mereka pun seakan-akan menjadi hakim dan jaksa di depan kedua orangtuanya. Bunda ada apa ini kenapa wajah bunda kayak pakai blush on begitu, Ferdy pun mulai bertanya kepada bundanya. Dengan melihat wajah kedua orangtuanya mereka sudah mengetahui kalau mereka sudah baikan, dan ayahnya sudah mendapat kembali cintanya. Tiba-tiba pintu diketuk dari luar, Ferdy pun pergi membukakan pintu dan langsung kaget karena ada penghulu datang ke hotelnya, Ferdy pun mengajak penghulu itu masuk, penghulu itu pun mulai mengatakan maksud kedatangannya bersama 2 orang saksi tersebut. Ferdy dan Sely pun sangat senang mendengar kalau bunda dan ayahnya akan dinikahkan di usianya yang sudah memasuki kepala empat tersebut. Acaranya pun berjalan dengan lancar. Kini Vera dan Very pun sudah menjadi sepasang istri kembali. Sely dan Ferdy pun mereka sama-sama ikut bahagia karena sudah memiliki keluarga yang utuh. Aku mencintaimu sayang, Very pun mulai mencium kening istrinya dengan penuh cinta. Ayah Bunda ada kami disini, mereka pun malu dengan kelakuan mereka yang memperlihatkan kemesraan mereka di depan anak-anaknya. Vera sudah menghubungi Asistennya di negara N kalau dia menyerahkan segala urusan butiknya. Aku akan tinggal bersama keluargaku disini Tri, jadi mulai sekarang urusan butik kamu yang tangani semua. Kalau ada masalah bisa langsung menghubungiku langsung. terang Vera ke asistennya . Aku sudah kembali berkumpul dengan keluargaku Tri. Iya mba saya sangat bahagia mendengarnya, semoga mba bisa bahagia bersama keluarga kecilnya. Vera pun mulai mematikan ponselnya dan kembali bergabung bersama keluarganya, dia sangat senang bisa kembali bersama disisa hidupnya. Hari pun terus berganti kini kehidupan keluarga tersebut semakin bahagia karena hari ini Sely akan menikah dengan seorang dokter, dokter itu anak adalah anak direktur RS yang pernah ditempati Vera berkerja dulu. Dia seorang dokter yang sangat tampan dan juga memiliki akhlak yang baik dan sopan, Dia juga sering mengikuti pengajian yang diadakan di kota tersebut, di tempat pengajian itulah dia melihat sosok Sely dan langsung jatuh hati kepadanya. Diapun langsung menanyakan alamat Sely kepada Ustadnya. Dan langsung ingin menyampaikan maksud untuk memperistri Sely. Kedua orangtua Sely pun tidak keberatan dengan maksud pria tersebut. Mereka belum mengetahui pria tersebut adalah dokter interna di RS tempat bekerja Vera dulu. Kedua orangtua Sely tidak mempermasalahkan pekerjaan tersebut mereka hanya melihat kalau pria itu terlihat baik dan sopan. Hanya seminggu sejak kedatangan pria tersebut, kini dia sudah duduk di depan penghulu dan calon mertuanya untuk mengucapkan ijab qabul. Pria itu bernama Yusuf Erlangga. Angga pun mulai mengucapkan ijab qabul dengan suara lantang dan sekali tarikan. Akhirnya suara sah memenuhi ruangan tersebut. Kini Sely pun datang dan duduk di samping pria tersebut. Anggapun melirik istrinya, tiba-tiba para tamu berteriak, cium keningnya dr, Kimber adalah salah satu perawat yang sering menemani dirinya di poli interna. Angga pun mulai mencium kening istrinya, suara riuh kembali memenuhi ruangan tersebut. Hari ini hari yang paling bahagia karena semua keluarga Vera dan Very datang menyaksikan kebahagian Sely. Tanpa terkecuali kedua orangtua Vera dan kedua saudarinya pun turut hadir dipernikahan Sely. Angga dan Sely mulai acara sungkeman yaitu acara meminta restu kepada kedua orangtua. Moment haru pun sangat terasa , begitupun Very yang akan merelakan anak gadisnya. Acara pun digelar sangat meriah karena keluarga Angga adalah keluarga kaya di kota itu. Kini mereka berdiri di depan para tamu undangan.

__ADS_1


__ADS_1


Acara pun berlangsung dengan sangat meriah. Kini Angga dan Sely berada di dalam pengantin yang di pesan khusus di hotel tersebut. Suasananya menjadi canggung karena Angga tidak pernah jatuh cinta pada seseorang meskipun dia bekerja di rumah sakit dan aering berinteraksi dengan banyak perawat tapi dia tidak pernah jatuh cinta, hanya setelah bertemu dengan Sely diacara pengajian dilangsung memantapkan hatinya untuk wanita tersebut. Dia hanya melihat Sely yang memiliki wajah teduh dan orangnya selalu tersenyum.

__ADS_1


__ADS_1


Merekapun sama-sama malu akan keadaan sekarang. Mereka akhirnya memilih membersihkan diri terlebih dahulu dan melaksanakan shalat sunah sebelum melakukan penyatuan, setelah itu mereka melakukan doa sebelum penyatuan agar mudah diberikan keturunan. Akhirnya Angga pun meminta kerelaan Sely untuk melakukan penyatuan, Sely pun tidak menolak hal tersebut karena jika menolak dia akan berdosa kepada suaminya. Merekapun mulai berciuman, meski pertama Angga merasa kaku karena dia tidak pernah berciuman dengan seseorang, lain halnya dengan Sely sebelum dia berhijab biasa dia berciuman dengan pasangannya. Tapi dia tidak pernah memberikan tubuhnya ke lelaki manapun saat dirinya pacaran, dia sangat menjaganya, untuk dia berikan kepada lelaki yang tepat yaitu suaminya. Anggapun mulai terbawa suasana mengikuti naluri mereka. Diapun selalu mengingat ajaran uztadnya untuk berdoa ketika dia mau menyemburkan cairannya. Dia pun mulai terbawa suasana karena melihat tubuh istrinya yang polos hingga menambah gairahnya. Aku mencintaimu sayang, dia pun mulai merayu istrinya dengan kata rayuan. Aku berharap secepatnya kita akan mendapatkan keturunan. diapun mulai menciumi leher jenjang istrinya, Sely pun mulai mendesah dan nafasnya mulai memburu karena lagi-lagi Angga mengisap *********** dengan sangat lembut, hingga suara ******* itu semakin keras dan semakin menambah hasrat Angga untuk melakukan penyatuan. Dia pun meminta istrinya untuk menahan sedikit karena dia akan membobol gembok dengan kuncinya, sudah tiga kali Angga memasukkan tapi belum berhasil, kini Angga memulainya dengan sedikit menekan dan akhirnya berhasil membobol gembok tersebut. Maaf ya sayang agak sedikit sakit, Angga pun menghentikan gerakannya karena dia melihat sang istri saat membobolnya itu meringis, seakan-akan merasakan kesakitan , dia pun dengan lembut melakukan gerakan agar rasa sakit yang dirasakan sang istri merubah menjadi rasa nikmat, Sely pun mulai mengeluarkan suara yang menambah gairah Angga. Angga pun menambah ritme gerakannya, kini mereka sama-sama merasakan kenikmatan yang tiada bandingnya, mereka sama-sama mencapai puncak dan sama-sama berdoa sebelum Angga menyemburkan cairannya di rahim istri nya, diapun merebahkan tubuhnya di samping sang istri, merekapun berpelukan di dalam selimut karena dinginnya AC ruangan itu membuat keduanya sangat menikmati penyatuan mereka. Angga sangat bersyukur karena dia orang pertama yang memerawani istrinya ditandai dengan bercak merah di seprei tersebut. Aku sangat mencintaimu sayang diapun mengecup bibir istrinya. Merekapun mulai memejamkan mata untuk karena waktu resepsi tadi mereka sangat kelelahan menyambut tamu. Angga menyebar undangan sebanyak 5000 undangan sedangkan Sely 3000 karena kakek nenek Sely orang kampung jadi setiap tetangga kampung yang mengenal kakeknya dia undang semua.

__ADS_1


__ADS_2